Arkeologi

Penemuan Situs Buddhis di Dekat Mylavaram, India

Selasa, 19 Maret 2013

Seni dan Budaya BuddhisBhagavant.com,
Andhra Pradesh, India – Sebuah situs Buddhis yang diperkirakan berasal dari dinasti Satavahana/Ikshvaku, telah ditemukan oleh seorang pekerja lepas arkeologi, Kadiyala Venkateswara Rao, di dekat desa Pondugula di wilayah Mylavaram, distrik Krishna.

Seperti yang dilansir oleh The Hindu, Kamis 14 Maret 2013, Pak Rao yang berasal dari Tenali, juga seorang mantan petugas dokumentasi badan Penelitian Arkeologi India – Archaeological Survey of India, ASI. Di antara penemuannya baru-baru ini adalah sebuah megalit menhir dengan ukiran batu yang berada di dekat Karampudi di distrik Guntur.

Mengenai jejak-jejak peninggalan Buddhis di distrik Guntur dan Krishna, Pak Rao menemukan dua buah pular marmer dengan ukiran Medali Lotus dan batu bata yang digunakan pada masa Satavahana yang terkubur di sebuah lubang di sebuah ladang di desa Pangadi di pinggiran desa Pondugula, sekitar 10 km dari Mylavaram.

Pekerja lepas arkeologi Kadiyala Venkateswara Rao di sebuah situs Buddhis dekat Pondugula di distrik Krishna. Foto: T. Vijaya Kumar  - The Hindu
Pekerja lepas arkeologi Kadiyala Venkateswara Rao di sebuah situs Buddhis dekat Pondugula di distrik Krishna. Foto: T. Vijaya Kumar – The Hindu

Pak Rao mengatakan bahwa deretan motif singa dan lembu yang sedang duduk, terpahat rumit pada batu marmer besar Palnadu, secara mencolok mengingatkan pada seni tradisi Amaravati. Pilar-pilar yang sama telah ditemukan di situs-situs Buddhis di Jaggaiahpet, Ghantasala, Amaravati, Nagarjunakonda, dan Chinaganjam.

Situs yang memanjang hingga 10 are tersebut disebut Pattidibba dalam bahasa setempat. Batu batas besar yang disebut batu bata Satavahana berukuran 52x25x9 cm, ditutupi oleh adukan semen terletak tersebar di sekitar situs tersebut. Situs tersebut juga terdapat berserakan dasar-dasar pilar dan potongan marmer.

“Keberadaan batu bata besar menunjukkan bahwa situs tersebut mungkin telah digunakan sebagai sebuah konstruksi sebuah stupa atau vihara atau cetiya. Sebuah bak air besar berisi penuh dengan bunga lotus berada di selatan situs Buddhis yang ditemukan dekat situs tersebut menunjukkan bahwa situs tersebut mungkin berasal dari Satavahana/Ikshvaku pada masa 1-3 Masehi,” kata Pak Rao.

Sebuah gundukan batu bata yang disebut ‘Itukala Koppu’ dalam bahasa setempat, memiliki 5-6 galian waduk, yang menunjukkan bahwa situs tersebut mungkin milik stupa Buddhis lainnya.

“Penemuan pilar-pilar marmer putih pada situs Buddhis a Satavahana adalah hal yang penting dan ASI harus mengambil langkah-langkah untuk menjaga situs tersebut dan membawanya ke Museum ASI untuk menjaga peninggalan antik Buddhis di wilayah tersebut,” kata Pak Rao menambahkan.[Bhagavant, 19/3/13, tr: Sum]

Kata kunci:
Penulis: