Amerika Serikat

Wanita Ditangkap, Diduga Bakar Pusat Meditasi Zen di AS

Bhagavant.com,
California, Amerika Serikat – Pihak berwenang Monterey County, California, resmi menahan seorang wanita berusia 36 tahun yang diduga kuat menjadi dalang di balik pembakaran Tassajara Zen Mountain Center, vihara Soto Zen tertua di Amerika Serikat.

Puing-puing kebakaran di Tassajara Zen Mountain Center. Foto: kron4.com

Kantor Sheriff Monterey County mengonfirmasi bahwa tersangka, Fiona GuoGuo Lu (36) asal Mountain View, California, diringkus setelah penyelidik menemukan sejumlah unggahan di media sosial pribadinya. Unggahan tersebut secara eksplisit mengaitkan dirinya dengan insiden kebakaran hebat yang melanda vihara tersebut pada 27 Maret lalu.

Motif Kebencian dan Ancaman Lanjutan

Juru bicara Kantor Sheriff Monterey County, Andres Rosas, mengungkapkan bahwa selain mengaku bertanggung jawab atas kebakaran di Tassajara, tersangka juga melontarkan ancaman kekerasan yang dinilai kredibel.

“Di dalam laman media sosialnya, Nona Lu tidak hanya mengakui perbuatannya di Tassajara Zen Center, tetapi juga melontarkan ancaman nyata untuk merusak vihara-vihara lainnya di wilayah California,” ujar Rosas.

Saat ini, Lu ditahan di Penjara Napa County atas kasus berbeda yang tidak terkait dengan insiden Tassajara, sambil menunggu proses ekstradisi ke Monterey County. Atas aksi pembakaran ini, ia dijerat pasal berlapis mulai dari pembakaran dengan sengaja, pengancaman pidana, hingga kejahatan rasial (hate crime) tingkat berat, dengan nilai jaminan ditetapkan sebesar 130.000 dolar AS.

Sheriff Monterey County, Tina Nieto, menegaskan komitmen jajarannya dalam mengawal kasus ini demi menjamin kebebasan beragama yang aman bagi seluruh warga tanpa ada intimidasi.

“Kami menindak tegas setiap dugaan kejahatan yang dipicu oleh bias atau kebencian. Kami akan terus menyelidiki kasus ini secara tuntas hingga pelaku mempertanggungjawabkannya di muka hukum,” tegas Sheriff Nieto dalam keterangannya.

Kronologi dan Dampak Kebakaran

Tassajara Zen Mountain Center, yang dikelola oleh San Francisco Zen Center, terletak di kawasan terpencil Hutan Nasional Los Padres. Didirikan pada tahun 1967 oleh Shunryu Suzuki, tempat ini diakui secara luas sebagai vihara pelatihan tradisi Soto Zen pertama yang dibangun di luar Asia dan menjadi pilar penting penyebaran praktik Zen Jepang di AS.

Kebakaran yang terjadi pada akhir Maret tersebut menghanguskan aula meditasi kayu (zendo) dan merusak sebagian fasilitas perpustakaan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Api dilaporkan berkobar pada larut malam di tengah periode pelatihan musim dingin tiga bulan yang diikuti para penghuni vihara secara tertutup. Berkat respons cepat para penghuni yang bahu-membahu menggunakan selang, ember, dan sistem pancuran air (sprinkler), kobaran api berhasil dilokalisasi sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Pihak manajemen Tassajara Zen Mountain Center menyatakan duka mendalam atas hilangnya bangunan bersejarah tersebut.

“Kayu yang hangus, besi yang melepuh, abu kelabu, dan ruang kosong kini menjadi satu-satunya yang tersisa dari struktur bangunan yang telah berdiri kokoh sejak 1978 tersebut,” tulis pihak sentra meditasi tersebut dalam pernyataan resminya.

Ketabahan Menghadapi Musibah

Meskipun harus menghadapi kenyataan pahit bahwa tempat ibadah mereka dibakar secara sengaja atas dasar kebencian, komunitas Buddhis di Tassajara memilih untuk meresponsnya dengan ketenangan spiritual.

Dalam pernyataan tertulis pada 2 Juni, kepala sentra meditasi tersebut David Zimmerman menyampaikan pesan yang menyejukkan.

“Meskipun ini adalah kabar yang sangat berat, kami dikuatkan oleh tekad kami untuk terus menegakkan Jalan Bodhisatwa. Kami akan menghadapi segala sebab dan kondisi dari kebakaran zendo ini dengan kebijaksanaan serta welas asih seiring dengan terungkapnya fakta-fakta yang ada,” tuturnya.

Di sisi lain, Kantor Sheriff Monterey County turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada staf, pengajar, serta seluruh petugas pemadam kebakaran yang bertindak cepat di lapangan. Pihak berwenang mengakui bahwa lokasi yang terpencil, akses jalan yang terbatas, serta kendala komunikasi sempat menyulitkan proses evakuasi. Namun, aksi tanggap darurat yang cepat berhasil mencegah api menjalar lebih luas ke area hutan di sekitarnya.[Bhagavant, 9/6/26, Sum]

Rekomendasikan: