Asia Tenggara » Malaysia » Seremonial

Berikut Kondisi Buddhis Malaysia Saat Vesak 2565 EB

Bhagavant.com,
Kuala Lumpur, Malaysia – Bagaimanakah kondisi mayoritas umat Buddhis Malaysia dalam merayakan Hari Vesak 2565 EB / 2021?

Seorang Buddhis Malaysia melakukan puja di luar gerbang Asosiasi Buddhis Penang saat hari Vesak 2565 EB. Foto: thestar.com.my

Hari Vesak di Malaysia biasanya merupakan hari libur nasional yang meriah dengan pengucaran paritta oleh para bhikkhu dan umat yang melakukan puja bakti dan menyalakan dupa dan lilin berbentuk teratai di vihara-vihara.

Tetapi karena gerbang vihara ditutup, para keluarga Buddhis sekali lagi melakukan perayaan Vesak di rumah karena pembatasan COVID-19.

Teoh Seow Yin, 35, seorang pegawai IT mengatakan ini adalah tahun keduanya merayakan Hari Raya Vesak di rumah.

“Rasanya berbeda tapi tetap bermakna,” katanya seperti yang dilansir The Star, Kamis (27/5/2021).

“Suami, anak, dan saya merayakannya dengan menonton program Hari Vesak secara online dan mendengarkan ceramah Dhamma untuk mengingatkan diri kita sendiri tentang apa yang Buddha ajarkan kepada kita tentang menemukan kebahagiaan sejati.”

“Pada masa sebelum pandemi, kami akan melakukan upacara memandikan rupaka Buddha di sebuah vihara dan ikut dalam pawai tahunan. Kami biasanya menjadi sukarelawan di vihara dan juga selama Hari Vesak,” katanya kemarin.

Namun, tahun ini, Teoh berkata bahwa dia dan keluarganya melakukan upacara memandikan rupaka Buddha di rumah.

Di Vihara Mahindarama di Jalan Kampar, segelintir umat terlihat menggantung makanan dan persembahan di gerbang vihara untuk perayaan Vesak 2565 EB. Vihara tersebut yang biasanya dihadiri lebih dari 2.000 umat pada Hari Vesak, gerbangnya digembok.

Lim Foo Lin, 60, seorang ibu rumah tangga mengatakan dia biasanya ikut serta dalam perayaan dan tidak pernah absen menghadiri puja bakti.

“Dua tahun terakhir berbeda dan perayaan yang sekarang diadakan secara online. Saya datang untuk membawa mawar dan pinang sebagai persembahan. Saya diberitahu saya bisa menggantungnya di gerbang. Setelah ini, saya akan pulang untuk menonton beberapa video pengucaran paritta. Kami akan berpuja di rumah dan menghabiskan hari dengan mendengarkan ceramah dan puja,” katanya.

Perwakilan pengurus Vihara Mahindarama Dr. Surya Dharamdass Gidwani mengatakan kurang dari 10 anggota panitia berada di vihara untuk melakukan puja bakti.

“Ini adalah perayaan Hari Vesak yang kedua yang sepi karena pandemi. Kami telah mendorong para umat untuk bergabung dalam berbagai sesi pengucaran paritta, retret meditasi, dan ceramah yang tersedia melalui banyak sumber secara online.

“Kami tidak akan mengadakan persembahan makanan secara langsung dari para umat seperti yang kami tahu banyak orang lain melakukannya. Keluarga bisa melaksanakan puja bakti dalam kenyamanan rumah mereka,” katanya.

Dr. Surya mengatakan bahwa para umat datang dan menggantung makanan untuk para bhikkhu di gerbang vihara setiap hari.

“Kali ini, ada yang meninggalkan persembahan untuk puja bakti. Ini adalah praktik normal bagi mereka untuk menggantungnya di gerbang dan pergi,” tambahnya.

Sementara itu, para umat Buddhis terlihat singgah sejenak untuk berpuja di luar gerbang Vihara Buppharam di Jalan Perak dan di Asosiasi Buddhis Penang di Jalan Anson.

Sekretaris eksekutif Asosiasi Buddhis Malaysia (MBA), Chuah Cheng Ying, 44, terlihat merekam video para umat di gedung MBA Penang di Jalan Burmah untuk disaksikan umat dari rumah.

Di Kuala Lumpur, umat Buddhis di ibu kota merayakan Hari Vesak dalam skala yang moderat dengan praktik normal baru yang diberlakukan karena perintah pengontrolan pergerakan nasional.

Meski umat Buddhis dilarang mengunjungi vihara-vihara, namun penggunaan teknologi telah membantu mereka untuk berpartisipasi dalam kebaktian melalui streaming online, seperti yang dilakukan oleh Persatuan Penganut Agama Buddha Subang Jaya dan Bandar Utama Buddhist Society.

Kementerian Persatuan Nasional Malaysia telah menyarankan bahwa tidak ada umat yang diperbolehkan berada di vihara untuk Hari Vesak di bawah prosedur operasi standar MCO 3.0.

Kementerian mengatakan hanya boleh ada 10 orang yang terdiri dari bhikkhu dan anggota komite untuk upacara Hari Vesak, dan hanya satu sesi puja bakti per vihara yang diizinkan pada hari itu antara pukul 6 pagi dan 2 siang, sementara prosesi pawai kendaraan hias Buddhis tidak diperbolehkan.

Sementara itu sebelumnya, dalam pesannya kepada umat Buddhis Malaysia, Ketua Sangha Malaysia, Y.M. K Sri Dhammaratana mendorong umat untuk merefleksikan ajaran Buddha dalam mencari pengetahuan yang benar – terutama tentang informasi mengenai COVID dan vaksin dari sumber yang sah.

Beliau menambahkan bahwa adalah peran semua orang untuk membantu melawan informasi yang salah tentang vaksinasi, terutama yang beredar di media sosial. Beliau pun mengimbau masyarakat untuk mendaftar Program Imunisasi Nasional COVID-19.

Mengikuti protokol kesehatan yang ketat, Vihara Buddha Maha Vihara di Brickfields yang dikepalai oleh Y.M. K Sri Dhammaratana, tidak dibuka bagi umat untuk memberi penghormatan kepada Buddha pada Hari Vesak.[Bhagavant, 27/5/21, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN