Indonesia

Ledakan Berdaya Rendah di Vihara Ekayana, Jakarta

Buddhisme dan KriminalitasBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Sebuah ledakan bom terjadi di dekat pintu masuk utama Vihara Ekayana Arama – Indonesia Buddhist Centre, di  Duri Kepa, Jakarta Barat, pada Minggu malam (4/8/2013) sekitar pukul 19.00 WIB.

Satu dari dua paket bom rakitan yang diletakkan di Vihara Ekayana meledak saat sekitar 300 umat Buddha mengakhiri puja bakti sore hari. Tidak ada korban jiwa maupun luka berat dalam peristiwa tersebut, namun beberapa sumber berita menyebutkan ada 3 orang* mengalami luka ringan karena terkena serpihan ledakan. Tidak ada kerusakan yang berarti pada bangunan dari vihara yang berdiri tahun 1995 tersebut.

Paket berisi bom berdaya ledak rendah yang berisi serpihan besi dan gotri tersebut, satu diletakkan di pintu masuk vihara dan meledak, sedangkan yang lainnya diletakkan di belakang rupang Bodhisattva Meitreya namun tidak meledak.

Vihara Ekayana Arama - Indonesia Buddhist Centre. Foto Ekayana.or.id.
Vihara Ekayana Arama – Indonesia Buddhist Centre. Foto Ekayana.or.id.

Berdasarkan rekaman CCTV diketahui pelaku penaruh bom di Vihara Ekayana tidak menggunakan penutup wajah. Pelaku diduga berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, seperti yang dilansir Kompas, Senin (5/8) mengatakan, kedua pelaku saling berbagi peran. Satu orang bertugas menaruh bom, satu orang lagi berada di atas motor. Dugaan tersebut berdasarkan rekaman kamera CCTV yang dipasang di wihara. Dari rekaman CCTV, saat bom meledak, pelaku juga masih terus mengawasinya.

“Rekaman CCTV masih dianalisis dari kendaraan, pakaian, roman wajah, siapa dari kelompok mana, jaringan mana, sedang dianalisis,” kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya. Kepala Vihara Ekayana, Y. M. Bhiksu Arya Maitri Mahasthavira menjelaskan ciri-ciri pelaku yang meletakkan bom di depan dan dalam vihara pada Minggu malam tersebut

Berdasarkan gambar pada CCTV, seorang pelaku berjenis kelamin pria tersebut berpostur tidak gemuk, kurus; memakai kacamata; usia tidak sampai 32 tahun.

Rekaman itu memperlihatkan pelaku tampak sopan saat masuk vihara. Dia bahkan sempat masuk ke tempat sembahyang. Beberapa menit kemudian, pelaku keluar lagi dan naik motor di depan vihara.

Sampai saat ini pihak kepolisian belum mengumumkan secara resmi pelaku dan motif dibalik teror bom ini. Dan semua pihak mengharapkan agar pihak kepolisian mengusut tuntas peristiwa ini.

Umat Buddha di Indonesia diharapkan tidak terpancing dan merasa resah dengan aksi teror seperti ini namun diharapkan meningkatkan kewaspadaan.[Bhagavant, 5/8/13, Sum]

*Memperbarui (6/8): Berdasarkan info dari Vihara Ekayana Arama korban berjumlah 1 orang luka ringan (lecet), 2 mengalami sedikit gangguan pendengaran karena suara ledakan. Terdapat 3 paket bom, 1 meledak, 1 meledak dalam kondisi melempem, 1 diledakan oleh Tim Gegana.


Kategori: Indonesia
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: