Eropa

Mahathat, Vihara Pertama di Pulau Man

Bhagavant.com,
Pulau Man – Sebuah vihara baru dibuka untuk umum dan menjadi vihara pertama di Pulau Man (Isle of Man), sebuah pulau kecil dengan pemerintahan sendiri yang berada di Laut Irlandia, antara Irlandia dan Inggris.

Vihara Pertama di Pulau Man
Vihara Mahathat (Wat Mahathat) di Dreamlang, Barroose Road, Baldrine, IM4 6AP. Foto: Facebook WatMahathat Isleofman

Surat kabar Isle of Man Today melaporkan bahwa vihara baru tersebut yang berada di desa Baldrine, menawarkan kesempatan bagi umat Buddha, dan bagi mereka yang tertarik dengan meditasi dan budaya Thailand, untuk mencari nasihat hidup, bimbingan spiritual, dan lingkungan sosial yang ramah.

“Bagi komunitas Thailand yang cukup besar di sini, vihara ini sangat penting,” kata Y.M. Maha Gone, bhikkhu asal dari Thailand, yang memimpin upacara pembukaan Vihara Mahathat (Wat Mahathat), seperti yang dilansir Isle of Man Today, 12 Desember 2022.

“Saya, sebagai seorang bhikkhu, di sini sebagai seorang guru, seorang tokoh. Dan, meskipun saya ‘bertanggung jawab’ atas vihara ini dan karenanya terlibat dalam pengembangan dan keputusannya, legalitasnya diserahkan kepada sekelompok wali dan penyokong awam.”

Vihara baru ini menawarkan sesi meditasi, yang dapat membantu orang menemukan kebahagiaan, ketenangan, dan wawasan. Dan bagi mereka yang berpartisipasi lebih aktif, sesi-sesi ini dapat menawarkan kesempatan untuk pemahaman yang lebih mendalam tentang realitas mendasar dari keberadaan.

“Vihara adalah tempat untuk mempelajari ajaran-ajaran yang cemerlang, sehat secara psikologis, sangat membebaskan, dan dapat diterapkan dari orang yang disebut Buddha,” Y.M. Maha Gone menekankan. “Hasil dari ini adalah kepuasan—kebahagiaan abadi yang didasarkan secara internal dan tidak bergantung pada siapa pun atau apa pun secara eksternal.”

Menurut Y.M. Maha Gone, beberapa penduduk lama Thailand di Pulau Man awalnya mengundang para bhikkhu ke pulau itu untuk mendirikan sebuah vihara. Proyek ini mendapat dukungan kuat dari komunitas lokal Thailand, yang Y.M. Maha Gone sebuat sebagai masyarakat yang sangat dermawan.

“Saya sangat antusias dengan kesempatan yang kita miliki di sini,” Y.M. Maha Gone menambahkan. “Dan, seiring dengan peningkatan bahasa Inggris saya, [saya] berharap untuk dapat melibatkan diri saya dan vihara kita dalam menambahkan dimensi lain ke pulau yang indah ini, yang telah membuat saya merasa sangat diterima.”

Vihara secara tradisional memainkan peran penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Thailand, yang sebagian besar mengidentifikasi diri sebagai umat Buddha tradisi Theravada. Secara tradisional, para bhikkhu telah memberikan layanan pemakaman, konseling spiritual, dukungan dan dorongan emosional, instruksi meditasi, dan berbagi ajaran Buddha.

Y.M. Maha Gone mencatat bahwa selain alasan tersebut, pengunjung vihara juga dapat menikmati masakan Thailand, mengalami ritual budaya yang menarik, dan berbagi kegembiraan budaya dan komunitas Thailand. Ia menambahkan bahwa orang-orang yang tertarik dengan meditasi, Agama Buddha, dan Thailand juga akan mendapat manfaat besar dari vihara tersebut.

Meski sekarang resmi dibuka untuk umum, vihara ini masih dalam tahap pengerjaan dan sepenuhnya bergantung pada kontribusi keuangan para penyokong untuk kelangsungan hidupnya.[Bhagavant, 30/12/22, Sum]


Kategori: Eropa
Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: