Thailand

Y.M. Somdet Phra Maha Muniwong Resmi Jadi Sangharaja Thailand Ke-20

Minggu, 12 Februari 2017

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Penobatan Sangharaja Thailand Ke-20 berlangsung di Vihara Phra Kaew (Wat Phra Kaew), Bangkok, pada hari Minggu (12/2/2017) dalam sebuah upacara kerajaan yang dipimpin oleh Raja Thailand Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun.

Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (kanan) menuangkan air ke dalam telapak tangan Y.M. Somdet Phra Maha Muniwong dalam upacara pembasuhan di dalam rangkaian upacara penobatan Sangharaja Thailand Ke-20, Minggu (12/2/2017).
Raja Thailand Maha Vajiralongkorn (kanan) menuangkan air ke dalam telapak tangan Y.M. Somdet Phra Maha Muniwong dalam upacara pembasuhan di dalam rangkaian upacara penobatan Sangharaja Thailand Ke-20, Minggu (12/2/2017). Foto: Facebook National Office of Buddhism.

Sehari setelah perayaan Hari Magha Puja 2560 EB, Raja Maha Vajiralongkorn hadir di Vihara Phra Kaew yang juga dikenal dengan Vihara Buddha Zamrud, untuk penobatan Y.M. Somdet Phra Ariyavangsagatayana Ambara Mahathera (Somdet Phra Maha Muniwong) sebagai Sangharaja Thailand Ke-20. Vihara-vihara di seluruh Thailand juga ikut merayakan penobatan tersebut.

Seperti yang dilaporkan Bangkok Post, Minggu (12/2/2017), Raja Maha Vajiralongkorn memilih kepala Vihara Rajabopit Sathitmahasimaram Rajaworavihara tersebut sebagai Sangharaja yang baru pada hari Selasa (7/2) setelah amendemen Undang-Undang Sangha disahkan oleh Dewan Perwakilan Nasional pada 29 Desember 2016 yang lalu.

Amendemen tersebut memberikan hak kepada Raja untuk menetapkan nama seorang bhikkhu paling senior (dalam gelar) sebagai Sangharaja, dan mengakhiri wewenang Dewan Tertinggi Sangha Thailand (Mahathera Samakhom) dalam mengajukan nominasi seorang bhikkhu sebagai Sangahraja.

Y.M. Somdet Phra Maha Muniwong, pada hari Jumat (10/2), menerima undangan dari Kantor Perdana Menteri yang disampaikan oleh Menteri Ormsin Chivapruck untuk menghadiri upacara penobatan yang berlangsung pukul 17.00 waktu setempat.

Pada akhir acara penobatan, genta kerajaan yang tergantung di atas sebuah menara tinggi di aula puja utama Vihara Phra Kaew berdentang sebanyak 20 kali untuk menyambut Sangharaja yang baru. Genta yang terbuat dari kuningan tersebut jarang dibunyikan dan hanya dibunyikan selama upacara kerajaan yang khusus.

Para bhikkhu bersama umat melakukan puja bakti menyambut penobatan tersebut. Dan vihara-vihara di seluruh Thailand membunyikan gentanya masing-masing secara bersamaan.

Sangharaja Thailand merupakan pemimpin dari seluruh anggota bhikkhu sangha yang bertugas mengawasi seluruh anggota Buddhis Theravada Thailand baik dari tradisi Dhammayuttika Nikaya dan Maha Nikaya, serta Mahayana yang merupakan tradisi minoritas di Thailand.[Bhagavant, 12/2/17, Sum]

 

Kata kunci:
Penulis: