Thailand » Travel

Bangunan Gotik Ini Bukan Gereja Tapi Vihara di Thailand

Bhagavant.com,
Bangkok, Thailand – Sebuah bangunan bergaya gotik di Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya, Thailand memiliki fungsi yang berbeda dari fungsi pada umumnya.

Vihara Niwet Thammaprawat Ratchaworawihan, Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya, Thailand. Foto: wikimedia

Bangunan berarsitektur gaya Kebangkitan Gotik abad pertengahan akhir dengan unsur lengkung yang runcing atau ogival, dan kaca patri, pada umumnya hadir sebagai bangunan istana ataupun gereja di Eropa.

Namun, bangunan yang terletak di sebuah pulau di Sungai Chao Phraya, di sebelah Istana Kerajaan Bang Pa-in, di Kecamatan Ban Len, Distrik Bang Pa-in, Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya ini bukanlah sebuah istana ataupun gereja, melainkan sebuah vihara.

Bangunan yang tampak dari luar seperti sebuah gereja berwarna kuning dan putih tersebut adalah Wat (Vihara) Niwet Thammaprawat Ratchaworawihan, sebuah vihara Kerajaan Thailand.

Vihara Niwet Thammaprawat didirikan atas perintah Raja Chulalongkorn (Rama V) pada tahun 1876, untuk digunakan sebagai kuil kerajaan untuk Istana Bang Pa-In yang baru diperluas.

Foto: wikimedia

Pembangunan vihara tersebut berawal dari keinginan Raja Chulalongkorn agar rakyatnya memiliki vihara “khusus” untuk puja bakti dan mengaguminya.

Faktanya, keinginan Raja yang ingin vihara itu dirancang mengikuti estetika Kebangkitan Gotik tidak pernah dipandang sebagai kecenderungannya untuk memeluk agama lain.

Dirancang oleh arsitek Italia, Joachim Grassi, vihara tersebut berdiri dengan megah di sebuah pulau di Sungai Chao Phraya di seberang Istana Kerajaan Bang Pa-in. Bentuknya menjulang dengan jendela dan menara kaca patri.

Vihara yang membutuhkan waktu dua tahun untuk menyelesaikannya (selesai tahun 1878) hanya dapat diakses melalui kereta gantung dari istana.

Bangunan Uposatha

Eksterior bangunan uposatha vihara didesain seperti basilika dengan kubah pusat dengan puncak menara di atasnya. Bagian bawah kubah terdapat menara jam dan menara tempat genta dan relikui Buddha di menara bagian atasnya.

Pada sisi luar eksteriornya berupa relief plesteran dan ornamen dari kaca patri. Sedangkan pada sisi dinding yang berseberangan terdapat dua arca Raja Chulalongkorn dalam jubah penobatan.

Interiornya menyerupai katedral dengan atap gotik yang lancip. Jendela kaca patri di dalam dan di atas pintu masuk menggambarkan Raja Chulalongkorn.

Rupaka Buddha yang diapit oleh dua siswa-Nya ditempatkan di atas altar bergaya gotik. Dan di bawah rupaka-rupaka tersebut terdapat dua stupa emas. Juga di sisi kiri dan kanan altar terdapat sepasang arca zirah ksatria Eropa zaman pertengahan.

Pada dinding ruang uposatha tersebut terdapat jendela kaca patri dan rupaka-rupaka Buddha berukuran kecil.

Vihara Niwet Thammaprawat adalah vihara kelas satu, dari jenis ratchaworawihan (Pali: rajavara vihara – vihara kerajaan), dan merupakan salah satu dari enam belas vihara yang menerima persembahan Kathina kerajaan tahunan.

Vihara yang berafiliasi pada Nikaya Dhammayuttika ini adalah monumen bersejarah yang terdaftar, dan menerima Penghargaan Konservasi Arsitektur ASA pada tahun 1989.[Bhagavant, 17/10/20, Sum]

Kata kunci:
Penulis:
REKOMENDASIKAN