Nepal » Seremonial

Persatuan dalam Peringatan Vesak 2558 EB di Nepal

Jumat, 23 Mei 2014

Bhagavant.com,
Kathmandu, Nepal – Sekitar tiga ribu umat Buddha berkumpul di Tundikhel, lapangan parade tentara di Kathmandu, Nepal dalam perayaan peringatan Vesak atau Buddha Purnima yang diselenggarakan oleh Komite Perayaan Buddha Jayanti 2588 EB, pada Sabtu (10/5/2014).

Perayaan Peringatan Vesak 2558 EB di Tundikhel, Kathmandu, Nepal. Sabtu (10/5/2014).
Perayaan Peringatan Vesak 2558 EB di Tundikhel, Kathmandu, Nepal. Sabtu (10/5/2014). Foto: Buddhist Door International – Sagar Mani Shiwakoti.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Nepal, umat dari tiga tradisi Buddhis utama (Theravada, Mahayana, dan Vajrayana) bertemu dan bersama-sama melakukan puja bakti di negara tempat kelahiran Pangeran Siddhartha, untuk perdamaian dunia.

Acara tersebut dihadiri oleh para menteri kabinet dari pemerintah Nepal, para guru dari tradisi Buddhis yang berbeda dan para pemimpin masyarakat adat, serta para umat dari Kathmandu dan kabupaten lainnya di Nepal. Lebih dari seratus vihara dan organisasi Buddhis lainnya berpartisipasi dalam acara tersebut. Hal ini terbukti dengan adanya anggota vihara yang sangat antusias untuk menjadi bagian dari suatu peristiwa yang menggabungkan tradisi Buddhis yang berbeda dengan cara yang sedemikian unik.

Peserta dari acara tersebut berharap bahwa puja bakti mereka akan bekerja membantu menghasilkan lingkungan yang positif untuk kesejahteraan dan perdamaian. Vajracharya Suresh, anggota dari tradisi Vajrayana mengatakan, “Kami tidak hanya ingin negara kami saja menjadi damai tetapi seluruh dunia. Saya merasa diberkati untuk menjadi bagian dari program ini pada kesempatan Buddha Jayanti.” Seperti yang dilansir Buddhist Door International (BDI), Kamis (22/5/2014).

Cendekiawan Buddhis, Prof. Dr. Vajracharya Naresh Man, menyambut para pejabat dan peserta dan menjelaskan acara tersebut atas nama panitia penyelenggara.

Menteri Pariwisata dan Penerbangan Sipil Nepal, Bhim Prasad, secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan menyalakan lampu mentega di depan rupaka Buddha. Ia mengatakan bahwa perspektif Buddhis tentang keadilan sosial dan toleransi jadi lebih penting daripada sebelumnya. Sebagai Ketua Lumbini Development Trust, ia menambahkan bahwa perhatian khusus pemerintah difokuskan pada perayaan Buddha Jayanti (perayaan kejayaan Buddha) di Lumbini tahun ini.

Menteri Hukum, Keadilan, Majelis Konstitusi dan Parlemen, Narahari, juga menghadiri kegiatan tersebut. Ia memuji perlunya filsafat Buddhis di Nepal di masa modern yang bertujuan untuk pembangunan ekonomi tetapi berjuang dengan kemiskinan. Ia berpendapat, “filosofi Buddhis memberikan wawasan tentang penyebab dan obat dari kesengsaraan duniawi. Pengetahuan kita tentang hal-hal ini sesuai dengan kedalaman pemahaman kita tentang ajaran Buddha.”.

Sebuah prosesi arak-arakan kereta Mahamaya dari Kapilavastu ke Lumbini dilakukan pada tanggal 13 Mei dan kereta yang sama dikirim kembali ke Kapilavastu dengan “bayi Siddhartha” pada 14 Mei.

Para bhikkhu-bhiksu dari ketiga tradisi melantunkan ayat-ayat suci sebelum para penari melakukan pertunjukan di panggung. Terdapat penampilan dari para siswa dari sekolah dan vihara yang berbeda, yang menyoroti kisah sejarah yang berbeda dari kehidupan Sri Buddha. Tarian singa dan tarian yang dilakukan oleh para guru Vajrayana dalam daya tarik spiritual dan budaya mereka terasa menggetarkan.

Perayaan Vesak (atau Buddha Purnima) telah mendapatkan momentumnya di Nepal. Saluran radio dan televisi menyiarkan program mereka selama seminggu mengenai filosofi Buddha, hidup, dan khotbah-khotbah-Nya. Seluruh negeri merayakan Buddha Jayanti bersama dengan umat agama yang berbeda, melaksanakan donor darah, lagu dan himne, dan melakukan puja bakti kepada Buddha secara missal.[Bhagavant, BDI, 23/5/2014]

Kata kunci:
Penulis: