Sains

Vesak 2022 Bertepatan dengan Hari Cahaya Internasional

Bhagavant.com,
New York, Amerika Serikat – Tahukah Anda bahwa peringatan Hari Trisuci Vesak (Waisak) 2566/2022 bertepatan dengan peringatan Hari Cahaya Internasional?

Peringatan Hari Trisuci Vesak (Waisak) 2566/2022 ternyata jatuh pada hari yang sama dengan Hari Cahaya Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diperingati setiap tahunnya pada 16 Mei.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingati Hari Cahaya Internasional atau International Day of Light (IDL) — sebuah inisiatif tahunan yang diadakan secara global untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting yang dimainkan oleh teknologi berbasis cahaya dalam kehidupan sehari-hari.

IDL menyoroti kontribusi teknologi semacam itu di berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, sehingga membantu pencapaian tujuan UNESCO yaitu pendidikan, kesetaraan, dan perdamaian.

Hari yang dipilih, yaitu tanggal 16 Mei, adalah untuk menandai peringatan pengoperasian laser pertama yang berhasil pada tahun 1960 oleh fisikawan dan insinyur Theodore Maiman. “Laser adalah contoh sempurna tentang bagaimana penemuan ilmiah dapat menghasilkan manfaat revolusioner bagi masyarakat dalam komunikasi, perawatan kesehatan, dan banyak bidang lainnya,” tulis situs web lightday.org.

IDL dikelola dari International Basic Science Program (IBSP) UNESCO, dan Sekretariatnya terletak di Abdus Salam International Centre of Theoretical Physics (ICTP) di Trieste, Italia.

Sejarah Hari Cahaya Internasional

Pada tahun 2015, untuk meningkatkan kesadaran global akan pencapaian ilmu cahaya dan penerapannya, PBB merayakan Tahun Cahaya Internasional dan Teknologi Berbasis Cahaya 2015 (IYL 2015). Acara ini membantu membangun hubungan dan kolaborasi antara pengambil keputusan, pemimpin industri, ilmuwan, seniman, bisnis sosial, LSM, dan masyarakat luas.

Menyusul keberhasilan IYL 2015, Ghana, Meksiko, Selandia Baru, dan Rusia menempatkan resolusi di hadapan Dewan Eksekutif UNESCO yang mendukung gagasan Hari Cahaya Internasional. Resolusi itu diadopsi pada 19 September 2016 pada sesi ke-200 Dewan di Markas Besar UNESCO di Paris, Perancis.

Keputusan Dewan disahkan oleh Konferensi Umum UNESCO pada sesi ke-39 pada 7 November 2017, dan IDL pertama diadakan pada 16 Mei 2018.

Tujuan di balik Hari Cahaya Internasional

Menurut lightday.org, tujuan utama Hari Cahaya Internasional meliputi:

  • Meningkatkan pemahaman publik tentang bagaimana teknologi berbasis cahaya dan cahaya menyentuh kehidupan sehari-hari semua orang, dan merupakan inti dari perkembangan masa depan masyarakat global.
  • Menyoroti dan menjelaskan hubungan erat antara cahaya dan seni dan budaya, meningkatkan peran teknologi optik untuk melestarikan warisan budaya.
  • Menekankan pentingnya penelitian dasar dalam ilmu dasar cahaya, perlunya investasi dalam teknologi berbasis cahaya untuk mengembangkan aplikasi baru, dan kebutuhan global untuk mempromosikan karier di bidang sains dan teknik di bidang ini.
  • Mempromosikan pentingnya teknologi pencahayaan dan kebutuhan akan akses ke infrastruktur cahaya dan energi dalam pembangunan berkelanjutan, dan untuk meningkatkan kualitas hidup di negara berkembang.

Vesak menjadi sedikit spesial tahun ini

Karena bertepatan dengan peringatan Hari Cahaya Internasional, peringatan Vesak tahun ini menjadi sedikit lebih spesial. Perayaan peringatan Vesak yang secara tradisi dan budaya Buddhis menggunakan cahaya seperti lilin, lentera, lampion, dan lampu, berkorelasi dengan peringatan Hari Cahaya Internasional yang menyoroti hubungan erat antara cahaya, seni dan budaya.

Penggunaan cahaya dalam budaya Buddhis untuk memperingati Hari Vesak telah lama dilakukan oleh umat Buddha, bukan hanya sebagai penerang, penghias, dan untuk menyemarakkan suasana, tetapi juga sebagai simbol dari ajaran Buddha. Cahaya adalah simbol dari ajaran Buddha yang penuh dengan kebijaksanaan yang dapat melenyapkan kebodohan dan kegelapan batin.

Sejumlah tradisi Buddhis yang menggunakan cahaya dalam memperingati Hari Vesak di antaranya:

  • Penyalaan lilin lima warna saat puja bakti.
  • Penyalaan lampu dan lentera di rumah-rumah, jalan-jalan dan vihara-vihara di berbagai negara Buddhis seperti di Sri Lanka dan Vietnam
  • Pengambilan api abadi di Mrapen dalam perayaan Waisak di Candi Borobudur, Indonesia.
  • Penerbangan lampion Waisak di Candi Borobudur, Indonesia
  • Festival Lentera Lotus (Yeon Deung Hoe) di Korea Selatan.

Contoh di atas adalah sejumlah bukti bahwa penggunaan cahaya baik dalam bentuknya yang tradisional hingga modern, tidak lepas dari tradisi, seni dan budaya Buddhis.

Selamat Hari Trisuci Vesak 2566 dan Hari Cahaya Internasional 2022.[Bhagavant, 15/5/22, Sum]


Kategori: Sains
Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN BERITA INI: