Korea Selatan » Seni dan Budaya » Seremonial

Korea Selatan Rayakan Hari Vesak 2563 EB/2019

Minggu, 12 Mei 2019

Bhagavant.com,
Seoul, Korea Selatan – Umat Buddhis di Korea Selatan merayakan Hari Vesak 2563/2019 pada Minggu (12/5/2019).

Puja bakti Hari Vesak 2563 EB/2019 di Vihara Jogye.
Puja bakti Hari Vesak 2563 EB/2019 di Vihara Jogye, Seoul, Korea Selatan, Minggu (12/5/2019). Foto: buddhism.or.kr

Vihara-vihara di seluruh Korea Selatan menyelenggarakan berbagai kegiatan termasuk puja bakti pada Hari Vesak 2563 EB yang dalam tradisi Buddhis Asia Timur jatuh pada 12 Mei untuk tahun ini.

Sebuah puja bakti yang diadakan di Vihara Jogye di pusat kota Seoul menyatukan sekitar sepuluh ribu bhiksu dan umat awam, termasuk Y.M. Wonhaeng, yang merupakan ketua nikaya Jogye dari Agama Buddha tradisi Jogye Korea Selatan.

Puja bakti di Vihara Jogye dimulai dengan upacara pemurnian dan memberikan enam persembahan seperti buah, nasi dan teh untuk Sri Buddha.

Dalam ceramah Hari Vesak tersebut, Y.M. Wonhaeng menekankan pentingnya harmoni dan persatuan. Beliau mengatakan bahwa harmoni akan membebaskan orang dari penderitaan yang tidak perlu dan mengarahkan pada kenyamanan.

Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, Park Yang-woo menghadiri acara tersebut dan membaca pesan ucapan selamat oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Yeon Deung Hoe

Dalam festival tersebut, umat Buddhis menggelar berbagai kegiatan dari ekshibisi lentera tradisional hingga parade lentera lotus yang ditunggu-tunggu oleh wisatawan mancanegara.

Seminggu sebelumnya, dalam menyambut Hari Vesak 2563 EB, umat Buddhis Korea menggelar Yeon Deung Hoe (연등회 – Pertemuan Tahunan) atau sering disebut Festival Lentera Lotus pada 3-5 Mei 2019.

Ekshibisi lentera tradisional diselenggarakan mulai 3 hingga 12 Mei di Vihara Jogye, Vihara Bongeu, dan Cheonggyecheon, Seoul. Beragam lentera tradisional dalam bentuk karakter kisah rakyat maupun Buddhis ditampilkan di sana.

Festival diawali dengan Eoulim Madang atau apel kegembiraan, yaitu sebuah pesta tawa dan kegembiraan para peserta parade lentera. Mereka berkumpul bersama mengenakan hanbok, kostum tradisional Korea, tertawa dan menari sebelum parade lentera lotus dimulai. Festival ini diselenggarakan pada 4 Mei pukul 16.30 di Stadion Universitas Dongguk, Seoul.

Parade Lentera Lotus, Seoul, Korea Selatan, Minggu (5/5/2019). Foto: Youtube

Festival Lentea lotus dimulai setelah Eoulim Madang pada pukul 19.00 hingga 21.30 waktu setempat di sepanjang jalan Jongno, Seoul. Ratusan ribu lentera lotus menerangi jantung kota Seoul. Cahaya yang cemerlang dari lentera genggam yang tak terhitung jumlahnya dan lentera hiasan besar mengapung di atraksi utama festival tersebut. Dalam kesempatan itu, berbagai perwakilan tradisi atau nikaya Agama Buddha di Korea Selatan ikut melakukan parade.

Festival ini merupakan salah satu atraksi budaya yang sangat disayangkan untuk dilewatkan bagi para wisatawan.

Parade Lentera Lotus, Seoul, Korea Selatan, Minggu (5/5/2019). Foto: Youtube

Parade Lentera Lotus diakhiri dengan perayaan pasca-parade yang disebut Hoehyang Hanmadang pada pukul 21.30 hingga 23.00 di Persimpangan Jonggak, Seoul. Dalam kegiatan ini para peserta dan penonton berkumpul untuk mengakhiri perayaan dengan semangat mengapresiasi kerja satu dengan yang lain. Para enterainer Buddhis mengadakan pertunjukan dan para penonton dapat ikut serta, menari secara berdampingan.

Parade Lentera Lotus 2019, Sabtu (4/5/2019), Seoul, Korea Selatan.

Pada 5 Mei, diselenggarakan acara kebudayaan tradisional di jalan di depan Vihara Jogye pada pukul 12 siang. Dalam kegiatan ini diadakan pelatihan membuat lentera lotus, dan pameran makanan vihara.

Kemudian, pada hari yang sama dilanjutkan dengan Yeondeungnori atau Perayaan Akhir pada pukul 19.00 di jalan di depan Vihara Jogye, diiringi dengan Pertunjukan Budaya di Persimpangan Gongpyung.[Bhagavant, 12/5/19, Sum]

Kata kunci: , ,
Penulis: