Ekosistem » Thailand

Dokter: Harimau Tak Berniat Lukai Kepala Vihara Harimau

Rabu, 27 Mei 2015

Bhagavant.com,
Kanchanaburi, Thailand – Kepala Vihara Pha Luang Ta Bua atau dikenal dengan Vihara Harimau di distrik Saiyok, Provinsi Kanchanaburi, terluka parah setelah seekor harimau mencakar dan menggigit lengannya, pada Sabtu pekan lalu.

Luang Ta Jan (kanan) , kepala Vihara Harimau, teluka parah oleh seekor harimau jantan, Sabtu (23/5/2015).
Luang Ta Jan (kanan) , kepala Vihara Harimau, teluka parah oleh seekor harimau jantan, Sabtu (23/5/2015). Foto: thairath.co.th

Y.M. Phrawisutthisarathen (Phoosit Khantitharo) atau Luang Ta Jan, 64, perlu mendapat operasi yang berlangsung selama empat jam untuk menyembuhkan luka dan tangannya yang patah.

Seperti yang dilansir Thai Visa News, Sabtu (23/5/2015), petugas Vihara Pha Luang Ta Bua mengatakan bahwa kepala vihara sedang membawa jalan-jalan seekor harimau jantan, yang berusia sekitar tujuh hingga delapan tahun, pada pukul 13.30 ketika peristiwa itu terjadi.

Harimau itu mencakar wajah Luang Ta Jan, menyebabkan luka besar dari dahi hingga ke mulutnya. Harimau itu juga menggigit sekali lengan kanan Luang Ta Jan dan melepaskannya.

Harimau tersebut tampaknya ketakutan ketika Luang Ta Jan menarik tali di lehernya. Luang Ta Jan dilarikan ke rumah sakit distrik sebelum ia dilarikan ke Rumah Sakit Thanakarn.

Kepala Rumah Sakit Thanakarn, dr. Sahathep Sawarngnet mengatakan kepada AFP bahwa serangan harimau tersebut tidak disengaja, hal itu terjadi karena dipicu terpeleset dan jatuhnya Luang Ta Jan saat membawa dan menarik harimau tersebut dengan tali pengekang.

“Harimau itu sama sekali tidak bermaksud untuk menyerang, hanya saja seperti seekor kucing kukunya dengan cepat menggores ketika ia (Luang Ta Jan) jatuh,” kata dr. Sahathep mengisahkan kembali apa yang diceritakan Luang Ta Jan, seperti yang dilansir AFP, Selasa (26/5/2015).

“Jika itu adalah benar-benar sebuah serangan, wajahnya akan terkoyak – tapi ini hanya ada garis cakaran dari dahi ke bibirnya,” kata dokter itu, menambahkan bahwa Luang Ta Jan mengalami patah gigi dan lengan ketika ia jatuh ke tanah.

Menurut dr. Sahathep, harimau jantan bernama Hern tersebut memiliki berat 300 kilogram dan telah berada di vihara tersebut selama tujuh tahun.

Luang Ta Jan kini dalam tahap pemulihan dan kemungkinan akan keluar dari rumah sakit pada akhir pekan ini, kata dokter tersebut kepada AFP, dengan menambahkan bahwa Luang Ta Jan hanya menjalani perawatan intensif sebagai tindakan pencegahan karena permasalahan jantung sebelumnya, untuk mengecilkan keparahan cederanya.

Belakangan ini Vihara Pha Luang Ta Bua atau dikenal dengan Vihara Harimau, menjadi bahan pembicaraan kontroversi karena diisukan memiliki masalah dengan perlakuan buruk terhadap hewan yang terancam punah tersebut serta adanya perdagangan satwa liar.

Pada 12 Januari 2015, Departemen Taman Nasional, Konservasi Margasatwa dan Tanaman Thailand (DNP) telah melakukan inspeksi mendadak ke vihara tersebut untuk menyelidiki perlakukan buruk pada harimau dan menyelidiki keberadaan jaringan yang diduga melakukan perdagangan satwa liar. Namun departemen tersebut menyatakan vihara tersebut bersih dari perlakuan buruk yang dimaksud. Pada 24 April 2015 DNP setuju untuk mengizinkan vihara untuk terus merawat harimau tersebut.

Pada Senin (25/5/2015), petugas DNP, Somsak Poopet mengatakan kepada kepada AFP bahwa DNP masih mempertimbangkan untuk menerbitkan aturan baru bagi vihara tersebut termasuk untuk menyita harimau dan melarang para bhikkhu untuk menempatkan mereka di dalam pertunjukkan.

Vihara Luang Ta Bua menerima anak harimau pertama yang ditemukan oleh para warga, dan hingga Juli 2014 jumlah harimau di vihara tersebut menjadi 135 ekor.[Bhagavant, 27/5/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: