Asia Oseania » Asia Selatan » Ekosistem » India » Lingkungan Hidup

Pemakaman Buddhis Untuk Burung Bangau

Sabtu, 20 September 2008

Buddhisme dan Lingkungan HidupThe Telegraph,
Assam, India – Para umat Buddha dari desa Banglung Shyam di wilayah Karbi Anglong di Assam akan mengadakan sebuah upacara Śrāddha (penghormatan kepada yang mati/meninggal dalam istilah Hindu – Red) untuk ratusan burung bangau Asia yang mati di sana pada Senin malam.

Lebih dari 800 ekor burung dari jenis yang terancam punah mati ketika sebuah pohon banyan tua ratusan tahun di desa itu, dimana mereka bersarang, dahan-dahannya tumbang.

Dibyadhar Shyam, seorang petugas hutan dari desa tersebut, mengatakan bahwa para penduduk desa mempercayai bahwa pohon banyan dan burung-burung yang bersarang di atasnya adalah hal yang sakral.

“Kemarin kami telah membentuk kelompok keagamaan dan telah memutuskan untuk segera mengadakan upacara shradh masal bagi para burung. Kami berdiskusi dengan para pimpinan agama,” ia menambahkan.

Para petugas senior suaka alam bergegas menuju ke lokasi pada hari ini, tetapi mereka belum bisa memastikan jumlah dari burung-burung yang mati.

“Banyak burung yang tenggelam dalam kolam. Banyak bangkai burung yang masing menggantung di pohon ketika dahan besar pohon banyan tersebut tumbang. Jumlahnya bisa jadi di atas seribu,” kata seorang petugas di Chilonijan.

Pohon banyan tersebut adalah salah satu dari tiga pohon yang berada di dekat vihara di desa tersebut. Ribuan burung bangau Asia telah bersarang disana untuk bertahun-tahun. Ini adalah salah satu koloni terbesar dari spesies yang ada di Upper Assam setelah Majuli dan Taman Nasional Kaziranga.

Shyam mengatakan bahwa area tersebut telah dibersihkan dan dahan-dahan pohon telah dipotong kecil-kecil untuk membersihkan kekacauan ini. “Kami akan membuat papan peringatan di sekitar vihara dimana pohon banyan merupakan hal yang sangat sakral bagi komunitas kami,” tambahnya.

Burung-burung yang mati dikubur di area terdekat pada hari ini (17/9), termasuk 12 ekor yang mati dari 63 burung bangau yang dicoba diselamatkan di Pusat Rehabilitasi dan Konservasi Alam Liar (Centre for Wildlife Rehabilitation and Conservation / CWRC) tadi malam. Belasan masih dalam keadaan kritis.

Veterinarian CWRC, Prasanta Boro mengatakan bahwa beberapa burung yang terluka mungkin akan mati. “Banyak burung yang patah sayap dan kakinya. Kami sedang merawat mereka.”

Ia mengatakan burung-burung yang sembuh akan dilepas di dekat pohon dimana mereka bersarang, yaitu sekitar 100 km dari pusat rehabilitasi.

Seorang petugas hutan mengatakan ratusan burung terbang di sekitar arena tersebut hari ini, mungkin mencari anak-anak mereka. Ia menambahkan bahwa banyak burung yang terluka tergeletak di rawa-rawa terdekat.

Kata kunci: ,
Penulis: