Indonesia » Sosial

Jelang Akhir Tahun 3 Vihara di Jawa Tengah Dapat Pojok Baca

Minggu, 6 Januari 2019

Bhagavant.com,
Jawa Tengah, Indonesia – Ketika ilmu pengetahuan menjadi tuntutan utama dari kemajuan seseorang, meningkatkannya menjadi suatu keharusan.

Pembuatan rak lemari untuk pojok baca di Vihara Eka Sasana Surya, Temanggung.
Pembuatan rak lemari untuk pojok baca di Vihara Eka Sasana Surya, Temanggung. Foto: Dasasila

Salah satu upaya meningkatkan ilmu pengetahuan adalah dengan meningkatkan minat baca. Dengan membaca lebih banyak, seseorang akan mendapatkan pengetahuan yang bermanfaat.

Menjelang akhir tahun 2018 kemarin, tiga vihara di Jawa Tengah yaitu Vihara Giri Surya di Kabupaten Gunungkidul; Vihara Eka Sasana Surya dan Vihara Dhamma Panna di Kabupaten Temanggung, mendapatkan pojok baca, sebuah sarana untuk membaca.

Pojok baca tersebut disediakan oleh Dasasila, salah satu organisasi Buddhis yang kembali menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk “Teman Dasasila” pada tanggal 21-26 Desember 2018.

Seperti kegiatan sebelumnya, penyediaan pojok baca tetap menjadi fokus utama kegiatan itu. Selain itu kegiatan juga dilengkapi dengan rangkaian acara lainnya, seperti: sosialisasi pendidikan tinggi, pelatihan kreasi kerajinan, dan pelatihan smart-parenting. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan semangat anak-anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang pendidikan tinggi.

“Berkat dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Dasasila telah menyediakan 7 pojok baca di 7 desa, hingga akhir tahun 2018 ini.” kata Yudithia, selaku Ketua Umum Dasasila, seperti dalam rilis berita yang diterima Bhagavant.com, Jumat (28/12/2018).

“Membuka akses ilmu pengetahuan bagi umat Buddhis di pedesaan merupakan salah satu tujuan utama dari penyedian pojok baca di vihara setempat,” tambahnya.

Pada program kegiatan sosial berkelanjutan kali ini, organisasi tersebut mengadakan berbagai permainan menarik bagi anak-anak usia TK, yaitu kreasi kerajinan “menempel landak”. Aktivitas lainnya yaitu: kreasi kerajinan bubur kertas dan pembuatan roket sederhana bagi anak-anak usia SD dan SMP. Peralatan dan materi kegiatan serta pendampingannya difasilitasi dan dipersiapkan secara langsung oleh tim Dasasila. Bagi anak usia SMA, diskusi terkait minat dan bakat serta berbagi pengalaman bersama mengenai cita-cita dan harapan mereka di masa depan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan semangat anak usia SMA untuk melanjutkan pendidikan yang ke jenjang yang lebih tinggi sesuai potensi dan bakat yang mereka miliki.

Organisasi tersebut juga mengadakan pelatihan smart-parenting kepada orang tua, dengan fokus mengenal karakter anak sejak dini. Pada kesempatan kali ini, diangkat tiga tema berbeda di ketiga vihara, yaitu: “Bahasa Cinta” di Vihara Giri Surya; “Pentingnya Penggunaan Bahasa Dini bagi Anak” di Vihara Eka Sasana Surya; dan “Tahapan Perkembangan Anak” di Vihara Dhamma Panna. Selanjutnya, sebagai penutup dan puncak kegiatan, Pojok Baca yang telah dipersiapkan oleh Tim Dasasila diresmikan bersama oleh masing-masing perwakilan pengurus vihara.

Dasasila adalah organisasi Buddhis yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan dan kesetaraan umat Buddha di pedesaan, melalui penerapan Dhamma secara universal. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Dasasila mencoba untuk menyediakan akses ilmu pengetahuan di berbagai desa Buddhis dengan berbasis kearifan lokal yang telah ada.

Hingga kini sejak November 2017, Teman Dasasila telah diselenggarakan di 7 desa berbeda, yaitu: Desa Tlogowungu, Temanggung; Desa Merden, Banjarnegara; Desa Plandi, Banyumas; Desa Jagabaya, Parungpanjang; Desa Wiloso, Gunungkidul; Desa Pencar, Temanggung; dan Desa Kalimanggis, Temanggung.[Bhagavant, 6/1/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: