Buddhisme dan Kesehatan » Meditasi » Tokoh

Bhiksuni Australia Bimbing Sesi Meditasi di Rumah Sakit Cairns

Selasa, 3 Oktober 2017

Bhagavant.com,
Queensland, Australia – Meditasi terbukti mengurangi stres yang berdampak pada kesehatan fisik. Untuk itu seorang bhiksuni melakukan bimbingan meditasi di rumah sakit di Cairns, Australia.

Y.M. Bhiksuni Rinchen, memberikan bimbingan meditasi di Rumah Sakit Cairns, Australia.
Y.M. Bhiksuni Rinchen, memberikan bimbingan meditasi di Rumah Sakit Cairns, Australia. Foto: The Cairns Post – Tom Lee

Y.M. Bhiksuni Rinchen, koordinator Sentra Buddhis Khacho Yulo Ling di Cairns, membagikan manfaat meditasi dengan menjalankan fasilitas sesi relaksasi dan meditasi di Rumah Sakit Cairns sebagai bagian dari klinik rehabilitasi kardiak dan kondisi jantung.

“Saya berbicara dengan mereka tentang bagaimana mereka memandang stres dan manfaat meditasi dalam mengurangi stres,” kata Y.M. Rinchen seperti yang dilansir The Cairns Post, Senin (25/9) pekan lalu.

“Stres adalah faktor No. 1 dalam sebagian besar penyakit yang ada. Stres meningkatkan kadar kortisol Anda – itulah pertarungan dan pelarian Anda.”

Memiliki kadar kortisol yang sangat tinggi dapat menyebabkan sejumlah gejala yang tidak menyenangkan, seperti kenaikan berat badan yang cepat, tekanan darah tinggi hingga fungsi kekebalan tubuh yang melemah.

“Bahkan stres tingkat rendah pun merusak, seperti terus menghidupkan mesin mobil,” jelas Y.M. Rinchen.

“Belajar untuk relaks, mematikan hormon stres, kortisol dan membiarkan tubuh tertidur dan beregenerasi lebih efektif.”

“Ketika saya mengajarkan seseorang untuk bermeditasi, terlepas dari apakah mereka melakukan rehab jantung, klinik pengondisian jantung, onkologi, perawatan paliatif atau di pusat Buddhis, saya pertama-tama mengajari mereka untuk releks karena Anda tidak dapat bermeditasi kecuali jika Anda tahu bagaimana caranya bersantai.”

Y.M. Rinchen mengatakan bahwa budaya Asia lebih mengenal tradisi meditasi kuno di masa lalu karena mereka berasal dari lingkungan kontemplatif.

“Tapi sekarang mereka menjadi seperti orang Barat, yang tidak tahu bagaimana harus releks. Kita punya ponsel pintar, laptop, iPads, televisi, internet. Kita dibombardir, jadi kita punya kelebihan sensorik,” jelasnya.

“Pertama, saya membuat orang berbaring. Sri Buddha mengajarkan empat postur – duduk, berdiri, berjalan dan berbaring. Postur ini membantu orang untuk releks lebih mudah, yang merupakan langkah awal untuk bisa bermeditasi.”

“Begitu mereka sudah bisa bisa bersantai tanpa tidur, maka latihannya dimulai. Relaksasi dengan kesadaran penuh perhatian.”

Selain membimbing dalam meditasi untuk mengurangi stres, Y.M. Rinchen juga memberikan perawatan paliatif, yaitu cara yang melunakkan, meringankan, atau mengurangi rasa sakit.

“Saya sering diminta untuk berbicara kepada orang-orang tentang proses jelang kematian dan mencoba membantu mereka untuk menyesuaikan diri dengan bagaimana cara untuk meninggal dengan damai, untuk bersantai dan tidak melawannya. Ini adalah topik yang sedikit orang yang ingin membicarakannya, dan bukan topik yang mudah untuk ditangani,” kata Y.M. Rinchen.

Y.M. Rinchen mengatakan kelas di sentra Buddhis menarik beragam orang – mereka yang tertarik pada sisi spiritual dan yang lainnya hanya menginginkan lebih banyak kedamaian dan ketenangan.

“Ketika saya mengajar meditasi, saya tidak memberikan terlalu banyak pemaparan Buddhis. Kebanyakan mereka datang … hanya ingin mengurangi stres.”

Y.M. Rinchen mengatakan bahwa meditasi dapat membawa rasa nyaman dan bahagia yang sejati yang tidak bergantung pada dunia luar, namun berasal dari dalam.

“Ini teknik yang sederhana, tapi tidak mudah. Anda harus duduk diam dan tidak seorang pun yang benar-benar ingin tetap duduk diam.”

Meskipun memberikan bimbingan meditasi di rumah sakit, Y.M. Rinchen juga tetap melakukan bimbingan di sentra Buddhis tempat ia berdomisili.[Bhagavant, 3/10/17, Sum]

Kata kunci:
Penulis: