Amerika » Amerika Serikat » Amerika Utara » Pelayanan Buddhis

Menebar Buddhisme Dalam Penjara Federal

Rabu, 31 Desember 2008

Buddhisme di AmerikaBeaumont Enterprise,
Texas, Amerika Serikat – Suara gerbang penjara yang tertutup merupakan suatu hal yang berkesan khusus dan menentukan, menurut Bhante Kassapa, seorang bhikkhu yang melakukan perjalanan di penjara federal di Beaumont setiap minggu.

Tetapi dengan melewati pintu itu selama lebih dari setahun lalu, Bhante Kassapa telah melakukan pelayanan kepada sekelompok kecil narapidana yang berdedikasi yang ingin ikut serta di dalam sesi meditasi mingguan. Kelompok tersebut telah berkembang dalam jumlah dari sekitar tujuh menjadi sekitar 15 orang dan kadang lebih, demikian kata Bhante Kassapa, seorang bhikkhu kelahiran Amerika yang hidup dan berlatih di Vihara Buumon di Port Arthur.

“Saya tidak berpikir banyak dari mereka yang akan menjadi Buddhis sebelum mereka datang,” Bhante Kassapa.

Kata beliau, para tahanan memiliki banyak waktu untuk mengisi batin yang mendorong beberapa orang untuk menjelajah pemikiran-pemikiran dan keyakinan-keyakinan baru. Beliau mencatat, apapun keyakinannya sepertinya membuat penahanan lebih bermakna, tetapi beberapa orang telah menemukan bahwa tempat yang sunyi dapat mencerminkan sifat-sifat alami Buddhisme yang cocok bagi mereka.

“Kesunyian dan ketenangan ditemukan dalam Buddhisme,” kata beliau.

“Salah satu alasan yang saya pikirkan mengapa hal ini dapat berhasil bagi para narapidana adalah bahwa hal itu ada pada permulaan dimana Sang Buddha menarik diriNya keluar dari masyarakat untuk beberapa tahun saat dimana Beliau menemukan siapa diriNya, dan para narapidana di sini memiliki sebuah situasi yang sama.”

Bhante Kassapa mengatakan bahwa beliau menghadiri sebuah konferensi di Oregon dimana salah satu pembahasannya adalah Buddhisme dibalik penjara.

Di India, beliau mengatakan, para petugas menemukan bahwa dengan mendorong para narapidana untuk berlatih meditasi telah memberikan sebuah efek penenangan.

Studi-studi menemukan bahwa secara umum, para tahanan yang berlatih Buddhisme cenderung memiliki tingkat pesakitan yang rendah – kurang dari 40 persen dibandingkan dengan nilai rata-rata untuk populasi secara keseluruhan, kata Bhante Kassapa.

Pelayanan yang dimulai sekitar pukul 6.30 petang pada setiap hari Selasa, terdiri dari puja bakti, kelompok meditasi dan diskusi mengenai Dharma, panduan prinsip-prinsip keyakinan Buddhis.

Bhante Kassapa memperkirakan kemungkinan ada sekitar 20 sampai 25 persen pengunjung Vihara Buumon mempertimbangkan untuk beralihkeyakinan ke Buddhisme. Kontras dengan kemungkinan hanya satu atau dua narapidana di kelompok meditasi di penjara yang tidak tertarik dalam aspek-aspek spiritual dari sesi tersebut, kata Bhante Kassapa.

“Dalam tahun-tahun saya baru berada di sini (di Port Arthur), sekitar 15 orang telah menjadi Buddhis yang datang ke sini setiap saat,” kata beliau. “(Dalam penjara) benar-benar terbalik. Mereka benar-benar serius untuk menjadi seorang Buddhis.” [Colin Guy]

Kata kunci: ,
Penulis: