Indonesia

BPS: Jumlah Buddhis di Indonesia Meningkat

Rabu, 14 Desember 2011

Bhagavant.com,
Jakarta, Indonesia
– Dalam sensus penduduk yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia berjumlah 237.641.326 orang. Dan berdasarkan data sensus BPS diketahui bahwa jumlah umat Buddha di Indonesia pada tahun 2010 secara absolut adalah berjumlah sekitar 1.703.254 orang. Ini berarti dalam persentase sekitar 0,72% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.

Borobudur, candi Buddhis di Indonesia

Dibandingkan dengan sensus tahun 2000*, jumlah umat Buddha pada tahun 2000 berjumlah 1.694.682 atau 0,84% dari jumlah penduduk Indonesia saat itu. Ini berarti umat Buddha mengalami penurunan dalam nilai persentase namun tetap mengalami peningkatan dalam jumlah nilai absolut.

Wilayah

Berdasarkan analisis Bhagavant.com dari data sensus BPS di bps.go.id, umat Buddha di Indonesia tersebar di 33 provinsi di Indonesia dengan mayoritas berada di daerah perkotaan dengan jumlah sekitar 1.500.475 orang. Sedangkan di pedesaan jumlah umat Buddha sebesar sekitar 202.779 orang.

Provinsi DKI Jakarta menduduki urutan pertama dalam jumlah umat Buddha dengan perkiraan sebesar 317.527 orang atau sekitar 3,30% dari penduduk Jakarta yang berjumlah 9.607.787 orang.

Kemudian disusul dengan provinsi Sumatera Utara dengan perkiraan jumlah 303.548 orang, provinsi Kalimantan Barat sebesar sekitar 237.741 orang, dan provinsi Banten sekitar 131.222 orang umat Buddha.

Jumlah umat Buddha di wilayah paling Barat Indonesia yaitu Aceh, berjumlah sekitar 7.062 orang dan wilayah paling Timur Indonesia yaitu Papua, berjumlah sekitar 1.452 orang.

Sedangkan wilayah provinsi yang memiliki jumlah umat Buddha paling minoritas adalah Maluku Utara yang hanya berjumlah sekitar 90 orang.

Usia dan Jenis Kelamin

Berdasarkan usia, umat Buddha di Indonesia mayoritas berada di usia dewasa dan produktif yaitu antara 20 sampai 39 tahun yaitu sebesar sekitar 543.531 orang atau 31,91% dari jumlah umat Buddha di Indonesia.

Berdasarkan sensus, jumlah umat Buddha di Indonesia rentang usia 25 sampai 29 tahun sejumlah sekitar 153.338 orang atau 9%. Kemudian disusul dengan rentang usia 20 sampai 24 tahun yaitu sekitar 143.362 orang atau 8,42%. Usia rentang 30 sampai 34 tahun berjumlah sekitar 131.651 orang atau 7,73% , sedangkan rentang usia 35 sampai 39 tahun berjumlah sekitar 115.180 orang atau 6,76%.

Jumlah remaja Buddhis dengan rentang usia 10 sampai 14 tahun berjumlah sekitar 129.950 orang atau 7,63% dan remaja menjelang dewasa dengan rentang usia 15 sampai 19 tahun yaitu berjumlah sekitar 135.442 orang atau 7,95% dari jumlah umat Buddha di Indonesia.

Jumlah anak-anak Buddhis dengan rentang usia 5 sampai 9 tahun berjumlah sekitar 132.162 atau 7,76%, dan balita Buddhis dengan rentang usia 0 sampai 4 tahun berjumlah sekitar 117.323 orang anak atau 6,89% dari jumlah umat Buddha.

Sedangkan umat Buddha lanjut usia dengan rentang usia 60 sampai 95 tahun ke atas berjumlah 207.550 orang atau 12,19%.

Berdasarkan jenis kelamin, menurut data sensus, mayoritas umat Buddha adalah laki-laki dengan jumlah sebesar sekitar 869.097 orang dan perempuan sebesar 834.157 orang. Dan terhadap usia, keduanya baik laki-laki maupun perempuan, mayoritas berusia 25 sampai 29 tahun.

Meskipun data sensus di atas adalah data resmi dari BPS, namun tidaklah mencerminkan 100% realitas umat Buddha yang ada karena ada beberapa umat yang enggan menyebutkan agama sebenarnya dan mencantumkannya dalam KTP.

Dengan adanya data sensus tersebut, diharapkan dapat membantu dalam pembinaan terhadap umat Buddha oleh pemerintah khususnya Ditjen Bimas Buddha Departemen Agama maupun non-pemerintah yang sampai sekarang masih dirasakan kurang.

Dan data sensus tersebut juga diharapkan dapat membantu umat Buddha dalam menentukan jumlah yang dibutuhkan dalam hal membagi materi-materi Dhamma seperti buku pelajaran agama Buddha, kaset Dhamma, lembaran pengumuman, dan sebagainya kepada sesama umat Buddha di Indonesia.[Bhagavant, 14/12/11, Sum]

*Sensus tahun 2000 banyak terdapat galat (error) karena ada beberapa peristiwa yang mengganggu jalannya sensus, seperti konflik di Aceh.

Kata kunci: