India

Kongregasi Buddhis Global 2011

Selasa, 29 November 2011

Buddhisme di IndiaBhagavant.com,
New Delhi, India – Lantunan paritta suci dikumandangkan oleh para bhikkhu mengawali pembukaan sebuah pertemuan sesi curah pendapat dari 800 delegasi yang terdiri dari pimpinan dan cendekiawan Buddhis dari 32 negara pada Minggu pagi (27/11) di New Delhi, India.

Pertemuan yang disebut dengan Kongregasi Buddhis Global dan dihadiri juga oleh beberapa Sangharaja tersebut diadakan dalam rangka merayakan Buddha Jayanti atau Sambodhiprapti (Pencapaian Pencerahan Sang Buddha) ke-2600 tahun, dan diadakan dari 27 sampai 30 November 2011.

Dengan membawa tema “Kebijaksanaan Bersama, Kesatuan Suara”, kongregasi yang diselenggarakan oleh Ashoka Mission ini berfokus pada bagaimana ajaran Sang Buddha melampaui ranah umum dari agama konvensional dengan memasukkan topik-topik seperti metafisika, filsafat, dan ilmu-ilmu fisika.

Fokus di atas berdasarkan pada tidak diragukannya lagi Buddhisme yang semakin dihargai oleh komunitas sains modern. Beberapa tahun terakhir telah terjadi dialog secara berkesinambungan antara para ilmuwan dan filsuf Buddhis, misalnya dialog mengenai konsep sebab musabab yang saling bergantungan, sebuah tema yang para cendekiawan ilmu-ilmu fisika sedang jelajahi untuk menjelaskan beberapa pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai sifat dasar materi.

Pembahasan dalam kongregasi tersebut meliputi:

  • Mendefinisikan bagaimana Buddhisme dapat secara positif berkontribusi untuk terciptanya perdamaian dan harmoni diantara agama dan komunitas, dan meminimalkan kerusakan lingkungan dan kesenjangan ekonomi, melalui ketanpakekerasan, ramah lingkungan dan model pembangunan yang berdasarkan pada prinsip-prinsip penghidupan benar.
  • Membangun hubungan yang erat antara beragam tradisi dan komunitas Buddhis dengan berbagi dan pertukaran pengetahuan dan kebijaksanaan, dan menciptakan sebuah kesatuan suara menentang kekerasan, ketidakadilan dan ketidakmoralitasan.
  • Mengembangkan sebuah forum interaktif untuk para cendekiawan dan praktisi melalui rencana aksi bersama yang mereka dapat tentukan yang bertujuan untuk mendorong perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di seluruh dunia
  • Mendorong peningkatan dialog antara komunitas sains modern dan tradisi-tradisi kontemplatif Buddhis, sehingga kemudian berarti melestarikan dan memajukan tradisi-tradisi Buddhis dan sains dalam diri mereka dapat ditemukan. Berdasarkan hal ini, membawa Kesadaran Penuh (Perhatian Penuh) ke dalam pendidikan akan menjadi sebuah titik fokus yang khusus.

Delegasi yang hadir dalam kongregasi yang di antara pembinanya adalah Y.M. Somdet Phra Nyanasamvara, Sangharaja Thailand dan Acharya S.N. Goenka, tersebut di antaranya berasal dari negara: India, Sri Lanka, Myanmar, Bhutan, Taiwan, China, Korea Selatan, Jepang, Rusia, Mongolia, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Singapura, Malaysia, Indonesia, Amerika Serikat, Perancis, Australia, Selandia Baru, Afrika, dsb.

Di akhir pertemuan, pada 30 November rencananya akan diadakan puja bakti bersama di Gandhi Smriti, perjalanan Dhamma Yatra dari Gandhi Smriti menuju Taman Nehru, dan penanaman bibit Pohon Bodhi.

Penanaman 3 buah bibit Pohon Bodhi yang berasal dari Bodh Gaya, Sravasti dan Anuradhapura (Sri Lanka) akan ditanam di Taman Nehru yang dilakukan oleh para Sangharaja.[Bhagavant, 29/11/11, Sum] Global Buddhist Congregation 2011

Kata kunci: ,
Penulis: