Bangladesh » Seremonial

Buddhis Bangladesh Rayakan Awal Kathina 2013

Minggu, 20 Oktober 2013

Bhagavant.com,
Dhaka, Bangladesh – Buddhis di beberapa daerah di Bangladesh merayakan purnama awal Kathina atau Pavarana Punnama (Sanskerta: Pravarana Purnama) yang dalam bahasa Bangladesh dilafalkan sebagai Prabarana/Probarona Purnima, pada Jumat hingga Minggu 18-20 Oktober 2013.

Para umat merayakan awal Kathina dengan melepas lampion kertas di Vihara Dharmarajika, Basabo, Dhaka, Bangladesh. Foto: bdnews24.com
Para umat merayakan awal Kathina dengan melepas lampion kertas di Vihara Dharmarajika, Basabo, Dhaka, Bangladesh. Foto: bdnews24.com

Buddhis di ibu kota Bangladesh, Dhaka, menyambut malam datangnya awal Kathina 2013 pada Jumat malam dengan menggelar puja dan festival. Pada kesempatan itu, Vihara Dharmarajika di daerah Basabo, Dhaka, dipenuhi oleh para umat. Lampu-lampu beraneka warna, kembang api, dan lilin yang dinyalakan oleh para umat Buddhis menerangi vihara dan langit malam itu. The Daily Star melaporkan, Sabtu (19/10).

Tidak ketinggalan pelepasan lentera balon kertas (fanush) raksasa oleh umat ikut memeriahkan dan memperindah malam menandakan berakhirnya masa vassa (retret musim penghujan) para bhikkhu yang telah dilakukan selama tiga bulan yang diawali pada akhir Juli lalu.

Di Distrik Bandarban, di Tenggara Bangladesh, umat Buddhis menyambut awal Kathina yang dikenal oleh warga setempat dengan sebutan Wagai Poya, salah satu festival Buddhis terbesar di Jalur Bukit Chittagong yang dihuni oleh beragam komunitas etnis.

Umat Buddhis di Bandarban menyambut awal Kathina 2557 / 2013 dengan melaksanakan Uposatha Sila pada hari Jumat. Perayaan ini selanjutnya akan diikuti dengan pemberian jubah Kathina oleh umat kepada sangha Bhikkhu.

Para umat menyalakan lilin sebagai persembahan cahaya. Foto: bdnews24.com
Para umat menyalakan lilin sebagai persembahan cahaya. Foto: bdnews24.com

Dalam tiga hari perayaan, umat Buddhis akan mengadakan padipa puja (pradipa puja) yaitu persembahan cahaya dengan memberikan dan menyalakan lilin, menyelenggarakan program-program budaya tradisional, melakukan puja bakti, mengadakan festival kue, mengendarai kereta kuda di kabupaten kota, dan juga melepaskan lampion kertas di malam hari.

Setiap tahun banyak wisatawan dari dalam maupun luar negeri berkumpul di Bandarban untuk menikmati festival tradisional yang dirayakan oleh masyarakat setempat.

Perayaan Kathina yang diperingati umat Buddhis berlangsung selama sebulan sejak hari awal Kathina yang disebut dengan Pavarana. Pavarana sendiri berarti mengundang atau memanggil, yaitu undangan atau panggilan kepada individu para bhikkhu agar datang di hadapan komunitas bhikkhu (sangha) untuk mengakui jika ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan individu bhikkhu pada saat masa vassa sehingga selanjutnya mendapatkan nasihat-nasihat dari sangha.[Bhagavant, 20/10/13, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: