Seni dan Budaya » Tradisi dan Budaya

Mengenal Hari Raya Nikini Puja yang Diperingati Buddhis Sri Lanka

Kamis, 15 Agustus 2019

Bhagavant.com,
Kolombo, Sri Lanka – Hari Raya Nikini Puja merupakan salah satu hari besar yang diperingati oleh umat Buddhis di Sri Lanka setiap tahunnya.

Lukisan seniman mengenai Konsili Buddhis Pertama. Gbr: wikimedia.

Hari Raya Nikini Puja (Sri Lanka: Nikini Poya) atau Savana Puja merupakan hari peringatan dan juga perayaan terhadap tiga peristiwa. Tiga peristiwa tersebut adalah:

1. Awal Masa vassa periode kedua

Setiap tahun para bhikkhu melaksanakan pelatihan diri dengan memperdalam Dhamma selama tiga bulan penuh. Jangka waktu tiga bulan tersebut disebut dengan Masa Vassa. Awal Masa Vassa di mulai sehari setelah peringatan Hari Suci Asalha (Asadha) pada hari Purnama di bulan Asalha (sekitar Juni-Juli) dan berakhir pada hari Purnama di bulan Assayuja (sekitar pertengahan-akhir Oktober). Periode Masa Vassa ini disebut dengan purimika-vassupaniyika (periode pertama).

Namun, dikarenakan kemungkinan adanya para bhikkhu yang tidak bisa memulai awal Masa Vassa pada periode pertama tersebut maka Sri Buddha menetapkan periode kedua (terakhir) yang disebut pacchima-vassupaniyika yang berawal pada hari Purnama di bulan Sāvaṇa (Agustus) hingga bulan Kattikā (November)

Dalam kalender Sinhala (Sri Lanka), bulan Sāvaṇa dalam kalender Buddhis jatuh pada bulan Nikini. Untuk itu peringatan awal Masa Vassa periode kedua ini disebut Nikini Poya (Puja).

2. Konsili Buddhis Pertama

Setelah Sri Buddha parinibbana, untuk mengulang kembali dan melestarikan Dhamma (ajaran) dan Vinaya (peraturan disiplin) yang pernah diajarkan-Nya, Y.A. Maha Kassapa mengumpulkan 500 Arahant di dekat Gua Sattapanni di dekat Rajagaha. Persamuhan ini dikenal dengan Dhamma Saṅghayana atau sering dikenal sebagai Konsili Buddhis Pertama. Dan persitiwa ini terjadi pada hari Purnama bulan Sāvaṇa, tepat satu bulan setelah awal Masa Vassa di bulan Asalha.

3. Pencapaian Kearahatan Y.A. Ananda

Saat hendak mengumpulkan 500 orang Arahant untuk mengadakan persamuhan atau konsili pertama pada hari Punama di bulan Savana, Y.A. Maha Kassapa hanya menemukan 499 Arahant.

Atas saran para Arahant, Y.A Maha Kassapa mengikutsertakan Bhikkhu Ananda yang merupakan Pengiring atau Asisten Pribadi (Aggaupaṭṭhāyaka) dari Sri Buddha untuk hadir dalam persamuhan meskipun ia belum mencapai Kearahatan. Para Arahant yang lain beranggapan bahwa Bhikkhu Ananda layak menghadiri persamuhan tersebut karena sikap dan penguasaannya terhadap Dhamma dan Vinaya sehingga ia disebut sebagai Bendahara Dhamma (Dhammabhandāgārika).

Merasa dirinya tidak pantas menghadiri persamuhan pada keesokan harinya, Bhikkhu Ananda mengerahkan segenap usahanya dalam perhatian murni terhadap tubuhnya. Namun usahanya gagal. Tapi saat menjelang fajar di hari persamuhan, saat ia hendak berbaring kembali setelah mencuci kakinya, ia mencapai tingkat Arahat.

Dengan demikian lengkaplah jumlah Arahant yang hadir dalam Konsili Buddhis Pertama menjadi 500 orang. Dalam Konsili itu Y.A Ananda mengulang pembacaan Dhamma dan Y.A. Upali mengulang pembacaan Vinaya.[Bhagavant, 15/8/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: