Nepal » Seremonial

Kondisi Perayaan Vesak 2559 di Nepal setelah Gempa

Rabu, 6 Mei 2015

Bhagavant.com,
Kathmandu, Nepal – Gempa dasyat yang mengguncang Nepal pada Sabtu, 25 April 2015, telah menewaskan lebih dari 7.500 orang dan melukai lebih dari 15.000 orang, juga memengaruhi kondisi perayaan Vesak di Nepal untuk tahun ini.

Dua wanita menyalakan pelita pada peringatan Hari Vesak 2559 EB di dekat Stupa Boudhanath, Kathmandu, Nepal, Senin (4/5/2014).
Dua wanita menyalakan pelita pada peringatan Hari Vesak 2559 EB di dekat Stupa Boudhanath, Kathmandu, Nepal, Senin (4/5/2014). Foto: Matt McClain/The Washington Post

Perayaan Vesak (Waisak) atau Buddha Purnima pada Senin (4/5/2015) di kompleks Stupa Swayambhunath yang terletak di bukit di Lembah Kathmandu, sebelah barat Kota Kathmandu, ditiadakan.

Seperti yang dilansir Deccan Herald, Senin (4/5/2015), kompleks Stupa Swayambhunath tetap tertutup untuk umat karena otoritas kompleks stupa khawatir pada pencurian benda-benda dan artefak-artefak suci yang tergeletak di tempat terbuka setelah gempa menerjang dan menghancurkan kawasan tersebut.

Meskipun Stupa Swayambhunath tidak mengalami kerusakan yang berarti, namun beberapa cetiya kecil di dalam kompleks mengalami kerusakan.(Baca: Kondisi Tiga Situs Buddhis Penting Pasca Gempa Nepal)

“Tahun lalu se-lakh (seratus ribu) umat telah memadati stupa. Sekarang nyaris sedikit,” kata Lama Gyam dengan jubah safronnya.

Ratusan umat hanya bisa berada di kaki bukit Stupa Swayambhunath. Mereka melantunkan sutra dan mantra sambil mengelilingi bukit, seperti yang dilaporkan Associated Press Senin (4/5/2015).

Sementara itu di Kathmandu, umat Buddhis memperingati Hari Vesak dengan mengunjungi Stupa Boudhanath. Stupa yangsempat diisukan mengalami kehancuran saat gempa menerjang, tetap berdiri tegak. Peringatan Vesak yang biasanya dirayakan dengan meriah di sini, saat ini diperingati dengan senyap. Selain melakukan puja bakti khususnya untuk kedamaian mereka yang meninggal karena benca gempa, mereka juga menyalakan pelita minyak dan membakar dupa.

Umat Buddhis membakar dupa di hari Vesak 2559 di dekat Stupa Boudhanath, Senin (4/5/2015).
Umat Buddhis membakar dupa di hari Vesak 2559 di dekat Stupa Boudhanath, Senin (4/5/2015). Foto: AP Photo/Bernat Amangue

Menurut Y.M. Bhikkhu Kondanya Thera, salah satu anggota Maha Sangha Bhikkhu Seluruh Nepal (Nepal: अखिल नेपाल भिक्षु महासंघ – Akhila Nēpāla Bhikṣu Mahāsaṅgha), semua program resmi yang dijadwalkan akan diselenggarakan di vihara-vihara dan cetiya-cetiya di seluruh Nepal, termasuk di Lumbini, tempat kelahiran Pangeran Siddhartha (calon Buddha), untuk memperingati Vesak, telah dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut, demi untuk berkabung bagi korban gempa.

“Program tidak resmi seperti puja bakti perdamaian, penyalaan lilin dan aksi damai telah diselenggarakan di beberapa daerah di Kathmandu dan di bagian lain dari negara untuk menandai peringatan kelahiran Buddha,” kata Bhikkhu Kondanya seperti yang dilansir eKantipur, Selasa (5/5/2015). “Kami tidak merasa bahwa hal itu akan menjadi sesuatu yang benar untuk merayakan hari tersebut ketika seluruh negeri berduka atas kematian ribuan orang,” tambahnya.

Tahun-tahun sebelumnya, ribuan orang akan berkumpul di Lumbini dan vihara-vihara lainnya di Nepal untuk merayakan Hari Vesak dengan melakukan puja bakti dan melantunkan gita puja.[Bhagavant, 6/5/15, Sum]

Foto-foto perayaan Vesak di Kathmandu, Nepal:
Washington Post

Kata kunci: , ,
Penulis:
REKOMENDASIKAN: