Arkeologi » Seni dan Budaya

Ditemukan Gambar Tersembunyi di Kepala Rupaka Bodhisattva

Bhagavant.com,
Hiroshima, Jepang – Lembaran kertas tradisional “washi” yang bergambar ditemukan di dalam kepala sebuah rupaka bodhisattva berusia sekitar 676 tahun yang akan diperbaiki.

Ditemukan Gambar Tersembunyi di Kepala Rupaka Bodhisattva
Rupaka Bodhisattva Maitreya yang di dalam rongga kepalanya terdapat lembaran bergambar. Foto: asahi.com

Kepala rupaka bodhisattva kuno yang dilubangi yang disimpan di Vihara Myooin di Fukuyama, Hiroshima, Japan memperlihatkan lembaran demi lembar kertas tradisional “washi” yang dihiasi gambar tokoh-tokoh Buddhis yang dihormati.

Penemuan ini menyusul pembongkaran rupaka Bodhisattva Maitreya, yang ditetapkan sebagai aset budaya penting oleh Prefektur Hiroshima, untuk perbaikan. Pada lembaran kertas tersebut ada juga gambar tinta dari Buddha Bhaisajyaguru dan Bodhisattva Ksitigarbha.

Gambar tiga sosok yang dibuat dengan stempel segel tersebut memadati hampir setiap inci ruang di rongga kepala rupaka tersebut.

Rupaka Bodhisattva Maitreya dari kayu dalam posisi duduk tersebut adalah objek pemujaan utama Vihara Myooin. Terletak di distrik Kusadocho, Vihara Myooin milik Agama Buddha traidisi Shingon.

Rupaka Bodhisattva Maitreya ini dihormati dan ditempatkan di pagoda lima lantai yang didirikan pada tahun 1348 pada periode yang dikenal sebagai Dinasti Utara dan Selatan dan mendapat status sebagai harta nasional.

Pengurus vihara percaya bahwa rupaka duduk itu dibuat sekitar waktu itu dan dikirim ke Vihara Myooin untuk merayakan penyelesaiannya.

Lembaran kertas itu ditemukan pada musim panas tahun lalu saat rupaka itu dibongkar untuk pekerjaan perbaikan. Lembaran kertas yang rapuh telah dilepas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut sehingga gambar dapat diperiksa lebih dekat.

Di dalam kepala rupaka Bodhisattva Maitreya (kiri) ditemukan lembaran kertas bergambar (kanan). Foto: asahi.com

Hal ini menimbulkan harapan bahwa penemuan ini akan menjelaskan keadaan di balik pembangunan pagoda kayu tersebut pada 676 tahun yang lalu. Menurut divisi promosi budaya kota Fukuyama, lembaran kertas tersebut terbuat dalam tiga jenis.

Satunya terdiri dari 10 lembar kertas washi, masing-masing berukuran 23 cm kali 16 cm, diikat dengan tali kertas. Setiap washi ditandai dengan banyak stempel bergambar Buddha Amitabha, Buddha Bhaisajyaguru, dan Bodhisattva Ksitigarbha yang berdiri saling bersebelahan.

Yang lain terdiri dari setumpuk kertas kecil yang dicap dengan gambar Buddha. Yang ketiga adalah selembar kertas yang tidak hanya menunjukkan pola Buddhis tetapi juga beberapa karakter pada bagian kertas tersebut.

Seorang perwakilan dari divisi promosi budaya Fukuyama mencatat bahwa gambar tinta Buddha sering kali hanya menggambarkan satu sosok, yang dicap berulang kali. Jarang sekali ada tiga figur yang dimasukkan ke dalam satu segel pada saat yang sama.

“Ketiganya mewakili tiga dunia masa lalu, masa kini, dan masa depan,” tambahnya seperti yang dilansir Asahi Shimbun, Jumat (2/2/2024) . “Masih banyak penelitian yang harus kami lakukan.”[Bhagavant, 7/2/24, Sum]

Rekomendasikan:

Kategori: Arkeologi,Seni dan Budaya
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: