Vihara Terbesar di Eropa Segera Dibuka

Buddhisme di EropaBhagavant.com,
Paris, Perancis – Sebuah vihara terbesar di Eropa yang kini dalam tahap penyelesaian akhir akan resmi dibuka di luar kota Paris di sebuah zona ramah lingkungan pada 22 Juni 2012.

Bangunan vihara yang dibangun dengan luas 8000 meter persegi tersebut dibangun di Bussy-Saint-Georges di wilayah Île-de-France di utara-tengah Perancis. Konstruksi bangunan terdiri dari kaca, kayu, batu alam, dan beton mentah berburik dengan atap berupa taman.

Vihara yang juga digunakan sebagai pusat kebudayaan Buddhis tersebut didesain oleh perusahaan arsitektur Frédéric Rolland dan menelan biaya sekitar 16 juta euro. Delapan puluh persen pembiayaan berasal dari Vihara Fo Guang Shan dari Taiwan dan sisanya berasal dari sumbangan dana.

Gambar Rancang Vihara di Bussy-Saint-Georges,Perancis
Gambar Rancang Vihara di Bussy-Saint-Georges,Perancis. Sbr: blog-habitat-durable.com

Tampak dari luar, bangunan vihara tesebut memiliki gaya yang netral, tidak nampak pernak-pernik Buddhis seperti stupa atau relief-relief bernuansa tradisional. Meskipun demikian, arsitektur bangunan vihara tersebut sangat terasa bergaya minimalis dengan mencerminkan semangat Zen saat di lihat dari dalam.

Dalam banguan vihara bertingkat tiga ini terdapat ruang untuk puja bakti, ruang meditasi, ruang konferensi, perpustakaan, kelas, ruang rapat, kantin, dan aula memorial.

Aula Puja Bakti
Bagian depan Aula Puja Bakti. Sbr: http://www.blog-habitat-durable.com/

Area vihara ini dibagi menjadi tiga bagian area. Bagian pertama tediri dari ruang masuk utama, aula ekshibisi, ruang kelas yang dapat digunakan untuk pelatihan kaligrafi, ruang minum teh dan restoran vegetarian. Bagian kedua terdiri dari aula puja bakti, ruang meditasi, dan aula memorial. Sedangkan bagian ketiga terdiri dari ruang-ruang kamar sebanyak 36 buah yang digunakan untuk para bhiksu dan tamu yang singgah pada waktu retret.

Selain itu terdapat pula empat ruang besar untuk puja bakti dengan kapasitas seribu orang dan dua selasar panjang yang menuju sekitar empat puluh kamar tidur yang dapat digunakan saat retret.

Pada aula utama terdapat rupang Buddha setinggi 5 meter dengan berat 8 ton yang terbuat dari giok putih yang berasal dari Birma.

“Rupang tesebut digali langsung dari sebuah gunung di Birma, dan kemudian diangkut ke pelabuhan Marseilles, yang pada saat itu terjadi aksi mogok,” kata Polly Rolland salah satu arsitek yang dikutip dari RFI. “Kami harus mengatur konvoi khusus, dan mengatur derek untuk meletakkan rupang Buddha ke dalam vihara sebelum menyelesaikan atap, karena rupang tersebut tidak akan muat melalui pintu.”

Pembangunan vihara yang didesain ramah lingkungan ini dimulai pada akhir tahun 2010. Vihara ini dibangun di sebuah area kompleks ramah lingkungan di Bussy-Saint-Georges yang juga terdapat gereja, masjid, dan sinagoga.[Bhagavant, 29/5/12, Sum]

Rekomendasikan:
Eropa