Indonesia » Kesenian » Seni dan Budaya

Imee Ooi: Industri Musik Buddhis Perlu Didukung

Jumat, 10 Juni 2016

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Dalam kesempatan tur konsernya di Jakarta, komposer musik sekaligus penyanyi Buddhis asal Malaysia, Imee Ooi mengatakan perlunya dukungan terhadap industri musik untuk para pemuda Buddhis yang memiliki talenta musik agar bisa tetap berkarya.

Imee Ooi -Sound of Wisdom
Imee Ooi -Sound of Wisdom

Pelantun lagu “Chant of Metta” tersebut menjelaskan bahwa keberadaan bidang usaha atau industri yang bergelut dalam musik Buddhis perlu mendapatkan dukungan masyarakat agar para pemuda Buddhis bisa tetap eksis berkarya menyebarkan pesan-pesan Dharma.

“Saya tentu harap lebih (banyak) orang yang bertalent (bertalenta/bakat) dalam mencipta lagu, nyanyi, atau menari boleh (bisa) menyumbangkan talentanya ke dalam menyebarkan Dharma. Tapi pemuda-pemuda ini memerlukan satu pemantasan atau satu industri, sebab mereka mesti menjaga kehidupan mereka juga,” kata Imee dalam sebuah acara bincang di Sonora, sebuah stasiun radio swasta di Jakarta, pada Jumat (10/6/2016) siang.

“Saya sudah ada (melihat) ramai (banyak) yang menampilkan talenta yang bagus, pandai menyanyi, pandai melukis, tetapi dia tak boleh (bisa) sustain (bertahan) lama, kenapa? Sebab bila sudah dewasa, karena cari rezeki ataupun sudah ada keluarga mesti jaga keluarga.”

“Kalau ini (hanya) Dharma musik, dia tak cukup menyumbang kepada (untuk) menjaga (menunjang) kehidupan mereka seharian. Memang itu, lama-kelamaan mereka pun mundur. Jadi ini saya rasa satu kecewaan (hal yang mengecewakan),” katanya dalam logat Melayu.

“Saya harap masyarakat atau dunia kita mesti ada atau siapa-siapa yang support (dukung) untuk industri ini, macam (seperti) kita pergi tengok (melihat) lagu pop kita sering membeli tiket satu ribu, dua ribu, berapa juta untuk tengok kita punya idol (idola) saja.”

“Dunia kita ini memerlukan artis-artis yang menyebarkan mesej-mesej (pesan-pesan) yang positif ini, yang boleh (bisa) membantu orang dalam kehidupan lebih cerah dan senang, apakah (bukanlah) lebih baik kalau kita juga support (mendukung) ini? (Ini) satu seni juga,” ujar Imee yang juga memiliki nama Huáng Huìyīn.

Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Imee Ooi berbagi kisah mengenai kehidupannya yang menekuni musik Buddhis selama 18 tahun dan karyanya yang telah memberikan banyak inspirasi dan membantu banyak orang yang mengalami beragam masalah baik dari penyakit fisik maupun batin.

Salah satu kisahnya adalah tentang musiknya yang dipergunakan sebagai terapi untuk membantu mengobati pasien yang mengalami gangguan mental (mental disorder), yang ia akui tidak memahami bagaimana hal itu bisa terjadi. Ia hanya memperkirakan adanya frekuensi metta (cinta kasih universal) yang bergitu kuat sehingga hal itu terjadi.

Imee juga mengatakan bahwa ia terus melanjutkan perjalanan hidupnya hingga sekarang dengan mengingat dan mempraktikkan ajaran Buddha Gotama yang mengajarkan untuk meringankan atau membebaskan semua makhluk hidup dari penderitaan.

“Jadi kita sebagai orang biasa kita tak bisa membebaskan (secara total) orang dari kesengsaraan tapi kita meringankan sedikit-sedikit, itu pun sudah cukup,” katanya.

Meskipun telah banyak memberikan banyak inspirasi, dengan rendah hati Imee justru mengatakan bahwa para pendengar atau penikmat musiknya itulah yang menjadi inspirasi bagi dirinya dalam berkarya.

“Anda yang menjadi inspirasi saya,” kata Imee saat menjawab kiriman pertanyaan yang datang dari pendengar radio.

Imee juga menjelaskan bahwa karya-karya musiknya yang ia ciptakan bukan tergolong dalam jenis (genre) musik klasik tetapi ber-genreNew Age“, sebuah musik yang dimaksudkan untuk menciptakan inspirasi artistik, relaksasi, dan optimisme.

Imee Ooi dalam tur konser musiknya yang bertajuk “Sound of Wisdom“, telah melakukan konser di Medan pada 4 Juni lalu, dan ia akan melakukan konsernya di Jakarta pada Minggu, 12 Juni 2016, di Plenary Hall – Jakarta Convention Center.

Konser Imee Ooi di Indonesia ini dapat terlaksana berkat kerja sama antara organisasi Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (SIDDHI) dan Namaste, perusahaan label rekaman, serta didukung oleh lebih dari 50 organisasi Buddhis lainnya.[Bhagavant, 10/6/16, Sum]

Kata kunci: ,
Penulis: