Pemimpin Vihara Gandan Mongolia Disambut Paus dalam Audiensi Pribadi di Vatikan
Bhagavant.com,
Vatikan – Pemimpin Vihara Gandantegchinlen di Mongolia menghadiri audensi pribadi dengan Paus Leo XIV di Vatikan pada 26 Oktober 2026 lalu.

Pertemuan antara Y.M. Geshe Lharampa D. Javzandorj, pemimpin Vihara Gandantegchinlen di Mongolia ini menambah panjang rangkaian komunikasi antara Gereja Katolik dan para tokoh Buddhis Mongolia.
Y.M. Geshe Lharampa D. Javzandorj adalah Khamba Nomun Khan (pimpinan tertinggi) ke-30 sekaligus kepala Vihara Gandantegchinlen, yang lebih dikenal sebagai Vihara Gandan.
Kardinal Marengo mengatakan pihaknya sangat bersyukur atas dialog dan kerja sama yang terjalin antara Gereja Katolik dan komunitas Buddhis di Mongolia.
Dalam audiensi itu, Y.M. Geshe Lharampa D. Javzandorj menghadiahkan sebuah lukisan karya para seniman dari pengrajin seni figuratif Vihara Gandan. Menurut Marengo, lukisan tersebut menampilkan sosok “Orang Tua yang Bijak”, simbol umur panjang dan kearifan, yang dikelilingi empat hewan sebagai lambang keberagaman yang justru memperkuat. Ia menilai cendera mata itu mencerminkan semangat bersinergi demi kesejahteraan masyarakat dan perdamaian dunia.
Ini adalah audiensi kepausan ketiga bagi delegasi Buddhis Mongolia. Kepausan yang dipimpin Paus Fransiskus, pertama kali menerima mereka pada Mei 2022, bertepatan dengan peringatan 30 tahun hubungan diplomatik Mongolia dan Vatikan. Pada Januari 2025, Paus Fransiskus kembali bertemu dengan Y.M. Geshe Lharampa D. Javzandorj dan Kardinal Marengo.
Hubungan itu terus terjalin pada masa-masa sulit. Saat Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit pada awal 2025, Y.M. Geshe Lharampa D. Javzandorj mengirim pesan dukungan. Atas permintaan Presiden Mongolia Ukhnaagiin Khürelsükh, ia juga memimpin pembacaan teks-teks suci untuk kesembuhan Paus Fransiskus.
Setelah Paus Fransiskus wafat, Vihara Gandan menggelar puja untuk mengenangnya. Pada Oktober 2025, para bhiksu Mongolia berangkat ke Roma untuk menghadiri peringatan 60 tahun Nostra Aetate, deklarasi Konsili Vatikan Kedua tentang hubungan Gereja Katolik dengan agama-agama non-Kristen.
Y.M. Geshe Lharampa D. Javzandorj lahir pada 1980. Ia mulai menjalani kehidupan biara di Mongolia, lalu berangkat ke India pada 1998 untuk belajar di Kolese Gomang, Vihara Drepung. Ia ditahbiskan sebagai bhiksu penuh pada 2001.
Pada 2017 ia meraih gelar geshe lharampa, jenjang akademik tertinggi dalam tradisi Gelug Agama Buddha tradisi Tibet, setelah menempati peringkat pertama di antara sekitar 1.000 peserta. Ia kemudian memperdalam tantra di Viara Gyuto dan dilantik sebagai kepala Viara Gandan pada November 2023.
Viara Gandantegchinlen berdiri pada paruh pertama abad ke-19 dan berperan penting dalam menghidupkan kembali Agama Buddha di Mongolia setelah transisi demokrasi 1990. Kini vihara itu menaungi tiga kolese filsafat, sejumlah kolese ritual, dan Universitas Buddha Mongolia.
Agama Buddha masih menjadi agama yang paling banyak dianut di Mongolia. Konstitusi 1992 memang memisahkan agama dari negara, tetapi hukum Mongolia mengakui “posisi dominan” Buddhisme dalam tradisi budaya dan sejarah negeri itu.
Usai audiensi, Y.M Javzandorj dan kardinal Marengo bertolak ke Assisi untuk mengikuti pertemuan lintas agama dalam rangka 40 tahun Hari Doa Perdamaian Sedunia, yang pertama kali digagas Paus Yohanes Paulus II pada 1986.[Bahgavant, 7/11/26, Sum]
