Seni dan Budaya » Tiongkok » Tradisi dan Budaya

Shaolin Berencana Adakan Kompetisi Seni Bela Diri

Senin, 1 September 2014

Bhagavant.com,
Henan, Tiongkok – Vihara Shaolin di Henan, Tiongkok yang disebut-sebut sebagai salah satu sumber lahirnya seni bela diri Tiongkok, kung fu dan wushu, berencana untuk mengadakan sebuah kompetisi bela diri internasional, demikian seperti yang diumumkan kepala vihara tersebut.

Dua Guru Besar Shaolin, Master Shi Deru (kiri) dan Master Shi Deyang.
Dua Guru Besar Shaolin, Master Shi Deru (kiri) dan Master Shi Deyang. Foto: wikipedia.org

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Kepala Vihara Shaolin, Y. M. Bhiksu Shi Yongxin ditengah-tengah akhir acara sebuah forum mengenai Zen, seperti yang dikutip oleh kantor berita Xinhua pada Rabu (20/8/2014).

Y. M. Shi Yongxin mengatakan bahwa kompetisi tersebut mungkin dapat mencakup penampilan individual dan kelompok dalam karate, taekwondo, dan kung fu. Vihara yang memiliki sejarah 1.500 tahun tersebut juga berencana untuk mengadakan sebuah forum atau konvensi seni bela diri.

“Vihara Shaolin berharap untuk membentuk hubungan dengan dunia melalui berbagai acara, memperluas pengaruh Buddhisme dan membuat budaya Shaolin lebih dikenal,” katanya.

Rencana tersebut juga kembali dinyatakan oleh Y. M. Shi Yongxin saat menghadiri penutupan Olimpiade Remaja 2014 di Nanjing, Tiongkok, pada Kamis (28/8/2014).

Berita konvensi seni bela diri segera menjadi diskusi hangat media sosial negeri tirai bambu tersebut, di mana banyak orang sangat tertarik dengan budaya, film dan cerita dari seni bela diri Tiongkok.

“Ini benar-benar seperti perjalanan kembali ke legenda kung fu dalam buku,” tulis salah satu pengguna situs media social Sina Weibo.

Namun beberapa juga menyesalkan bahwa acara tersebut akan menghambat peran vihara tersebut sebagai tempat untuk kedamaian dan kontemplasi.

“Bukankah seharusnya Vihara Shaolin menjadi tempat yang damai alih-alih menjadi sebuah tontonan untuk publik?” tulis seorang pengguna Weibo.

Vihara Shaolin dan kung fu memiliki sejarah yang cukup panjang. Keduanya sering digambarkan dalam sastra dan film fiksi, antara lain seperti novel Legenda Pendekar Pemanah Rajawali (Shè diāo yīngxióng chuan) karya Louis Cha Leung-yung (Jin Yong), film Shaolin Soccer (2001) yang dibintangi oleh Stephen Chow, dan film Shaolin (2011) yang dibintangi oleh Andy Lau dan Nicholas Tse.[Bhagavant, 1/9/14, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: