Eropa » Seni dan Budaya

Kisah Jataka dalam Bahasa Polandia

Senin, 17 Oktober 2011

Buddhisme di EropaIANS,
Warsawa, Polandia – Polandia pada dasarnya merupakan sebuah negara Katolik, namun ketertarikan dalam kesusastraan Buddhis belakangan ini telah berkembang dengan dua alasan. Pertama, ada kepopuleran yang besar dari pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, dan yang kedua terjemahan kesusastraan Buddhis ke dalam bahasa Polandia – yang baru-baru ini adalah kisah-kisah Jataka.

Di antara para penerjemah terkemuka adalah Janusz Krzyzowski yang telah selama lima tahun terakhir menghasilkan lima karya-karya monumental dan sangat berpengaruh pada kesusastraan Buddhis. Buku terakhirnya, “Girlanda Dzatak” (Jataka) dirilis pada Sabtu (9/10) di Kantor Perwakilan India oleh Duta Besar India, Monika Kapila Mohta, di hadapan para tokoh sastra Polandia dan India terkemuka.

Duta Besar Mohta yang mengucapkan selamat kepada sang penulis, mengatakan,”Ini merupakan sebuah pengabdian besar kepada Buddhisme dan peradaban India dimana Janusz dengan upayanya yang besar telah membawa karya unik ini kepada masyarakat Polandia.

“Dalam masa koeksistensi antar budaya ini, sebuah pemahaman terhadap tiap-tiap kesusastraan filsafat kebudayaan lain adalah sangat penting bagi umat manusia. Buku ini akan membuat lebih banyak lagi jembatan terhadap pemahaman universal. Inilah saatnya kita menerbitkan masing-masing kesusastraan, sejarah dan filsafat lain dalam bahasa yang berbeda-beda.”

“Ini merupakan benar-benar suatu kehormatan untuk membaca terjemahan dari kesusastraan besar dari Timur. Terjemahan Janusz telah membuka lebih banyak lagi pintu bagi kita untuk memahami nuansa dari teks-teks kuno,” tambah Boguslaw Zakrzewski, seorang penerjemah terkemuka dan mantan duta besar Polandia untuk Thailand dimana ia telah mempelajari kesusastraan Buddhis di pertengahan 1970-an.

Krzyzowski telah sangat aktif dalam menerjemahkan kesusastraan oriental ke dalam bahasa Polandia selama 15 tahun terakhir. Selain para penyair Persia, seperti Maulana Rumi, Omar Khayyam dan Hafiz, ia telah menerjemahkan Mir Taqi Mir, Mirza Ghalib, Firaq Gorakhpuri, Faiz Ahmad Faiz dan banyak lainnya dengan bantuan Surender Bhutani, seorang penyair dan sejarawan Urdu yang tinggal di Warsawa. Secara bersama mereka menghasilkan enam volume puisi Urdu dan Sufi dalam enam tahun terakhir.

Ketertarikan masyarakat Polandia dalam kesusastraan Buddhis juga telah berkembang karena kepopuleran Dalai Lama, yang telah mengunjungi Polandia sebanyak empat kali dalam lima tahun belakangan ini. Beliau telah mengembangkan sebuah persamaan yang luar biasa dengan masyarakat dan para pemimpin Polandia, seperti halnya Lech Walesa.[IANS, 10/10/11, tr: Sum]

Penulis: