Asia Oseania » India

Dalai Lama: Penggunaan Istilah “Hinayana” adalah Kesalahan

Selasa, 26 November 2019

Bhagavant.com,
Maharashtra, India – Penggunaan istilah “Hinayana” dalam sejumlah teks Buddhis adalah sebuah kesalahan, demikian menurut Y.M. Dalai Lama Ke-14.

Penggunaan Istilah "Hinayana" adalah Kesalahan
Y.M. Dalai Lama Ke-14 berbicara di hadapan para bhikkhu di Lokuttara Mahavihara Bhikkhu Training Centre di Aurangabad, Maharashtra, India, pada Sabtu (23/11/2019

Dalam kehadirannya di Global Buddhist Congregation ke Lokuttara Mahavihara Bhikkhu Training Centre di Aurangabad, Maharashtra, India, pada Sabtu (23/11/2019), Y.M. Dalai Lama menyampaikan bahwa dirinya tidak menggunakan kata atau istilah Hinayana maupun Mahayana untuk menyebut tradisi yang ada dalam Agama Buddha.

“Saat ini, saya tidak menggunakan istilah Hinayana dan Mahayana,” kata Y.M. Dalai Lama mengawali ceramahnya di hadapan 150 bhikkhu.

“Meskipun beberapa teks Buddhis yang Anda lihat menggunakan kata tersebut, dan Anda melihat Mahayana – Hinayana. Tapi saya merasa Hinayana, kata tersebut mengacu pada level yang lebih rendah, itu adalah salah.”

“Saat ini saya menggunakan kata ‘tradisi Pali’ dan “tradisi Sanskerta’. Saya tidak menggunakan kata Mahayana dan Hinayana. Kerena, tradisi Theravada, tradisi Pali, adalah pondasi Buddha Dharma.”

“Dan kemudian Institusi Nalanda khususnya pusat akademisnya mengembangkan Buddha Dharma sehingga mereka mengunakan bahasa Sanskerta. Sehingga demikian ada tradisi Pali dan tradisi Sanskerta.”

Pada kesempatan itu Y.M. Dalai Lama juga menjelaskan terbentuknya 18 tradisi Buddhis karena perbedaan pendapat. Menurut beliau, dari empat vinaya yang ada pada waktu itu yaitu Theravada, Mahasanghika, Mulasarvastivada dan Sammitya, hanya 3 yang bertahan saat ini, yaitu Theravada, Mulasarvastivada and Dharmagupta. Kode disiplin Pratimoksha Pali dan Sanskerta pada dasarnya adalah sama, berbeda pada poin-poin detail yang kecil, jelas beliau.

Global Buddhist Congregation 2019 di Aurangabad merupakan sebuah konferensi Buddhis yang diselenggarakan di bawah bimbingan Sangha Bhikkhu Seluruh India (Akhil Bharatiya Bhikshu Sangha) dan dihadiri oleh Y.M Dalai Lama dan Y.M. Dr. Warakagoda Dhammasiddhi Sri Pagnananda Gnanarathanabidhana Mahanayaka Thera, Ketua Nikaya Asgiriya dari Sri Lanka.

Konferensi tersebut dihadiri oleh delegasi dari sejumlah negara seperti Thailand, Kamboja, Sri Lanka, dan Nepal.

Lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut adalah di Lokuttara Mahavihara Bhikkhu Training Centre yang merupakan pusat pelatihan para bhikkhu Theravada di Aurangabad.

Pusat pelatihan ini berdiri pada tahun 2005 atas prakarsa Y.M. Bodhipalo Mahathera yang kembali tahun 2001 setelah menunaikan studi Buddhisnya di Thailand.[Bhagavant, 26/11/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: