10 Bhikkhu Meninggal usai Ditabrak Mobil yang Dibawa Anak 11 Tahun
Bhagavant.com,
Mukdahan, Thailand – Sebanyak 10 orang bhikkhu meninggal setelah ditabrak sebuah truk pikap yang dikemudikan anak laki-laki berusia 11 tahun, pada Kamis (2/7/2026).

Kecelakaan terjadi di Jalan Raya 2034 di tambon Na Si Nuan, distrik Muang, Provinsi Mukdahan., Thailand timur laut, sekitar 600 kilometer di timur laut Bangkok, ketika 35 bhikkhu dan 5 umat awam tengah menjalani perjalanan ziarah atau dharmayatra sejauh 260 kilometer dari Vihara (Wat) Roi Phra Phutthabat Phu Manorom di Mukdahan ke distrik Nam Yuen di Ubon Ratchathani menuju Provinsi Ubon Ratchathani.
Menurut laporan Associated Press, rombongan baru memulai perjalanan sekitar 30 menit sebelum insiden terjadi. Lima bhikkhu dinyatakan meninggal di lokasi kejadian, sementara lima lainnya mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Seorang korban lainnya dilaporkan masih berada dalam kondisi kritis.
“Kendaraan tersebut dikemudikan seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun berkebutuhan khusus. Ia membawa truk pikap dari rumah keluarganya dan mengemudi sekitar 10 kilometer sebelum menabrak rombongan bhikkhu,” kata Kepala Kepolisian Provinsi Mukdahan Mayor Jenderal Pairoj Thaiphutra seperti yang dilansir Reauter, Kamis (2/7/2026).
Rekaman kamera pengawas yang dibagikan Asosiasi Penyelamat Ruam Jai Mukdahan memperlihatkan para bhikkhu berjalan berbaris satu per satu di tepi jalan sesaat sebelum truk pikap menabrak mereka. Video tersebut kemudian tersebar luas di berbagai media Thailand maupun internasional. Hingga kini, pihak berwenang belum menjelaskan secara rinci bagaimana anak tersebut dapat mengakses kendaraan.
Laporan awal dari pemerintah daerah sempat menyebut jumlah korban meninggal mencapai delapan hingga sembilan orang. Namun, Associated Press kemudian mengonfirmasi jumlah korban tewas menjadi 10 bhikkhu berdasarkan data terbaru dari pemerintah provinsi.
Provinsi Mukdahan berada di kawasan Isan, Thailand timur laut, yang berbatasan langsung dengan Laos. Wilayah ini merupakan salah satu provinsi dengan kepadatan penduduk relatif rendah dan tingkat kesejahteraan yang masih tertinggal dibandingkan daerah lain di Thailand.[Bhagavant, 12/7/26, Sum]
