India » Tradisi dan Budaya

Menelusuri Budaya Belas Kasih Buddhisme Dengan Film

Senin, 30 September 2013

Bhagavant.com,
New Delhi, India – Pada saat ini di masa perselisihan komunal yang terlihat di seluruh dunia, sebuah film tentang Buddhisme (Agama Buddha) dan filsafat hakikinya mengenai pengampunan, hadir sebagai udara segar.

Benoy K. Behl, seorang pembuat film, fotografer, penulis beberapa buku tentang agama dan filsafat serta seorang sejarawan seni terkemuka India, menayangkan film dokumenternya yang berjudul ”Culture of Compassion: Buddhism in India and ASEAN countries” (Budaya Belas Kasih: Buddhisme di India dan negara-negara ASEAN), di India Habitat Centre, New Delhi pada Minggu, 22 September 2013.

Dengan film tersebut, Benoy membawa para penonton pada sebuah ziarah virtual dari situs-situs Buddhis yang penting di seluruh India dan di belahan dunia Asia Tenggara.

“Pada tahun 2009, ketika saya mewakili India pada pertemuan kebudayaan ASEAN, saya menyadari betapa India dan beberapa negara Asia Tenggara gagal untuk berhubungan satu sama lain meskipun faktanya bahwa kita berbagi sesuatu seperti kekayaan warisan Buddhis. Sayangnya, kita menghambat diri kita untuk hanya berbicara politik dan perdagangan ketika ada begitu banyak hal untuk ditemukan dan didiskusikan,” kata Benoy yang memegang rekor sebagai fotografer di India yang paling banyak melakukan perjalanan, seperti yang dilansir Deccan Herald, Rabu (25/9/13).

”Saat itulah ketika gagasan film ini muncul di pikiran saya. Saya senang bahwa film tersebut telah berhasil diselesaikan dengan bantuan dan dukungan dari semua negara yang terlibat.”

Film tersebut memperlihatkan alur Buddhisme seperti yang ditemukan dalam jalur dari Gaya di Bihar ke Sri Lanka, China, Indonesia, Thailand, Birma (Myanmar), Vietnam, Laos, dan bahkan negara-negara Eropa pada nantinya. Para pedagang China awal membawa Buddhisme ke negara mereka dan kemudian memindahkan pemikiran-pemikiran mulianya ke pantai-pantai Indonesia melalui jalur perdagangan laut. Hindu telah berkembang di Indonesia pada kala itu, namum Buddhisme secara bertahap menjadi sebuah agama yang digemari.

Stupa Borobudur di Indonesia, dibangun oleh raja-raja Sailendra, merupakan stupa tertinggi di dunia. Terdapat relief halus sepanjang ribuan kaki yang dapat kita lihat saat kita mendaki ke atas dan mengelilinginya. Lebih awal, Buddhisme Theravada telah melakukan perjalanan ke Sri Lanka pada abad ke-3 Sebelum Era Umum (Sebelum Masehi), dan pada milenium pertama Era Umum, Buddhisme Mahayana dan Vajrayana menyebar ke Vietnam, Birma, dan negara-negara bagian utara Asia.

Benoy mengatakan, “Buddhisme memiliki sebuah visi besar dari keharmonisan abadi dunia ini. Agama ini, dengan pesan belas kasihnya, tersebar jauh dan luas serta membentuk budaya sebuah benua. Sebuah budaya perdamaian dan kelembutan yang terus berlangsung, bahkan di tengah-tengah dunia materialistis saat ini.”[Bhagavant, 30/9/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: