Arkeologi » Indonesia

Borobudur Jadi Lokasi Adegan Film Laga ’Java Heat’

Jumat, 19 April 2013

Candi Borobudur di Magelang, jawa Tengah, IndonesiaBhagavant.com,
Jakarta, Indonesia – Candi Borobudur kembali membuktikan dirinya sebagai situs megah yang telah mengundang minat dan memberikan inspirasi banyak orang dengan tampilnya candi Buddhis abad ke-9 tersebut di film laga, ’Java Heat’ yang tayang perdana di bioskop Indonesia pada Kamis, 18 April 2013.

Sesuai dengan judulnya, ’Java Heat’, film yang disutradari oleh Conor Allyn asal Amerika Serikat ini mengambil latar belakang tradisi Indonesia terutama Jawa dengan sebagian besar pengambilan gambar film di Jawa Tengah, yaitu di Yogyakarta, dan termasuk di Candi Borobudur, Magelang. Pengambilan gambar film yang berlokasi di Candi Borobudur ditampilkan pada klimaks film tersebut.

Conor Allyn yang juga berperan sebagai penulis naskah film tersebut dan yang pernah sebelumnya menyutradarai film trilogi ‘Merah Putih’ ternyata memiliki kesan mendalam terhadap Candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban dunia itu.

“Saya selalu terpesona dengan Borobudur,” katanya saat jumpa pers di Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (10/4/2013).

Dalam beberapa kesempatan wawancara baik di media cetak maupun televisi, berkaitan dengan pengambilan gambar film di Candi Borobudur, Allyn mengaku tidak mudah untuk melakukan pembuatan film di Borobudur, dan ia menganggap sebagai suatu tantangan tersendiri karena ia harus melewati berbagai pihak untuk mendapatkan izin melakukan pengambilan gambar di lokasi salah satu situs keajaiban dunia tersebut.

Allyn juga mengaku mengurus permohonan pengambilan gambar film tersebut mulai dari UNESCO, pemerintah Indonesia, kelompok komunitas umat Buddha, dan beberapa lembaga terkait lain. “Menggunakan lokasi Candi Borobudur untuk syuting benar-benar sebuah tantangan,” katanya. Ia juga mengklaim harus berhati-hati ketika melakukan syuting film laga yang penuh dengan tembakan itu sehingga tidak merusak candi Buddhis yang telah berusia ratusan tahun tersebut.

Sebelumnya tidak pernah ada yang diperkenankan untuk melakukan kegiatan berat, termasuk pembuatan film yang menggunakan peralatan-peralatan berat khasnya di atas Candi Borobudur. Untuk menghadapi masalah ini Allyn mengatakan bahwa saat melakukan syuting di Candi Borobudur, ia dan krunya meminimalkan peralatan yang dipergunakan.

Hasilnya, ini merupakan untuk pertama kalinya Candi Borobudur, khususnya pada bagian arupadhatu yang terdiri dari stupa-stupa termasuk stupa induk, diperbolehkan menjadi lokasi pengambilan gambar film laga.

Kekaguman terhadap Candi Borobudur nampaknya menjadi latar belakang dipilihnya candi tersebut oleh Allyn sebagai lokasi untuk adegan klimaks dari film yang berdana sebesar sekitar Rp 145,5 miliar tersebut.

”Saya selalu terpesona terhadap Borobudur. Ia merupakan salah satu keajaiban terbesar dunia. Ketika saya menulis skenario untuk film ini, saya telah membayangkan bagaimana akhir dari film tersebut. Dan saya dapat melihat bahwa film tersebut mencapai puncaknya di Borobudur. Borobudur merupakan lokasi yang sempurna untuk mengakhiri film tersebut,” jelas Allyn yang tidak lupa mengucapkan terima kasih pada pemerintah Indonesia dan pihak-pihak terkait yang mendukung selama produksi film tersebut.

Film ’Java Heat’ sendiri selain didukung oleh para aktor dan aktris Indonesia seperti Ario Bayu, Atiqah Hasiholan, Verdi Solaiman, Rio Dewanto, Tio Paksudewo, Astri Nurdin, dan Agung Udijana, juga didukung oleh aktor Hollywood seperti Kellan Lutz (yang pernah berperan sebagai Emmett Cullen dalam film The Twilight Saga), dan Mickey Rourke (yang pernah berperan sebagai Ivan Vanko/Whiplash dalam film Iron Man 2)

Borobudur muncul sebagai lokasi film tersebut pada adegan klimaks, saat kedua protagonis, Jake (Kellan Lutz) dan Hashim (Ario Bayu) mengejar antagonis utama Malik (Mickey Rourke). Dikisahkan saat itu di pelataran Candi Borobudur dipenuhi oleh masyarakat yang sedang melangsungkan acara penutupan perayaan Vesak di malam hari yang ditandai dengan pelepasan lampion-lampion udara dan kembang api. Adegan semakin klimaks saat mulai terjadi pengejaran hingga ke puncak candi di sekitar stupa induk. Keindahan suasana malam hari di puncak canditersebut cukup terwakili dalam adegan klimaks, meskipun tidak berlangsung lama.

Candi Borobudur merupakan peninggalan nenek moyang bangsa Indonesia, peninggalan Buddhis Indonesia yang diakui secara internasional sebagai salah satu keajaiban dunia dan sebagai warisan dunia.

Terlepas dari kontroversi konservasi Borobudur selanjutnya karena diizinkannya kegiatan pembuatan film laga di atasnya, kehadiran film ’Java Heat’ diharapkan tidak hanya mengundang dan membawa para wisatawan untuk mengunjungi candi agung tersebut, tetapi sedikit banyak diharapkan bisa menyebarkan nilai-nilai spiritual yang terkandung di dalamnya, nilai-nilai agung dari ajaran Sang Buddha.[Bhagavant, 19/4/13, Sum]

Kata kunci:
Penulis: