Meditasi

Berkesadaran Penuh Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Mahasiswa

Kamis, 14 Maret 2019

Bhagavant.com,
London, Inggris Raya – Kesehatan mental di kalangan mahasiswa dapat ditingkatkan dengan memperkenalkan meditasi berkesadaran penuh (mindfulness).

Kesimpulan tersebut merupakan temuan dari penelitian kali pertama di Inggris, yang diterbitkan dalam Education Research International, untuk mengukur kemanjuran Terapi Kognitif Berbasis Berkesadaran (MBCT) pada para mahasiswa.

Bukti terbaru menunjukkan bahwa mahasiswa lebih cenderung mengembangkan masalah kesehatan mental bila dibandingkan dengan masyarakat umum lainnya.

Penelitian yang dipimpin oleh Universitas Bristol bertujuan untuk menetapkan apakah berkesadaran penuh dapat efektif dalam meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan pada mahasiswa kedokteran yang dianggap lebih berisiko mengembangkan penyakit yang berkaitan dengan stres.

Seperti yang dilansir rilis pers Universitas Bristol, Senin (11/3/2019), para peneliti merekrut 57 mahasiswa kedokteran, yang telah dirujuk ke sebuah kelompok berkesadaran penuh baik oleh dokter umum atau penasihat siswa mereka, untuk mengambil bagian dalam program berkesadaran penuh selama delapan minggu.

Mahasiswa diminta untuk menghadiri pelatihan selama dua jam setiap minggu dan berkomitmen untuk latihan rumah harian selama 30 menit di antara sesi. Pelatihan, yang berlangsung antara Musim Gugur 2011 dan Musim Semi 2015, mengajarkan peserta bagaimana pikiran bekerja, bagaimana stres memengaruhi kehidupan seseorang, kesadaran akan pemicu stres dan tanda-tanda gejala stres, teknik koping, latihan meditasi, dan pentingnya perawatan diri.

Pada akhir setiap program para mahasiswa menyelesaikan survei yang menyertakan tanggapan bebas dengan tertulis. Para peneliti juga melakukan enam wawancara kualitatif yang berlangsung antara 60 dan 90 menit.

Para mahasiswa kedokteran tersebut melaporkan bahwa pelatihan berkesadaran dapat lebih jauh mengatasi kesulitan emosional daripada belajar satu set pedoman. Mereka menggambarkan peningkatan empati dan keterampilan komunikasi ketika bersama pasien melalui kemampuan mereka yang baru dipelajari untuk memperhatikan pikiran dan perasaan mereka sendiri.

Para mahasiswa melaporkan adanya peningkatan kemampuan untuk mengelola beban kerja mereka dengan lebih baik serta kemampuan baru untuk menyadari pemikiran pertimbangan otomatis tanpa menyamakan diri dengan pemikiran ini. Mereka menggambarkan bagaimana berkesadaran penuh telah membantu meningkatkan hubungan mereka hingga pembelajaran dengan cara menggunakan praktik berkesadaran penuh untuk menyegarkan dan mendapatkan kembali konsentrasi selama hari-hari belajar yang panjang serta menggunakan praktik berkesadaran penuh untuk memantapkan diri mereka selama situasi stres di klinik atau selama ujian.

Para peneliti menyimpulkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian tetapi temuan awal ini menunjukkan bahwa pelatihan berkesadaran penuh telah membantu para mahasiswa di Bristol mengurangi kecemasan, kekhawatiran berlebihan, pola pikir negatif dan meningkatkan ketahanan terhadap stres serta meningkatkan kesejahteraan emosional dan pengembangan profesional.

Dr. Alice Malpass, Peneliti di Bristol Medical School: Population Health Sciences (PHS) dan rekan peneliti, mengatakan: “Di Bristol, kami terus meningkatkan upaya untuk menemukan solusi meningkatkan kesehatan mental di kalangan populasi mahasiswa. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan cara-cara baru yang efektif untuk mendukung siswa yang mungkin menderita stres dan kecemasan.

“Penelitian ini telah menunjukkan bagaimana berkesadaan penuh dapat membantu mahasiswa khususnya mahasiswa kedokteran, yang mungkin berjuang, menemukan cara baru terkait dengan kesulitan yang muncul dalam pekerjaan klinis, belajar dan kesehatan mereka.

“Kami telah mengembangkan model teoretis ‘ciri stres’ mahasiswa kedokteran, memetakan bagaimana Terapi Kognitif Berbasis Berkesadaran (MBCT) dapat memutus siklus kerentanan spesifik melalui pengembangan strategi mengatasi masalah baru.

Di Australia, Selandia Baru, Kanada dan Amerika Serikat, pelatihan berkesadaan penuh (mindfulness) adalah bagian dari kurikulum medis tetapi belum diimplementasikan di Inggris. Rekomendasi kebijakan dari General Medical Council (GMC), badan yang bertanggung jawab untuk meningkatkan pendidikan kedokteran di Inggris, merekomendasikan penggunaan pelatihan berkesadaran penuh untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan terhadap stres.

Para peneliti menyarankan survei luas di Inggris harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana sekolah medis lainnya di Inggris menerapkan pedoman pelatihan berkesadaran penuh GMC dan bagaimana perbandingannya dengan apa yang diberikan sekolah kedokteran di Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Amerika Serikat.[Bhagavant, 14/3/19, Sum]

Kata kunci:
Penulis: