Indonesia

Salah Alamat, Ucapan Selamat Vesak untuk Umat Hindu

Minggu, 26 Mei 2013

Tanya Kenapa?Bhagavant.com,
Ambon, Maluku – Ternyata tidak semua masyarakat Indonesia langsung tahu bahwa Hari Raya Vesak (Waisak) adalah hari raya bagi umat Buddha. Setidaknya ini tercermin dari penulisan yang salah pada sebuah spanduk berbentuk baliho di salah satu kawasan di Ambon.

Seperti yang dilaporkan oleh Kompas, Minggu (26/5), sebuah baliho ucapan selamat Hari Waisak 2557 oleh Pemerintah Provinsi Maluku di kawasan Galunggung, Kecamatan Sirimau, Ambon, akhirnya diturunkan karena adanya kesalahan penulisan.

Baliho berukuran besar yang seharusnya berisi ucapan ”Selamat merayakan Hari Waisak 2557 bagi umat Buddha di Maluku” justru bertuliskan ”Selamat merayakan Hari Waisak 2557 bagi umat Hindu di Maluku”.

Pemerintah Provinsi Maluku telah memasang baliho tersebut pada Sabtu (25/5/2013). Namun, pada hari yang sama, baliho tersebut langsung diturunkan dan diganti dengan yang baru.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Maluku Florence Sahusilawane kepada Kompas pada Minggu malam, membenarkan bahwa sebelumnya ada spanduk ucapan selamat Hari Waisak yang ditujukan kepada umat Hindu di Maluku.

“Benar sekali, memang ada spanduk itu. Namun, sudah kita turunkan Sabtu kemarin. Saya yang mengintruksikan untuk diturunkan dan saat itu saya ada di lapangan,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut terjadi bukan karena kesengajaan, melainkan karena ada kekeliruan dan masalah teknis. Ia mengatakan, baliho ucapan selamat Hari Raya Waisak hanya dipasang di satu titik, yakni di kawasan Galunggung. “Saya juga minta terima kasih banyak karena sudah mau mengkonfirmasi hal ini kepada saya,” kata Florence.

Diakui atau tidak, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang kurang memahami mengenai seputar agama Buddha yang merupakan salah satu dari 6 agama resmi di Indonesia. Beberapa di antaranya sering mengalami kerancuan antara agama Buddha dengan agama Hindu. Bahkan banyak di antaranya yang tidak mengetahui bahwa penulisan yang benar adalah ”Buddha” (dengan 2 huruf ’d’) bukan ”Budha” (dengan 1 huruf ’d’). Dan banyak hal lainnya.

Kesalahan atau kerancuan non-Buddhis terhadap dunia Buddhis dapat dimaklumi karena mungkin salah satunya adalah disebabkan kurangnya dialog antar agama, namun sangat memalukan jika ada yang mengaku sebagai umat Buddha justru tidak mengenal dunia Buddhis khususnya inti ajaran agama Buddha.[Bhagavant, 26/5/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: