Asia Tenggara » Gerakan Buddhis » Lingkungan Hidup » Thailand

Konfederasi Buddhis Internasional Serukan Atasi Perubahan Iklim

Kamis, 10 Maret 2016

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Umat Buddha termasuk para viharawan dari berbagai negara berkumpul di Candi Maha Tat di  kota kuno Ayutthaya, Thailand pada Kamis (3/3/2016) yang lalu untuk menghadiri hari terakhir pertemuan Konfederasi Buddhis Internasional (International Buddhist Confederation – IBC) yang meletakkan penekanan pada tindakan untuk mengatasi perubahan iklim.

Pertemuan Konfederasi Buddhis Internasional 1 - 4 Maret 2016, Ayutthaya, Thailand.
Pertemuan Konfederasi Buddhis Internasional 1 – 4 Maret 2016, Ayutthaya, Thailand. Foto: Video Youtube ANI

Para delegasi dari 320 organisasi di 39 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Meksiko dan Brazil, berpartisipasi dalam pertemuan kedua dari IBC yang berlangsung 1 – 4 Maret 2016.

“Yang menarik adalah bahwa kami mendengar banyak suara-suara (kaum) muda datang dengan ide-ide mereka tentang bagaimana kita harus menyebarkan pesan. Saya pikir ini hal yang baru bagi kita untuk mendengar bahwa orang-orang membicarakan Facebook, tentang internet, tentang tablet, iPad, metode baru komunikasi, bagaimana mengumpulkan dana. Benar-benar berbeda dari yang tradisional, (seperti yang) Anda tahu, sudut pandang pemimpin Buddhis yang berbicara tentang khotbah,” kata Lalit Mansingh, mantan diplomat India sekaligus presiden pendiri Kalinga Lanka Foundation, seperti yang dilansir ANI, Jumat (4/3/2016).

Salah satu isu utama yang didiskusikan adalah bagaimana para viharawan di negara berbeda menemukan cara untuk mengatasi perubahan iklim.

Y.M. But Buntenh, seorang bhikkhu dari Phnom Penh, Kamboja, mengatakan ia telah memprakarsai sebuah gerakan di negara asalnya untuk menciptakan kesadaran bagi masyarakat untuk melestarikan hutan.

Ia menjelaskan bahwa ia belajar melalui bencana banjir 2011 di negara-negara Asia Tenggara, termasuk Thailand dan Kamboja, yang menghadapi banjir nasional.

“Tanah adalah kehidupan, hutan merupakan tulang punggung dari kehidupan kita. Jika kita kehilangan tanah, kita kehilangan kehidupan. Kita kehilangan hutan, kita kehilangan tulang punggung kita. Tidak ada yang bisa hidup tanpa tulang punggung. Tulang punggung sangat penting sehingga saya menggunakan pesan ini, pesan sederhana untuk menarik orang-orang, orang-orang muda itu. Itu sebabnya mereka bergabung dengan saya dengan bebas,” katanya.

Salah satu peran serta umat Buddha dalam melestarikan lingkungan ditunjukkan oleh Vihara Zhengjue di Boshan, Provinsi Shandong, Tiongkok yang merupakan perintis vihara ramah lingkungan dengan memasang energi tenaga surya.

“Kami telah memasang 600 kilowatt sistem surya di taman dan di atap (vihara) kami. Sehingga kami memiliki cukup listrik yang dihasilkan oleh matahari, sehingga kami dapat benar-benar 100 persen mandiri. Dan itu adalah contoh yang sangat baik, saat ini, semua rekan-rekan kami yang setia kepada vihara kami menginginkan (sistem) surya tersebut,” kata Y.M. Bhiksu Miao Haiyan.

Jamie Creswell, wakil presiden dewan pengurus IBC mengatakan bahwa pertemuan tersebut juga menyadari pentingnya berbagai hal menyangkut isu-isu global termasuk berbagai konflik di seluruh dunia. Ia percaya bahwa Agama Buddha dapat berkontribusi untuk meningkatkan nilai-nilai kebijaksanaan dan kedamaian agama kepada orang-orang di daerah yang terganggu.

“Kami percaya bahwa Agama Buddha dapat membantu di berbagai situasi mereka. Sebagai contoh, kami sudah sangat terlibat dalam isu-isu lingkungan, perubahan iklim, memelihara hewan dengan benar, semua berbagai hal yang sejalan dengan isu-isu lingkungan. Dan juga, kami semakin lebih banyak terlibat dalam isu-isu seperti isu gender dan hak asasi manusia, juga masalah konflik,” jelas Creswell sehubungan dengan pentingnya forum IBC tersebut.

Konfederasi Buddhis Internasional (International Buddhist Confederation – IBC) merupakan sebuah organisasi Buddhis yang dibentuk pada tahun 2011 dan berbasis di India yang bertujuan untuk memberikan kesatuan suara bagi Buddhisme di forum-forum internasional seperti di Perserikatan Bangsa Bangsa.[Bhagavant, ANI, 10/3/16, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: