Asia Timur » Tradisi dan Budaya

Aroma Buddhis dalam Hidangan Imlek Luohan Zhai

Selasa, 17 Februari 2015

Bhagavant.com,
Beijing, Tiongkok – Sudah merupakan tradisi di kalangan etnis Tionghoa dalam perayaan Tahun Baru Imlek untuk menyajikan makanan atau hidangan sebagai pelengkap kemeriahan menyambut tahun baru bersama keluarga. Salah satu hidangan yang disajikan adalah Luohan zhai yang memiliki aroma dan nilai Buddhis.

Luohan Zhai (lo han cai), hidangan Imlek beraroma Buddhis.
Luohan Zhai (lo han cai), hidangan Imlek beraroma Buddhis. Foto: wikipedia.org

Luohan zhai atau luohan cai atau juga disebut lo han jai merupakan sejenis hidangan sayur-sayuran atau vegetarian terkenal dalam masakan Tionghoa dan masakan Buddhis khususnya di Asia Timur.

Secara tradisi, awalnya hidangan ini dinikmati oleh para bhiksu ataupun umat Buddhis awam yang melakukan vegetarian sebagai salah satu bentuk praktik latihan mengembangkan cinta kasih.

Berdasarkan asal katanya, Luohan zhai berasal dari kata “luohan” atau “lo han” dan kata “zhāi” atau “cài”. Kata “luohan” atau “lo han” sendiri merupakan singkatan dari kata “Āluóhàn” yang berasal dari kata “arhat” dalam bahasa Sanskerta yang diterjemahkan ke dalam bahasa Tionghoa, yang berarti “yang patut dihormati” (yaitu suciwan yang telah mencapai pencerahan sempurna). Dan kata “zhāi” atau “cài” berarti makanan puasa atau makanan vegetarian. Dengan demikian luohan zhai berarti makanan puasa atau vegetarian bagi arhat.

Di dunia Barat, Luohan zhai diterjemahkan dengan nama Buddha’s delight, secara harfiah berarti kegemaran Buddha atau yang diterima baik oleh Buddha.

Luohan zhai terdiri dari sayur-sayuran dan ramuan-ramuan vegetarian lainnya yang dimasak dengan kuah berbahan dasar kecap asin kedelai (saus kedelai) dengan bumbu-bumbu lainnya hingga lunak. Umumnya, setidaknya ada 10 hingga 18 bahan di dalam satu hidangan Luohan zhai. Jika menggunakan 18 bahan, hidangan ini disebut dengan Luóhàn quánzhāi atau makanan vegetarian penuh bagi arhat. Sekilas Luohan zhai mirip dengan hidangan Tionghoa-Indonesia yaitu Zá cài atau Cap cai namun tanpa bahan daging.

Dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok, Luohan zhai biasanya disajikan pada hari pertama perayaan, hal ini merupakan sebuah tradisi berdasarkan praktik tua Buddhis Tiongkok yang mengatakan bahwa seseorang perlu menjaga kemurnian diri pada lima hari pertama tahun baru.

Dan pada umumnya setiap tanggal 1 (bulan baru) penanggalan kalender Tionghoa (Imlek), umat Buddhis melaksanakan pengendalian diri atau Uposatha (Sanskerta: Upavasatha) dengan mempraktikan sila (kemoralan) untuk pemurnian diri, salah satunya dengan praktik vegetarian.

Kini Luohan zhai tidak hanya dinikmati oleh umat Buddhis tetapi juga dinikmati oleh masyarakat internasional dengan beragam komposisi bahan. Terlepas dari sifatnya yang bernuansa Buddhis, yang pasti Luohan zhai merupakan hidangan yang sehat sebagai pembuka tahun yang baru.[Bhagavant, 17/2/15, Sum]

Kata kunci:
Penulis: