Asia Oseania » Asia Selatan » India

Dalai Lama XIV Akui Ada Konflik Agama

Rabu, 30 Juni 2010

Yang Mulia Dalai Lama XIVBhagavant.com,
Dharamsala, India – Sebuah wawancara eksklusif dengan Yang Mulia Dalai Lama XIV dilakukan oleh pembawa berita senior Indonesia, Desi Anwar, di kediaman Dalai Lama di Dharamsala, India.

Wawancara yang telah dilakukan pada akhir tahun lalu itu, baru disiarkan oleh Metro TV pada Sabtu lalu (26/6) dalam program acara “Face 2 Face with Desi Anwar”.

Untuk menuju Dharamsala dan mewawancarai Yang Mulia Dalai Lama XIV, Desi Anwar bersama rekan dan pemandunya, Fotografer Rio Helmi, terbang dengan pesawat dari New Delhi, India, menuju Kangra, sebuah distrik berjarak 15 km atau 1 jam perjalanan dari Dharamsala.

Sehari sebelum wawancara, Yang Mulia Dalai Lama XIV menghadiri sebuah upacara perayaan peringatan ke-20 tahun wafatnya Panchen Lama X, dimana Desi Anwar juga ikut menyaksikan upacara tersebut.

Bertempat di ruang kerja Yang Mulia Dalai Lama XIV dengan berlatar belakang rupang Chenrezig (Avalokitesvara), wawancara dilakukan dengan diawali pemberian selendang kata oleh Desi Anwar kepada Yang Mulia Dalai Lama XIV.

Di antara banyak permasalahan yang dibahas dalam wawancara eksklusif tersebut adalah mengenai persamaan dalam keragaman, belas kasih, kekerasan, konflik agama, lingkungan hidup serta hari kiamat.

“Siapakah Anda sebenarnya?” Tanya Desi di sela-sela pembicaraan mengenai persamaan dalam keragaman.

Menjawab pertanyan tersebut Dalai Lama menjelaskan bahwa beliau dalam hal agama adalah seorang Buddhis, dalam hal dari mana asalnya, beliau adalah orang Asia, orang Tibet, dan orang Amdo di timur laut Tibet.

“Selama menghadapi kesulitan ini, saya tidak pernah kehilangan harapan dan keyakinan saya atau rasa percaya diri,” demikian jelas Yang Mulia mengenai dirinya dalam menghadapi kesulitan yang ada di dalam kehidupan beliau.

Dalai Lama juga mengakui adanya beberapa konflik di dunia termasuk beberapa konflik agama yang terjadi belakangan ini. Namun beliau dengan penuh optimis mengatakan bahwa kedepannya dunia akan menjadi lebih aman dan lebih baik, asalkan tetap harus ada kerja keras untuk menciptakannya.

“Beberapa konflik bukanlah karena agama, tapi kepentingan lain, kepentingan ekonomi, kekuasaan, hanya itu. Kemudian dalam beberapa kasus, saya pikir, akibat perbedaan keyakinan agama,” ujar Yang Mulia.

Dalam pesannya untuk masyarakat Indonesia, Dalai Lama mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara yang mayoritas Muslim dan memiliki sejarah yang panjang, bisa memberikan kontribusi yang efektif untuk kedamaian dan kerukunan di antara pemeluk agama.

Selain mewawancarai Dalai Lama, Desi Anwar juga mengunjungi Institut Norbulingka, sebuah institut untuk pelestarian kebudayaan Tibet di pengasingan.[Sum]

Catatan:
Desi Anwar adalah seorang presenter berita senior terpandang di Indonesia. Ia berkerja bergabung dengan stasiun berita pertama di Indonesia, Metro TV, pada 2001.

Kata kunci: , , ,
Penulis: