Inilah Bhikkhu “Barat” Pertama di Luar Thailand yang Terima Gelar Kehormatan Raja
Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Raja Thailand memberikan gelar kehormatan kepada seorang bhikkhu “barat” kelahiran Inggris pada Minggu (12/7/2026).

Y.M. Ajahn Jayasaro, bhikkhu kelahiran Inggris yang menjalani kehidupan kebhikkhuan dalam Tradisi Hutan Thailand (Thai Forest Tradition) di bawah bimbingan Y.M. Ajahn Chah, resmi mencatat sejarah sebagai bhikkhu kelahiran luar negeri pertama yang dianugerahi gelar Somdet Phra Rachakhana, salah satu jenjang tertinggi dalam hierarki Sangha Thailand.
Pengangkatan tersebut dilakukan melalui dekret kerajaan yang diumumkan pada 12 Juli. Raja Maha Vajiralongkorn (Raja Rama X) memberikan kenaikan pangkat kepada delapan bhikkhu senior ke tingkat Somdet Phra Rachakhana, yaitu tingkat kedua tertinggi dalam struktur kepemimpinan Sangha Thailand yang terdiri atas sembilan jenjang. Posisi tersebut hanya berada satu tingkat di bawah Sangharaja.
Sebelum menerima gelar baru, Y.M. Ajahn Jayasaro menyandang nama kebhikkhuan resmi Phra Phrom Phatcharayanmuni. Dengan keputusan kerajaan tersebut, beliau kini bergelar Somdet Phra Maha Phatcharayanmuni.
Dalam pengumuman yang dimuat di Royal Gazette pada Selasa (14/7/2026), pemerintah Thailand menyatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keteladanan moral, dedikasi, serta kontribusi besar para penerima dalam memajukan agama Buddha.
Biografi Singkat Y.M. Ajahn Jayasaro
Y.M. Ajahn Jayasaro lahir di Inggris pada 1958 dengan nama Shaun Michael Chiverton. Ketertarikannya terhadap ajaran Buddha membawanya ke Thailand pada akhir 1970-an.
Pada 1978, beliau menjadi murid dari maestro meditasi Thailand, Y.M. Ajahn Chah (Phra Bodhinyanathera), di Vihara Nong Pah Pong, Provinsi Ubon Ratchathani.
Beliau ditahbiskan sebagai samanera pada awal 1980, kemudian menerima penahbisan penuh sebagai bhikkhu pada Juni 1980 dengan Y.M. Ajahn Chah sebagai upajjhaya (penahbis).
Setelah menyelesaikan lima tahun pembinaan keviharaan, Y.M. Ajahn Jayasaro menjalani praktik hidup mengembara di hutan dan bermeditasi secara menyendiri hingga berakhirnya masa Vassa pada 1986. Sejak itu, ia lebih banyak menetap di Vihara Pah Nanachat, vihara cabang internasional dari Vihara Nong Pah Pong.
Di Vihara Pah Nanachat, Y.M. Ajahn Jayasaro menjabat sebagai wakil kepala vihara pada periode 1986–1996, sebelum kemudian dipercaya sebagai kepala vihara dari 1997 hingga 2002.
Selama beberapa dekade terakhir, Y.M. Ajahn Jayasaro dikenal luas sebagai guru Dhamma yang memiliki pemahaman mendalam terhadap ajaran Buddha. Ia aktif menyebarkan Dhamma, baik di Thailand maupun di berbagai negara, melalui ceramah, retret meditasi, serta karya tulis.
Atas kontribusinya tersebut, pada 2011 ia menerima gelar doktor kehormatan di bidang Komunikasi Buddhis dari Universitas Mahachulalongkornrajavidyalaya. Pada 2020, Raja Vajiralongkorn menganugerahkan kewarganegaraan kehormatan Thailand kepada beliau sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya terhadap agama Buddha.
Empat tahun kemudian, pada 2024, beliau diangkat ke jenjang Wakil Somdet Phra Rachakhana dengan gelar Phra Phrom Phatcharayanmuni, sebelum akhirnya memperoleh gelar Somdet pada tahun ini.
Selain dikenal sebagai guru meditasi, Y.M. Ajahn Jayasaro juga merupakan penulis produktif. Ia telah menerbitkan sejumlah buku tentang ajaran Buddha dalam bahasa Thailand maupun bahasa Inggris. Salah satu karya terkenalnya adalah Uppalamani, yang mengulas secara mendalam kehidupan dan ajaran Y.M. Ajahn Chah.[Bhagavant, 24/7/26, Sum]
