Gerakan Buddhis » Jepang » Pelayanan Buddhis » Sosial

Vihara di Nara Sumbangkan Persembahan Umat untuk Atasi Kemiskinan

Sabtu, 3 Agustus 2019

Bhagavant.com,
Kansai, Jepang – Jepang dikenal sebagai negara maju. Namun faktanya, kemiskinan belum hilang sama sekali dari negeri matahari terbit tersebut.

Vihara-vihara di Nara, Jepang menyumbangkan persembahan dari para umat untuk ibu tunggal dan rumah tangga miskin lainnya sebagai bagian dari gerakan anti-kemiskinan.

Berbasis di Tawaramoto, Prefektur Nara, sebuah organisasi nirlaba bernama Klub Otera Oyatsu mengadakan kotak dana di Aula Daibutsu (Buddha Besar) di Vihara Todai (Todai-ji). Mereka berharap untuk mendorong para pengunjung yang berkunjung di salah satu vihara terkenal di Jepang tersebut untuk juga memikirkan masalah kemiskinan.

Kontribusi yang terkumpul akan digunakan untuk menutupi biaya pengiriman persembahan dari umat kepada keluarga yang mengalami kesulitan keuangan.

Gerakan ini didorong oleh tragedi yang disaksikan oleh seorang pandita yang juga pendiri Klub Otera Oyatsu.

Klub Otera Oyatsu didirikan pada tahun 2014 oleh Pandita Seiro Matsushima, 43 tahun, pandita kepala Vihara Anyo (Anyo-ji) di Tawaramoto, sebuah vihara dari tradisi Jodo dalam Agama Buddha di Jepang.

Pandita Matsushima tergerak untuk membantu orang miskin setelah tragedi ditemukannya mayat seorang ibu berusia 20-an dan putranya yang berusia 3 tahun di apartemen mereka di Osaka beberapa bulan setelah kematian mereka pada tahun 2013.

Sang ibu meninggalkan catatan, yang tampaknya ditulis untuk putranya, yang mengatakan, “Maaf kamu tidak bisa makan dengan kenyang.”

Pandita Matsushima mulai bekerja dengan para pandita lainnya untuk mengantarkan makanan ringan, buah-buahan, barang-barang sehari-hari dan barang-barang lainnya yang disumbangkan oleh para umat kepada para ibu tunggal dan yang lainnya yang menderita kemiskinan.

Saat ini, 1.250 vihara dan 450 organisasi lainnya dari berbagai tradisi sedang berkolaborasi dalam proyek ini. Mereka saat ini mengirimkan persembahan dana kepada 10.000 anak yang membutuhkan dalam sebulan, menurut staf kelompok tersebut.

Klub Otera Oyatsu memutuskan untuk mengadakan kotak koleksi di Vihara Todai karena banyak turis dari luar negeri yang mengunjungi vihara tersebut.

“Saya ingin mereka yang dari luar negeri menyadari bahwa kemiskinan belum dihilangkan di negara maju Jepang,” kata Pandita Matsushima seperti yang dilansir The Asahi Shimbun, Senin (29/7/2019).

Penjelasan dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea dibuat di sekitar kotak sumbangan tersebut.

“Ketika berpikir tentang cara mengatasi masalah kemiskinan, orang harus melanjutkan upaya yang dapat mereka lakukan sendiri,” kata Pandita Matsushima.[Bhagavant, 3/8/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: