Asia Oseania » Asia Tenggara » Indonesia » Kesenian » Seni dan Budaya

Jejak Peradaban, Pergelaran Seni ”King Asoka”

Seni dan Budaya BuddhisBhagavant.com,
Magelang, Jawa Tengah, Indonesia – Sebuah pergelaran seni tari bernuansa Buddhis diadakan di taman Lumbini kompleks Candi Agung Borobudur, Kabupaten Magelang. Pergelaran seni tari yang berjudul Trail of Civilization (ToC) The Journey of Buddha ”King Asoka” tersebut dibawakan oleh perwakilan enam negara sebagai Deklarator Borobudur 2006, yaitu Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Indonesia. Dalam sendratari tersebut mereka mencoba mengangkat perjalanan agama Buddha dari kehidupan Sang Buddha sampai masa kehidupan Raja Asoka.

Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono beserta ibu negara, turut menikmati pergelaran ToC. Ditempat yang sama tahun lalu mereka juga menyaksikan pagelaran yang sama, sekaligus peluncuran buku ToC dan diberikan keenam negara yang memiliki candi-candi Buddhis.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa keenam negara memiliki kesamaan peradaban dan budaya. Setidaknya hal itu dapat dilihat dari peninggalan sejarah candi, Bagan di Myanmar, Angkorwat di Kamboja, Ayyuthaya di Thailand, Hue di Vietnam, Pha That Luang di Laos dan Borobudur di Indonesia. ”Kesamaan itu dapat memperkokoh persahabatan antar bangsa dan meningkatkan kerjasama di bidang pariwisata, agama dan budaya,” katanya.

Pergelaran Trail of Civilization – The Journey of Buddha ”King Asoka” yang juga dihadiri oleh utusan dari negara India, China, Jepang, Korea, dan Sri Lanka, diawali dengan sebuah tarian yang berjudul ”Enlightment” atau Pencerahan dari negara Laos. Dalam tarian tersebut diperagakan saat-saat Sang Buddha mencapai Pencerahan Sempurna yang menjadi awal dari munculnya agama Buddha.

Kemudian pergelaran dilanjutkan dengan tarian Angulimala Jataka. Sebuah tarian yang mengisahkan pertemuan Sang Buddha dengan seorang pembunuh berantai bernama Angulimala yang telah membunuh orang demi mendapatkan jari manusia. Ketika ia berhasil memotong 999 jari dan bermaksud memotong jari ibunya, Sang Buddha berhasil menundukkan Angulimala serta menjadikan ia siswa-Nya. Tarian ini dibawakan oleh penari asal Vietnam.

Para penari asal Indonesia sendiri mempersembahkan sebuah tarian yang berjudul ”King Asoka” sebuah tarian yang memperagakan kisah dari seorang raja India dari kekaisaran Maurya (273-232 SM) yaitu Raja Asoka. Saat diawal kekuasaannya, Raja Asoka adalah seorang raja yang kejam, namun setelah ia mengenal agama Buddha, ia menjadi raja yang penuh cinta kasih yang menaklukkan dan mempersatukan India kuno tanpa menggunakan pedang dan peperangan, tetapi dengan semangat cinta kasih. Dan kisah Raja Asoka ini sudah selayaknya menjadi panduan bagi negara-negara di dunia ini untuk menciptakan dunia yang lebih damai.


Kategori: Asia Oseania,Asia Tenggara,Indonesia,Kesenian,Seni dan Budaya
Kata kunci: , , , , , , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: