Jepang » Tradisi dan Budaya

Buddhis Jepang Rayakan Obon, Hari Raya Ullambana 2018

Selasa, 14 Agustus 2018

Bhagavant.com,
Kyoto, Jepang – Umat Buddhis di Jepang dan diasporanya di mancanegara merayakan perayaan Festival Obon 2018.

Pelarungan lentera merupakan tradisi dalam perayaan Festival Obon.
Pelarungan lentera merupakan tradisi dalam perayaan Festival Obon.

Umat Buddhis maupun non-Buddhis di Jepang berduyun-duyun mengunjung makam di Kyoto pada Senin (13/8/2018) pagi hingga petang. Selain itu, umat Buddhis juga mengunjungi vihara-vihara untuk melakukan puja bakti.

Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati Perayaan Obon, yaitu perayaan untuk menghormati para mendiang leluhur.

Seperti yang dilansir Sankei Selasa (14/8/201), di Ōtani Sobyō, sebuah pemakaman di Kyoto, juga ramai dikunjungi oleh keluarga untuk merayakannya.

Di Vihara Higashi Hongan (Higashi Hongan-ji) di Kyoto, di mana sebuah Festival Obon (Urabon) diadakan, masyarakat mengunjungi tempat-tempat perabuan mendiang yang di diselimuti oleh cahaya ribuan lilin dan lentera.

Total sekitar 10 ribu lentera dan lilin dipasang di daerah sekitar saat Mahatari terbenam. Pada malam ke-16, lilin dan lentera juga dipasang dan dilarung di perairan di daerah sekitar.

Hari Raya Obon yang berlangsung dari 13 – 16 Agustus 2018, merupakan perayaan yang berawal dari hari raya Agama Buddha khususnya tradisi Mahayana yang menyebar di Asia Timur yaitu Hari Raya Ullambana.

Dalam tradisi Mahayana Tiongkok, perayaan Hari Ullamabana diperingati setiap tanggal 15 bulan 7 penanggalan lunar (Imlek).

Saat kalender lunar diubah ke kalender Gregorian pada awal era Meiji, daerah-daerah di Jepang bereaksi berbeda dan hal ini menghasilkan waktu perayaan Obon yang berbeda. Perbedaan ini terjadi dari bagaimana menerjemahkan “tanggal 15 bulan 7” yang ada dalam kepustakaan Buddhis Mahayana.

Setidaknya ada 3 waktu perayaan Obon di Jepang. Pertama, “Shichigatsu Bon” (“Bon di Bulan Juli”) didasarkan pada kalender solar dan dirayakan sekitar 15 Juli di Jepang Timur (wilayah Kanto seperti Tokyo, Yokohama dan wilayah Tōhoku).

Kedua, “Hachigatsu Bon” (Bon di bulan Agustus) didasarkan pada kalender lunar, dirayakan sekitar tanggal 15 Agustus dan merupakan waktu yang paling umum dirayakan.

Dan ketiga, “Kyū Bon” (Bon lama) dirayakan pada tanggal 15 bulan 7 dari kalender lunar.

Hari Ullambana sendiri merupakan hari untuk memperingati dan menghormati mendiang leluhur dengan memberikan persembahan kepada Sangha.

Perayaan ini sering disalahartikan sebagai festival hantu kelaparan atau bulan hantu dari kepercayaan lain.[Bhagavant, 14/8/18, Sum]

Kata kunci:
Penulis: