Tokoh

Dalai Lama Selanjutnya Bukan dalam Area Kekuasaan Tiongkok

Selasa, 30 Juli 2019

Bhagavant.com,
Dharamsala, India – Kelahiran Dalai Lama selanjutnya (Dalai Lama Ke-15) bukan berada dalam area kekuasaan Tiongkok, demikian yang disampaikan Y.M. Dalai Lama Ke-14.

Dalai Lama Selanjutnya Bukan dalam Area Kekuasaan Tiongkok
Dalai Lama Ke-14 Tenzin Gyatzo. Foto: Youtube

Dalai Lama Ke-14, Tenzin Gyatso, tahun ini merayakan ulang tahunnya yang ke-84. Tiga bulan lalu beliau menggenapi 60 tahun masa pengasingannya di India sejak pendudukan Tibet oleh Tiongkok pada 1959.

Sekalipun ‘pemerintahan dalam pengasingan’ Dalai Lama di Dharamsala belum mendapatkan pengakuan pertamanya dari pemerintah dunia mana pun, namun para penguasa Tiongkok justru merasa terganggu dengan isu “Tibet” dan “Dalai Lama” ini.

Dalam antusias yang berlebihan, Tiongkok berusaha mengontrol Tibet dengan berusaha menentukan kelahiran kembali Dalai Lama yang selanjutnya. Dan setidaknya, saat ini Tiongkok melalui komite agamanya telah mengklaim dua pimpinan spiritual Tibet (Panchen Lama dan Karmapa) yang baru versi mereka.

Dalam sebuah wawancara bersama jurnalis senior India, Vijay Kranti yang dilansir News Intervention, Selasa (23/7/2019), Y.M. Dalai Lama Ke-14 Tenzin Gyatso menjawab seputar kelahiran kembali Dalai Lama dan isu terkait Tibet.

Vijay Kranti, seorang jurnalis senior, ahli Tibet dan fotografer, telah sering bertemu dan mewawancarai Dalai Lama selama 47 tahun terakhir sejak 1972 untuk menulis pendapatnya tentang berbagai masalah yang berkaitan dengan Tibet, agama, filsafat dan Dalai Lama sendiri.

Pada hari ulang tahun pemimpin Tibet yang ke-84 tersebut, Vijay menyajikan bermacam-macam pertanyaan atas beberapa masalah yang menghadirkan pemikiran Dalai Lama tentang dirinya dan pengalamannya sebagai pengungsi selama enam dekade terakhir. Untuk alasan yang jelas, beberapa jawaban mencerminkan pendapatnya yang telah berkembang secara berbeda selama periode yang panjang ini.

Vijay Kranti: Apakah kehidupan Anda sebagai pengungsi telah memengaruhi Anda secara pribadi?

Dalai Lama: Bicara secara umum, tahun-tahun ini adalah sebuah periode yang menyedihkan. Bagi bangsa Tibet secara keseluruhan ini adalah periode paling gelap dalam sejarah. Tetapi kemudian kesulitan dan masalah juga membantu Anda mendekati kenyataan. Mereka juga meningkatkan kekuatan batin Anda. Jika Tiongkok tidak menduduki Tibet maka saya mungkin hidup dengan nyaman. Dalam kasus itu saya mungkin menjadi seorang Dalai Lama superfisial (tidak berbobot).

Anda lihat, rakyat Tibet tidak pernah memiliki foto-foto Dalai Lama sebelumnya sebanyak yang mereka miliki terhadap Dalai Lama ini (Dalai Lama Ke-14 – ed). Dan tidak ada Dalai Lama sebelumnya yang pernah diwawancarai oleh B.B.C. atau pers internasional. Siapa yang melakukannya untuk Saya? Pemerintah Tiongkok! Jadi bujankah menurut Anda saya harus berterima kasih kepada mereka (tertawa) …. Itulah sebabnya Dalai Lama saat ini telah menjadi kepribadian yang paling dibutuhkan, paling penting. Tetapi juga Dalai Lama yang paling menyedihkan yang pernah ada.

Vijay Kranti: Dan untuk Tibet?

Dalai Lama: Pada awal tahun enam puluhan beberapa teman tulus kami menyatakan kekhawatiran bahwa masalah Tibet sudah mati dan bahwa Tibet akan hilang selamanya. Tapi kami dengan teguh mempertahankan tekad kami. Sebagai hasilnya, Tibet masih hidup. Permasalahannya jauh dari mati. Beberapa penghargaan jatuh ke tangan Tiongkok sendiri. Mereka buas. Itu memperkuat tekad rakyat Tibet. Rakyat Tibet harus berterima kasih kepada Tiongkok setidaknya atas kontribusi ini.

Vijay Kranti: Apakah hadiah Nobel Anda membantu gerakan rakyat Tibet?

Dalai Lama: Tentu. Rakyat Tibet dan tujuan mereka sekarang lebih dipahami oleh orang-orang yang tidak tahu banyak tentang Tibet. Semua orang sekarang ingin tahu tentang Tibet dan Dalai Lama. Itu memperkuat tekad masyakarat kami.

Vijay Kranti: Tetapi jika masalah Tibet tetap belum terpecahkan untuk waktu yang lama, bukankah Anda pikir itu akan membuat pemuda Tibet frustrasi dan mereka mungkin mengambil jalan kekerasan?

Dalai Lama: Jawaban saya cukup sederhana. Jika situasinya lepas dari tangan saya, atau jika gerakan kemerdekaan Tibet berubah menjadi kekerasan, satu-satunya hal yang dapat saya lakukan adalah berhenti. Tanpa kekerasan adalah satu-satunya jalan.

Vijay Kranti: Sebagai Dalai Lama Ke-14, yang mana dari Dalai Lama yang sebelumnya yang paling mengesankan Anda?

Dalai Lama: Jika saya melihat kepribadian keseluruhan dari masing-masing Dalai Lama, yang kelima paling mengesankan saya. Hal yang paling mengesankan tentang beliau adalah bahwa beliau sama sekali tidak sektarian. Sekalipun beliau sangat mendominasi. Dengan begitu saya mewakili perbedaan yang tajam. Saya pikir saya terlalu lunak. Saya selalu merasa diri saya bagian dari banyak orang dan bukan seseorang yang merupakan kepala suatu bangsa, atau seorang lelaki besar. Perasaan itu selalu ada. Namun, di ranah spiritual saya khususnya menyukai Dalai Lama Pertama dan Kedua.

Vijay Kranti: Sekarang setelah Tibet diduduki oleh Tiongkok, apa yang akan terjadi pada kelahiran kembali Anda? Tiongkok dapat memanipulasi seluruh perkara setelah Anda meninggal.

Dalai Lama: Saya pikir ini bukan masalah besar. Pertama, sejarah menunjukkan bahwa semua Dalai Lama belum tentu dari Tibet. Misalnya Dalai Lama Keempat berasal dari Mongolia. Yang paling penting adalah dunia selalu berubah. Kebiasaan rakyat Tibet, institusi Tibet, cara hidup dan cara berpikir akan terus berubah. Saat ini institusi Dalai Lama seperti simbol dari Tibet. Oleh karena itu, beberapa teman Tibet mulai takut bahwa tanpa Dalai Lama bangsa Tibet mungkin tidak ada. Tetapi kenyataannya adalah bahwa setiap lembaga, termasuk Dalai Lama, bisa ada atau tidak ada, tetapi bangsa Tibet tetap ada. Ya, akan demikian.

Vijay Kranti: Beberapa tahun yang lalu Anda telah menyatakan bahwa Anda mungkin Dalai Lama terakhir….

Dalai Lama: Ya, saya memang mengatakan bahwa jika institusi Dalai Lama tidak melayani kepentingan rakyat Tibet, maka tidak perlu mempertahankannya. Saya juga mengatakan bahwa apakah institusi ini harus dilanjutkan akan sepenuhnya bergantung pada keinginan rakyat Tibet.

Namun, keadaan saat ini menunjukkan bahwa perlu ada Dalai Lama lain setelah saya. Dan di sini saya ingin memperjelas bahwa reinkarnasi, atau kelahiran kembali Dalai Lama yang sekarang tidak akan pernah jatuh ke tangan Tiongkok karena Dalai Lama – maksud saya Dalai Lama yang sekarang – sengaja meninggalkan negaranya karena keadaan yang mendesak. Fakta ini membuat satu hal yang sangat jelas bahwa jika Dalai Lama yang sekarang terlahir kembali, kelahiran kembalinya akan untuk sebuah tujuan yang sangat spesifik.

Karena pendahulunya meninggalkan negara Tibet-nya sendiri, dengan sengaja, dan untuk tujuan tertentu, untuk tinggal di India, maka kelahiran kembalinya juga akan muncul kembali di daerah itu dan bukan dalam kekuasaan Tiongkok. Itu sudah pasti, kalau tidak, tidak ada logika di balik kedatangan saya ke pengasingan dan bekerja untuk kebebasan Tibet.

Vijay Kranti: Tetapi apa yang mendorong Anda untuk mengatakan bahwa Anda bisa menjadi Dalai Lama terakhir?

Dalai Lama: Ada alasan politis di balik itu. Pada saat itu, dan bahkan sekarang, pemerintah Tiongkok telah berusaha mati-matian untuk menunjukkan seolah-olah seluruh masalah Tibet hanya terbatas pada Dalai Lama sebagai pribadi, atau lembaga Dalai Lama. Ini adalah upaya yang sangat cerdik untuk mengalihkan perhatian dunia dari masalah sebenarnya dari Tibet. Itulah sebabnya saya selalu mengatakan bahwa masalah sebenarnya bukanlah Tenzin Gyatso, Dalai Lama Ke-14, atau dalam hal ini, Dalai Lama berikutnya. Masalah sebenarnya adalah enam juta rakyat Tibet, masa depan mereka, identitas mereka, kesejahteraan dan kebahagiaan mereka.

Apakah institusi itu tetap ada atau tidak, kelahiran kembali saya akan berlanjut. Masalah yang berbeda apakah orang menunjuknya sebagai Dalai Lama berikutnya atau tidak. Dalam salah satu puja harian saya, saya selalu mengatakan bahwa selama ruang masih ada, dan selama penderitaan makhluk hidup tetap ada, saya akan berada di sana untuk melayani mereka dan menghilangkan kesengsaraan mereka.

Vijay Kranti: Dan sekarang saya mengajukan pertanyaan yang sebaliknya. Jika Tibet menjadi merdeka dalam kehidupan Anda, peran apa yang Anda pikirkan untuk diri Anda sendiri dalam pemerintahan baru Tibet?

Dalai Lama: Pada tahun 1963 pemerintah kami di pengasingan mengadopsi rancangan konstitusi untuk Tibet. Dalam konstitusi ini saya telah membuatnya sangat jelas bahwa kekuasaan Dalai Lama dapat dihapuskan dengan suara mayoritas dua pertiga di antara wakil rakyat Tibet. Gagasan kami sangat jelas bahwa masa depan Tibet harus menjadi demokrasi sejati.

Saya kemudian akan hidup dengan damai seperti seorang bhiksu tua. Mengenakan kacamata tebal dan berjalan dengan bantuan tongkat saya (tertawa) …. Dan jika teman-teman saya menyediakan saya sebuah helikopter, saya akan senang berkeliling di negara saya bertemu orang-orang (tertawa lagi)…. Yang utama saya harus tetap di luar kekuasaan. Seperti Mahatma Gandhi, saya juga seharusnya tidak memegang jabatan publik. Dia tetap di sana selama dia dibutuhkan dalam gerakan kemerdekaan nasional. Setelah tercapai, dia pindah. Itu adalah hal yang luar biasa.

Vijay Kranti: Berapa lama Anda berniat untuk memperjuangkan kebebasan bagi negara Anda?

Dalai Lama: Seperti halnya negara lain, Tibet dan rakyat Tibet juga berhak atas hak asasi manusia, termasuk hak untuk melestarikan identitas dan cara hidup mereka yang terpisah. Untuk mencapai tujuan ini mereka akan terus berjuang selama mereka tetap berada di bawah pendudukan militer asing. Kehendak bebas adalah satu-satunya dasar nyata untuk menentukan nasib enam juta orang kami. Sampai hak ini dikembalikan kepada rakyat saya, tidak akan ada kedamaian di hati dan pikiran mereka. Rakyat Tibet memiliki keyakinan yang tak berkesudahan dalam diri mereka sendiri maupun dalam kebenaran perjuangan mereka. Kami tidak akan berhenti sampai tujuan tercapai.

Vijay Kranti: Menurut Anda mungkinkah ada cara yang lebih baik untuk menangani situasi semenjak 1950-an di Tibet?

Dalai Lama: Tidak, tidak. Saya pikir apa pun yang seharusnya kami lakukan antara tahun 1951, ketika Tiongkok memaksa 17 poin kesepakatan tentang kami, dan pemberontakan tahun 1959, telah dilakukan. Itu yang terbaik yang bisa dilakukan dalam kondisi yang diberikan. Tapi sepertinya ada yang salah sebelum itu. Saya selalu merasa sedih tentang itu.

Vijay Kranti: Bisakah Anda menguraikannya?

Dalai Lama: Saya akan memberi Anda contoh sederhana. Ketika India mendapat kemerdekaan, pemerintah Tibet kami seharusnya bertindak dengan benar. Mengingat hubungan kita yang sudah berabad-abad lalu dan untuk menjadi tetangga yang paling ramah, bukan saudara negara, kami seharusnya mengirim delegasi terbesar untuk berpartisipasi dalam perayaan Kemerdekaan India. Jika mereka mengira saya terlalu muda, anak lelaki berusia 12 tahun, maka delegasi Tibet seharusnya dipimpin oleh Wali Tibet. Mereka seharusnya juga bertemu Mahatma Gandhi, Pundit Nehru, para pemimpin India lainnya dan para pejuang kemerdekaan. Ini setidaknya mendaftarkan status independen kami sebagai bangsa.

Vijay Kranti: Apakah Anda masih berpikir bahwa meninggalkan Tibet pada tahun 1959 dan pergi ke pengasingan adalah keputusan yang tepat?

Dalai Lama: Ya. Karena itu satu-satunya jalan yang tersisa. Saya masih percaya begitu. Beberapa teman saya sendiri, termasuk anggota kabinet saya, ‘Kashag’, memiliki keraguan tentang kebijaksanaan keputusan ini. Baru ketika Revolusi Kebudayaan dimulai, dia mengakui dalam salah satu pertemuan kami bahwa hingga hari itu dia ragu apakah Dalai Lama benar-benar harus meninggalkan Tibet. Saya tidak pernah ragu tentang itu.

Vijay Kranti: Pemerintah Tiongkok telah mengundang Anda untuk kembali dan tinggal di Beijing. Apa reaksi Anda?

Dalai Lama: Mereka percaya bahwa begitu saya kembali dengan syarat mereka, seluruh masalah Tibet akan terpecahkan. Itulah sebabnya mereka bersikeras bahwa saya harus kembali dan menetap di Beijing. Tetapi sebagai manusia yang menghargai diri sendiri, saya juga menganggap kebebasan berpikir, bergerak, dan berbicara lebih penting daripada kenyamanan pribadi. Di sini di India saya memiliki kebebasan ini. Karena itu, saya lebih suka hidup sebagai pengungsi miskin dengan kebebasan ini daripada hidup dalam kemewahan di Beijing sebagai boneka tanpa kebebasan. Saya sangat jelas tentang hal itu.

Vijay Kranti: Beberapa rakyat Tibet percaya bahwa India tidak berbuat banyak untuk kepentingan Tibet. Apakah Anda setuju dengan itu?

Dalai Lama: Tidak. Saya tidak setuju dengan itu. Jika ada rakyat Tibet yang berpikiran demikian, itu bukan karena amarah tetapi karena kedekatannya dengan India, rasa memiliki, dan harapan yang lebih besar. Ketika Anda tinggal dalam keluarga, Anda dapat mengharapkan sesuatu lebih dari apa yang bisa Anda dapatkan. Anda kadang mengeluh tanpa peduli dengan masalah keluarga lainnya. India telah melakukan banyak hal untuk kami. Pemerintah India telah melakukan semua yang bisa dilakukan dalam keterbatasannya.[Bhagavant, 30/7/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: