Tokoh

Guru Meditasi Vipassana S. N. Goenka Wafat

Selasa, 1 Oktober 2013

Bhagavant.com,
Mumbai, India – Guru meditasi Vipassana terkemuka di dunia, Satya Narayan Goenka (S. N. Goenka), wafat dengan tenang karena usia tua di usia 89 tahun pada Minggu malam (29/9/13) pukul 22.40 waktu setempat di kediamannya di Mumbai, India.

S. N. Goenka meninggalkan seorang istri, Illaichi Devi Goenka dan enam orang putra. Jasad S. N. Goenka dikremasi hari ini, Selasa 1 Oktober 2013 pada pukul 10.30 waktu setempat di Electric Funeral Ground, dekat Oshiwara Bridge, Jogeshwari Barat, Mumbai, India.

Dilahirkan di Birma (Myanmar) 30 Januari 1924, kehidupan S. N. Goenka diawali sebagai seorang pebisnis bidang industri setelah Perang Dunia Kedua, dan akhirnya menekuni meditasi Vipassana setelah bertemu dengan Saya Gyi U Ba Khin yang mengajarkan meditasi Vipassana.

S. N. Goenka (30January 1924 - 29September 2013).
S. N. Goenka (30January 1924 – 29September 2013). Foto: vridhamma.org

Setelah selama 14 tahun berlatih di bawah asuhan Ba Khin, pada tahun 1969, Goenka diberikan wewenang oleh Ba Khin untuk pergi ke India dan mengajar Vipassana, sebagai wakilnya. Dari India, Vipassana menyebar di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, Eropa, Asia-Pasifik, China, Rusia, Amerika Latin, negara-negara Eropa Timur dan sekarang di Afrika.

Setelah tiba di India, Goenka segera pensiun dari bisnisnya yang berkembang dan mengabdikan sepenuh waktunya untuk mengajar Vipassana. Selain sebagai bapak yang lembut bagi keluarga besarnya dari enam putra dan cucu, beliau merupakan pemandu yang baik budi dari sebuah organisasi yang berkembang dan sangat disiplin.

Pada tahun 1976, Goenka mendirikan Akademi Vipassana Internasional (Vipassana International Academy), sebuah pusat meditasi di Igatpuri. Beliau menjadi vipassana acharya (guru vipassana) pada tahun 1982 dan mulai melatih guru-guru meditasi di seluruh dunia serta mendirikan Institut RisetVipassana (Vipassana Research Institute) di Igatpuri pada tahun 1985.

Jenasah S. N. Goenka saat disemayamkan. Foto: Facebook.com/VipassanaWorld
Jenasah S. N. Goenka saat disemayamkan. Foto: Facebook.com/VipassanaWorld

Meskipun Vipassana secara pasti berakar pada ajaran sesungguhnya dari Sang Buddha, Goenka menekankan bahwa Vipassana bukanlah sebuah agama dan tidak melibatkan dogma, ritus, ritual, dan tidak ada alih keyakinan. “Satu-satunya peralihan yang terlibat dalam Vipassana adalah dari penderitaan menjadi kebahagiaan, dari pembelengguan menjadi pembebasan,” demikian kata beliau kepada para hadirin dalam KTT Perdamaian Dunia di PBB, New York, pada 29 Agustus 2000.

Ribuan imam Katolik, bhiksu-bhiksuni, pertapa Jain, sannyasa Hindu, datang ke kursus-kursus Vipassana bersama dengan para pemimpin agama lainnya. Kini pusat meditasi yang beliau dirikan mencapai 172 buah yang tersebar di berbagai dunia termasuk di Indonesia yaitu Pusat Meditasi Dhamma Java di Bogor, Jawa Barat.

Salah satu harapan Goenka telah terwujud pada tahun 2008 dengan berdirinya Stupa Vipassana Sedunia (Global Vipassana Pagoda), sebuah bangunan aula meditasi di Gorai, barat laut Mumbai.

Jasad S. N. Goenka menuju tempat kremasi. Foto: Facebook.com/VipassanaWorld
Jasad S. N. Goenka menuju tempat kremasi. Foto: Facebook.com/VipassanaWorld

Stupa tersebut merupakan kubah batu berentang tunggal (tanpa pilar) terbesar di dunia, dua kali lebih besar dari Basilika St. Petrus di Vatikan. Pada pusat bangunan tersebut terdapat sebuah aula meditasi berdiameter 85,15 meter yang mampu menampung 8000 orang. Dengan tinggi 96,12 meter, stupa tersebut setara dengan tinggi bangunan 30 lantai.

Beliau berharap monumen tersebut akan bertindak sebagai jembatan antara komunitas, aliran, ras, negara yang berbeda untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih harmonis dan damai.

Goenka mampu membawa meditasi Vipassana ke dalam lembaga pemasyarakatan, pertama di India, kemudian di negara lain. Diperkirakan sebanyak sekitar 10 ribu napi, dan juga anggota polisi serta militer, telah mengikuti kursus 10 hari meditasi Vipassana.

Doing Time, Doing Vipassana” sebuah film dokumenter yang dipublikasikan tahun 1997, menampilkan pengenalan kelas meditasi Vipassana 10 hari Goenka di Lembaga Pemasyarakatan Tihar, India, di awal 1990-an.

Pada tahun 2012, Goenka yang juga dikenal dengan nama Goenkaji (Guru Goenka), menerima Penghargaan Padma (Padma Award) dari Presiden India. Penghargaan ini merupakan penghargaan sipil tertinggi yang diberikan oleh pemerintah India.[Bhagavant, 1/10/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: