Rusia

Buddhis Rusia Adakan Puja Bakti Khusus Korban Bom St. Petersburg

Minggu, 9 April 2017

Bhagavant.com,
Saint Petersburg, Rusia – Buddhis Rusia mengadakan puja bakti khusus untuk korban meninggal dan terluka akibat ledakan bom di stasiun kereta bawah tanah di Saint Petersburg, Rusia.

Vihara Gunzechoinei di Saint Petersburg, Rusia.
Vihara Gunzechoinei di Saint Petersburg, Rusia. Foto: wikipedia.org

Pekan lalu (3/4/2017), sebuah ledakan bom bunuh diri mengguncang stasiun kereta bawah tanah di Saint Petersburg yang mengakibatkan setidaknya 14 orang tewas dan melukai lebih dari 50 orang lainnya. Diberitakan oleh media Rusia , warga Rusia naturalisasi kelahiran Kirgizstan yang diduga sebagai pelaku serangan tersebut memiliki hubungan dengan kelompok Islam radikal.

Salah satu komunitas Buddhis yang tergabung dalam Sangha Tradisi Buddhis Rusia yang dipimpin oleh Pandito Khambo Lama Ke-24 Damba Badmayevich Ayusheev, melalui jaringan media sosial menyatakan pesan turut berkabung atas peristiwa tersebut. Dalam pesannya tersebut juga mengumumkan puja bakti untuk para korban diselenggarakan di setiap vihara Sangha Rusia.

Vihara Gunzechoinei, vihara terbesar di Saint Petersburg menyelenggarakan puja bakti khusus dengan pelafalan yurool (ЮРООЛ), yang berisi harapan baik bagi para korban meninggal agar terlahir kembali di alam yang lebih baik.

Selain itu, pada hari Selasa (4/4/2017) atau hari ke-8 bulan ketiga kalender lunar yang menurut kepercayaan Buddhis Tibet sebagai hari besar Buddha Bhaiṣajyaguru (Buddha Penyembuhan), pelafalan sutra dan mantra dilakukan untuk mempercepat kesembuhan mereka yang terluka karena peristiwa itu.

Lama Shirete Jampa Donyed yang telah menjadi kepala Vihara Gunzechoinei sejak tahun 1997, mengungkapkan simpatinya kepada para keluarga korban.

“Kita tidak memahami orang yang telah mampu melakukan ledakan yang mengerikan seperti itu,” katanya seperti yang dilansir situs Sangha Russia, Selasa (4/4/2017).

“Ini merupakan tindakan yang benar-benar tidak manusiawi dan kurangnya memahami esensi dari konsep-konsep seperti ‘kebajikan’ dan ‘non-kebajikan’. Peristiwa semacam itu menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk meningkatkan spiritualitas, moralitas, kebaikan, dan kasih sayang dalam masyarakat.”[Bhagavant, 9/4/17, Sum]

Kata kunci:
Penulis: