AmerikaAmerika SerikatSeremonial

Perwakilan Buddhis Rayakan Vesak ke-5 di Gedung Putih

Bhagavant.com,
New York, Amerika Serikat – Perwakilan Buddhis di Amerika Serikat merayakan Hari Vesak 2570 EB / 2026 di Gedung Putih pada Kamis (11/6/2026).

Perwakilan Buddhis Rayakan Vesak ke-5 di Gedung Putih
Perwakilan tokjoh Buddhis Rayakan Vesak ke-5 di Gedung Putih. Foto: Phapnhan.org

Gedung Putih menggelar perayaan Vesak (Waisak) tahunan pada 11 Juni 2025, melanjutkan tradisi yang dimulai sejak 2021 dengan menghadirkan para pemimpin agama dan praktisi Buddhis dari berbagai tradisi di Amerika Serikat.

Perayaan ini digelar setelah jutaan umat Buddha di seluruh dunia memperingati Vesak sebagai momen kelahiran Pangeran Siddhartha, pencerahan Petapa Gautama, dan wafatnya Buddha Gotama.

Presiden International Buddhist Association of America (IBAA), Wangmo Dixey, mengatakan peringatan tahun ini mempertemukan 26 delegasi dan pemimpin Buddha dari berbagai wilayah di Amerika Serikat. Mereka berasal dari tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana, serta mewakili komunitas Buddhis Thailand, Myanmar, Taiwan, Tibet, Kamboja, Sri Lanka, Korea, Jepang, dan Vietnam.

“Pertemuan tahun ini memperingati kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha,” kata Dixey, yang turut memimpin perayaan Vesak di Gedung Putih bersama White House Faith Office.

Dalam sambutannya, Dixey menilai Agama Buddha kini menjadi bagian penting dari kehidupan beragama di Amerika Serikat. Ia menyebut jutaan umat Buddha dan ribuan vihara, pusat pembelajaran, serta komunitas Buddhis telah berperan dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Buddha di negara tersebut.

Menurut Dixey, meski berasal dari latar budaya, bahasa, dan tradisi yang berbeda, komunitas Buddhis memiliki tujuan yang sama, yakni menjunjung kebijaksanaan, welas asih, perdamaian, dan saling pengertian.

“Di tengah dunia yang penuh perpecahan dan ketidakpastian, ajaran Buddha mengingatkan bahwa perdamaian sejati bermula dari hati manusia, lalu meluas ke keluarga, komunitas, dan masyarakat,” ujarnya.

Perayaan Vesak di Gedung Putih tahun ini juga dinilai mencerminkan meningkatnya pengakuan terhadap tradisi budaya dan spiritual Buddhis di Amerika Serikat. Acara itu sekaligus menjadi wadah untuk mendorong perdamaian, kasih sayang, dan dialog lintas agama.

Mewakili Presiden Amerika Serikat, penasihat spiritual presiden sekaligus penghubung hubungan antaragama, Paula White, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Waisak di Gedung Putih. Ia juga menyoroti kontribusi Buddhisme dalam kehidupan sosial di AS serta berharap nilai welas asih, anti-kekerasan, dan perdamaian dapat membantu mewujudkan dunia yang lebih manusiawi.

Rangkaian acara mencakup ritual penyalaan lilin sebagai penghormatan kepada Buddha Gautama dan simbol pencerahan. Setelah itu, para bhikkhu/bhiksu dari tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana memimpin puja bersama untuk perdamaian dunia.

Dalam pernyataannya kepada BDG, Dixey menilai perayaan tahun ini memiliki makna khusus karena berlangsung bertepatan dengan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.

Ia mengatakan kehadiran para pemimpin Buddha di Gedung Putih menunjukkan bahwa ajaran Dharma tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga tetap relevan dalam membimbing masyarakat menuju kesadaran, welas asih, dan tanggung jawab sosial.

Berdasarkan data Pew Research Center 2023–2024, umat Buddha mencakup sekitar 1 persen dari total populasi Amerika Serikat yang hampir mencapai 335 juta jiwa. Meski mayoritas umat Buddha di AS berasal dari keturunan Asia, ajaran ini kini juga dianut oleh masyarakat dari berbagai latar belakang etnis dan budaya.[Bhagavant, 21/6/26, Sum]

Rekomendasikan: