Lingkungan Hidup » Tiongkok » Tradisi dan Budaya

Penjualan Dupa Dilarang di Kota Guangzhou, Tiongkok

Bhagavant.com,
Guangdong, Tiongkok – Badan Urusan Etnis dan Agama Kota Guangzhou, Provinsi Guandong, Tiongkok, mengeluarkan larangan penjualan dupa  secara total dalam rangka kampanye lingkungan yang “bersih, aman dan tertib”.

Pembakaran dupa (hio)
Pembakaran dupa (hio). Foto: wikipedia.org.

Seperti yang dilansir CNA Taiwan dari Guangzhou Ribao, Rabu (25/11/2015), umat Buddha dan Tao yang berkunjung ke vihara-vihara atau pun bio di Kota Guangzhou tidak akan lagi bisa membeli dupa (termasuk hio), lilin, dan “uang kertas” setelah Badan Urusan Etnis dan Agama Kota Guangzhou mengeluarkan larangan secara total penjualannya termasuk di rumah-rumah ibadah tersebut.

Pelarangan tersebut tidak hanya untuk memperbaiki kondisi udara tetapi juga untuk menghilangkan komersialisasi benda-benda keagamaan tersebut. Dan terkait pelarangan tersebut, sebagai gantinya sejumlah pengelola rumah ibadah berinisiatif untuk menyediakan tiga pengharum lain secara gratis.

Pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini, empat rumah ibadah di Guangzhou yang berpartisipasi dalam penerapan pelarangan tersebut mengalami peningkatan kualitas udara dibandingkan dengan tahun lalu.

Dilaporkan bahwa bisnis penjualan dupa sering menambahkan pewangi tambahan atau menggunakan dupa berkualitas rendah, formaldehida, benzena, logam berat dan zat-zat lainnya secara berlebihan yang berbahaya setelah mengalami proses pembakaran.

Presiden Asosiasi Buddhis Guangzhou, Y.M. Bhiksu Yao Chi mengatakan bahwa komersialisasi yang berlebihan dari “mata rantai kebutuhan akan dupa” ini telah merusak citra Agama Buddha.

Tidak hanya di Guangzhou, sejumlah provinsi dan kota-kota lain juga menerapkan kebijakan larangan bagi rumah-rumah ibadah untuk menjual dupa.

Seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Xinhua, akhir April lalu, pelarangan penjualan dupa di Gunung Jiuhua (Jǐuhuá Shān) – salah satu situs Buddhis yang didedikasikan untuk Bodhisattva Kshitigarbha, juga dilakukan. Sebagai gantinya pihak vihara menyediakan tiga pengharum yang ramah lingkungan.

Pada tahun 2008 yang lalu, para ilmuwan di Amerika Serikat mendokumentasikan bukti bahwa dupa (hio) dapat merusak kesehatan manusia. Peneliti menyarankan masyarakat untuk mengurangi penggunaan dupa dan memberikan ventilasi pada ruangan ketika sedang membakar dupa.[Bhagavant, 1/12/15, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN