Mongolia

Baru Rayakan Vesak 2566 EB Mongolia Kedatangan Relikui Buddha

Bhagavant.com,
Ulan Bator, Mongolia – Negara Mongolia baru merayakan Buddha Purnima atau Hari Suci Vesak 2566 EB pada Selasa (14/6/2022).

Mongolia Kedatangan Relikui Buddha
Relikui dari Kapilavastu di bawa ke Mongolia. Foto:Statesman

Pemerintah Mongolia baru memutuskan untuk mendeklarasikan Hari Vesak sebagai hari libur nasional pada tahun 2019. Pada Hari Vesak, biasanya jalanan terlihat kosong karena kantor tutup, pada saat yang sama orang dapat melihat sejumlah besar wisatawan menikmati cuaca yang indah dengan suhu sekitar 18 derajat dan angin sejuk bertiup.

Tetapi untuk Hari Vesak tahun ini ibu kota Ulan Bator cukup padat dengan warga karena kedatangan relikui Buddha dari Kapilavastu, India, yang juga semakin meningkatkan hubungan antar negara India dan Mongolia.

Kerumunan besar umat telah berkumpul di dalam dan di sekitar Vihara Gandantegchinlen di Ulan Bator sejak pagi hari, untuk memperingati Hari Vesak dan memberi penghormatan kepada relikui Sri Buddha.

Delegasi India yang tiba di tempat yang dipimpin oleh Menteri Hukum dan Kehakiman Kiren Rijiju mendapat sambutan meriah di Vihara Gandantegchinlen. Luas dan dalamnya keyakinan yang ada di antara orang-orang di Mongolia terhadap Agama Buddha dan terhadap India tidak dapat diduga.

Seperti yang dilansir Statesman, Selasa (14/6/2022), kerumunan umat begitu terpesona dengan kedatangan relikui dari India yang mereka anggap sebagai ‘tanah Buddha’ sehingga beberapa di antara mereka mencoba menyentuh anggota delegasi India seolah-olah untuk membuat koneksi dengan mereka yang berasal dari ‘tanah Buddha’.

Saat delegasi India mengambil tempat di Vihara Gandantegchinlen di mana lebih dari seribu orang telah berkumpul, 3.000 arak-arakan besar dari para bhiksu dan umat Buddha mencapai Vihara Gandantegchinlen dalam prosesi yang berjalan melalui jalan di ibu kota.

Delegasi yang dipimpin oleh Menteri Rijiju menerima prosesi bersama dengan Menteri Kebudayaan Mongolia Nomin Chinbat dan Y.M. Khamba Nomun Khan Gabju Choijamts Demberel sebagai kepala Vihara Gandantegchinlen. Sebuah paduan suara musik profesional mengiringi kegiatan tersebut dengan koleksi musik nasional Mongolia. Mereka kemudian memainkan dua tema yang lebih indah memukau penonton.

Acara dilanjutkan dengan puja menandai penempatan relikui di kotak kaca di depan altar yang merupakan bagian dari platform di depan rupaka Buddha besar yang ada di dalam vihara tersebut.

Dalam pidatonya pada kesempatan itu, Y.M. Khamba Nomun Khan dan Ketua Parlemen Mongolia Gombojav Zandanshatar menyoroti peran besar yang dimainkan oleh India dalam mempromosikan Agama Buddha di Mongolia dan berbagai aspek Agama Buddha di Mongolia. Mereka juga menyoroti relevansi hari penting ini dan bagaimana berkah Buddha telah menyelamatkan negara dari pandemi dan tantangan lainnya.

Mereka mengulangi sejauh mana perdamaian dan harmoni yang telah dibawa oleh Agama Buddha dalam masyarakat Mongolia dan sekarang dengan relikui yang dibawa, mereka mengatakan bahwa ada rasa hubungan yang kuat di antara rakyat India dan Mongolia.

Selama pidatonya di pertemuan tersebut, Menteri Rijiju menyebutkan bahwa Buddha adalah contoh cemerlang dari belas kasih, perdamaian, dan tanpa kekerasan. Dia mengatakan bahwa ajaran Buddha adalah abadi dan menyentuh nilai-nilai kemanusiaan pada inti filosofi Buddhis.[Bhagavant, 18/6/22, Sum]


Kategori: Mongolia
Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: