Sains » Teknologi

Hati-Hati! Aplikasi Meditasi Bisa Picu Kecanduan Alih-alih Mindfulness

Rabu, 20 November 2019

Bhagavant.com,
Chicago, Amerika Serikat – Sebuah penelitian menemukan ratusan aplikasi meditasi dengan embel-embel meditasi mindfulness (berkesadaran/perhatian penuh) justru memicu kecanduan bukan mindfulness untuk Pembebasan.

Di dunia yang penuh tekanan saat ini, berkesadaran penuh (mindfulness) yaitu suatu kondisi pikiran yang berusaha untuk fokus pada saat ini – menawarkan untuk menghilangkan kecemasan dan tekanan kehidupan modern. Dan kini dunia internet terutama di ponsel pintar dipenuhi aplikasi populer dengan embel-embel berkesadaran penuh yang menyembuhkan semua masala itu.

Aplikasi-aplikasi itu menargetkan semua orang, mulai dari profesional perkotaan yang sibuk hingga pelaku diet, mereka yang menderita insomnia dan bahkan anak-anak.

Prof. Gregory Grieve Kepala Departemen Studi Agama di University of North Carolina di Greensboro, dan Prof. Beverley McGuire adalah jurusan Agama Asia Timur di University of North Carolina Wilmington, melakukan sebuah penelitian terhadap aplikasi-palikasi yang beredar.

Mereka adalah sarjana Agama Buddha yang berspesialisasi dalam penelitian media sosial. Pada bulan Agustus 2019, mereka mencari di App Store Apple dan Google Play dan menemukan lebih dari 500 aplikasi yang terkait dengan Agama Buddha. Mayoritas aplikasi berpusat pada praktik berkesadaran penuh (mindfulness).

Apakah aplikas-aplikasi ini benar-benar mempromosikan ajaran Buddhis yang ideal atau justru hanya produk industri konsumen yang menguntungkan? Berikut ulasannya yang dikutip dari The Conversation (30 Oktober 2019)

Manfaat Kesehatan

Seperti yang dipraktikkan di A.S. sekarang ini, meditasi berkesadaran penuh berfokus untuk menjadi sangat sadar, tanpa menilai atau menghakimi apa pun, terhadap apa yang dirasakan seseorang pada saat tertentu. Latihan berkesadaran penuh telah ditunjukkan untuk melawan kecenderungan di kebnayakan dari kita yang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk perencanaan dan penyelesaian masalah, yang bisa membuat stres.

Praktek berkesadaran penuh, seperti yang dilakukan oleh aplikasi-aplikasi Buddhis, melibatkan meditasi terbimbing, latihan pernapasan dan bentuk relaksasi lainnya. Tes klinis menunjukkan bahwa kesadaran penuh mengurangi stres, kecemasan, nyeri, depresi, insomnia, dan hipertensi. Namun, hanya ada sedikit penelitian tentang aplikasi berkesadaran penuh ini.

Pemahaman populer saat ini tentang berkesadaran penuh berasal dari konsep Buddhis tentang sati, yang digambarkan sebagai kesadaran terhadap tubuh, perasaan, dan kondisi mental seseorang.

Dalam teks-teks Buddhis awal, berkesadaran penuh tidak hanya berarti memperhatikan tetapi juga mengingat apa yang diajarkan Sri Buddha, sehingga seseorang dapat membedakan antara pikiran, perasaan, dan tindakan yang terampil (kusala – kamma baik) dan tidak terampil (akusala – kamma buruk). Ini pada akhirnya akan mengarah pada Pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian.

Misalnya, teks Buddhis “Satipatthana Sutta” menggambarkan tidak hanya memperhatikan nafas dan tubuh, tetapi juga membandingkan tubuh seseorang dengan mayat di kuburan untuk menghargai kemunculan dan kehancuran tubuh.

“Atau penuh perhatian bahwa ‘ada jasmani’ muncul dalam dirinya hanya sejauh yang diperlukan bagi pengetahuan dan berkesadaran. Dan ia berdiam tanpa bergantung, tidak melekat pada apapun di dunia ini,” demikian bunyi sutta tersebut.

Di sini berkesadaran atau beperhatian penuh memungkinkan seseorang untuk menghargai ketidakkekalan, tidak menjadi terikat pada hal-hal materi dan berusaha untuk mencapai kesadaran yang lebih besar sehingga pada akhirnya seseorang dapat menjadi tercerahkan.

Para praktisi berkesadaran penuh Buddhis awal adalah mereka yang mengkritisi nilai-nilai sosial arus utama dan norma-norma budaya seperti kecantikan tubuh, ikatan keluarga dan kekayaan materi.

Di sisi lain, aplikasi mindfulness mendorong orang untuk merangkul degan dan mengakomodasi masyarakat. Aplikasi-aplikasi tersebut mengabaikan penyebab dan kondisi penderitaan dan tekanan di sekitarnya, yang mungkin bersifat politis, sosial atau ekonomi.

Industri yang menguntungkan

Aplikasi Mindfulness adalah bagian dari industri besar dan menguntungkan yang bernilai sekitar 130 juta dolar A.S.

Dua aplikasi, Calm and Headspace, mengklaim menguasai hampir 70% dari keseluruhan pangsa pasar. Aplikasi ini melayani khalayak luas, yang mencakup konsumen beragama dan juga warga Amerika yang semakin banyak menganggap diri mereka spiritual tetapi tidak religius.

Warga Amerika menghabiskan lebih dari lima jam setiap hari terpaku pada perangkat seluler mereka. Hampir 80% warga Amerika memeriksa ponsel pintar mereka dalam waktu lima belas menit setelah bangun. Aplikasi-aplikasi tersebut menyediakan cara untuk melakukan meditasi saat bepergian.

Fakta adanya aplikasi Buddhis tidaklah mengherankan, karena Agama Buddha selalu terampil menggunakan teknologi media baru untuk menyebarkan pesannya. Misalnya saja, buku cetak tertua yang di dunia yang diketahui, adalah salinan Sutra Intan berbahasa Tionghoa, yang berasal dari teks Buddhis Sansekerta dari abad kesembilan.

Apakah aplikasi-aplikasi meditasi ini hanya mengemas ulang Agama Buddha dalam bungkus digital yang baru?

Apakah aplikasi tersebut benar-benar sesuai ajaran Buddha?

Tidak ada keraguan bahwa aplikasi bertema Buddhis adalah cerminan dari tekanan sosial yang nyata. Tetapi, dalam penilaian para peneliti tersebut, berkesadaran penuh (mindfulness), ketika dilucuti dari semua elemen religiusnya, dapat merusak pemahaman terhadap Agama Buddha.

Aspek inti dari Agama Buddha adalah ajaran bukan-diri (Pali: anatta), yaitu kebenaran bahwa tidak ada diri yang tetap, permanen, jiwa atau esensi lainnya. Maka, dalam mempromosikan pendekatan individualistis terhadap agama, aplikasi-aplikasi bertema Buddhis ini mungkin akan bertentangan dengan butir-butir praktik Agama Buddha.

Dan memang, dalam temuan kedua peneliti tersebut menunjukkan bahwa aplikasi meditasi bertema berkesadaran penuh (mindfulness) tersebut bukanlah obat yang meringankan penderitaan di dunia, tetapi lebih seperti candu yang menyembunyikan gejala sebenarnya dari keadaan genting dan stres yang banyak orang alami dewasa ini.

Dalam hal itu, alih-alih menyembuhkan kecemasan yang diciptakan oleh ponsel pintar kita, aplikasi meditasi bertema berkesadaran penuh hanya membuat kita lebih kecanduan dan, pada akhirnya, bahkan lebih membuat stres.

Untuk itu seseorang disarankan untuk bijaksana dalam memilih aplikasi meditasi yang menawarkan tentang berkesadaran penuh atau beperhatian penuh (mindfulness).[Bhagavant, 20/11/19, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: