Malaysia

Buddhis Malaysia Hadiri Acara Memorial Korban Pesawat MH17

Sabtu, 26 Juli 2014

Bhagavant.com,
Kuala Lumpur, Malaysia – Dunia penerbangan khususnya di Malaysia kembali dikejutkan dengan tragedi “kecelakaan” pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menelan ratusan korban, empat bulan setelah tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 8 Maret 2014.

Bhante Sri Saranankara dalam acara memorial korban MH17 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (20/7/2014)
Bhante Sri Saranankara dalam acara memorial korban MH17 di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (20/7/2014)

Lebih dari seratus umat Buddhis dan anggota masyarakat menghadiri sebuah acara memorial di Vihara Sri Jayanti di Jalan Sentul, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu pagi pekan lalu, yang juga mulai mengadakan puja bakti malam selama 2 minggu di vihara tersebut.

Puja bakti serupa akan diselenggarakan di sekitar 300 vihara dan organisasi Buddhis lainnya di seluruh negeri jiran tersebut dalam beberapa hari terakhir ini.

Acara tersebut diisi dengan pelafalan sutta yang dipimpin oleh Yang Mulia Bhikkhu Sri Saranankara Nayaka Maha Thera, Ketua Adhikarana Sangha Nayaka Malaysia, dan juga puja bakti untuk menghormati para korban.

“Tragedi seperti ini seharusnya tidak terjadi, dan ini terlalu cepat sejak MH370 menghilang,” kata Rachel Wong, seorang desainer grafis berusia 27 tahun yang menghadiri acara tersebut. “Tragedi ini adalah sesuatu yang tidak ingin saya terima, tapi saya harus karena itulah kenyataannya.” Seperti yang dikutip dari The Straits Times, Minggu (20/7/2014).

Bhante Sri Saranankara, mengatakan bahwa dua bencana terakhir yang melibatkan pesawat Malaysia Airlines (MAS) merupakan sesuatu yang ia rasa bersifat pribadi, karena beberapa personel dari MAS telah menjadi relawan rutin dalam kegiatan-kegiatan amal vihara tersebut selama 12 tahun terakhir.

“Ketika kami mempunyai sebuah pekerjaan utama, awak Malaysia akan datang dengan 30 hingga 40 relawan setiap kali,” katanya.

Bhante Sri Saranankara mengenang bahwa untuk kegiatan tahunan vihara tersebut dalam membantu para pelajar yang membutuhkan, para relawan MAS tidak hanya akan membantu dengan mengemas dan mendistribusikan tas sekolah dan seragam, tetapi juga akan memberikan kontribusi berupa lebih dari 10.000 buku-buku tulis setiap kali.

“Kami tidak tahu apakah ada relawan yang merupakan anggota awak MH17, tapi ada satu relawan yang berada di MH370,” kata Bhante.

Bhante Sri Saranankara mendesak masyarakat internasional untuk bersatu dan mendorong segera gencatan senjata di Ukraina sehingga sisa-sisa para penumpang bisa diselamatkan dan dikembalikan ke keluarga mereka dengan segera.

“Ini suatu hal yang penting – setidaknya di saat terakhir mereka, sanak keluarga dapat melakukan upacara keagamaan masing-masing untuk mereka,” katanya. “Setidaknya, kemudian para anggota keluarga dapat memiliki sedikit kenyamanan.”

Pesawat Malaysia Airlines MH17 yang menuju Kuala Lumpur, Malaysia dari Amsterdam, Belanda pada 17 Juli 2014 jatuh saat melintasi wilayah Ukraina timur yang sedang terjadi konflik. Saat ini penyelidikan awal menyatakan pesawat tersebut jatuh ditembak. Seluruh penumpang yang berjumlah 283 dan 15 awak pesawat meninggal dunia. Di antara penumpang pesawat tersebut terdapat 12 warga Indonesia.[Bhagavant, 26/7/14, Sum]

Kata kunci:
Penulis: