Amerika » Amerika Serikat » Amerika Utara » Meditasi » Penyembuhan dan Spiritualitas » Psikologi » Sains » Samatha

Meditasi Bantu Tingkat Jangka Waktu Perhatian

Senin, 19 Juli 2010

MeditasiEScience News,
Berkeley, Amerika Serikat – Hampir tidak mungkin untuk menaruh perhatian pada sesuatu untuk waktu yang lama. Sebuah studi baru mencari apakah meditasi Buddhis dapat meningkatkan kemampuan seseorang untuk menjadi penuh perhatian dan untuk mencari tahu apakah latihan meditasi membantu orang berfokus lebih baik untuk waktu yang lama dalam sebuah tugas yang mengharuskan mereka untuk membedakan perbedaan-perbedaan kecil di antara sesuatu yang mereka lihat.

Penelitian tersebut terinspirasi oleh kegiatan yang dilakukan oleh para bhikkhu yang menghabiskan waktu tahunan dalam berlatih meditasi. “Anda bertanya-tanya apakah kemampuan mental, ketenangan, kedamaian yang mereka lihatkan, apakah semuanya itu adalah sebuah hasil dari latihan yang sangat intensif, ataukah mereka adalah orang-orang yang spesial dari awalnya,” kata Katherine MacLean yang melakukan studi tersebut sebagai seorang mahasiswa pascasarjana di Universitas California, Davis. Asisten-penasihatnya, Clifford Saron, telah melakukan penelitian terhadap para bhikkhu beberapa dekade yang lalu dan ingin mempelajari meditasi dengan menempatkan para sukarelawan melalui latihan intensif dan memperhatikan bagaimana meditasi merubah kemampuan mental mereka.

Sekitar 140 orang mendaftar untuk berpartisipasi; mereka mendengar mengenai penelitian ini dari mulut ke mulut dan iklan di majalah-majalah Buddhis. Enam puluh dipilih untuk studi tersebut. Satu kelompok berjumlah tiga puluh orang pergi ke sebuah retret meditasi sementara kelompok kedua menunggu mereka kembali; ini berarti kelompok kedua bertugas sebagai kontrol bagi kelompok pertama.

Seluruh partisipan, sebelumnya setidaknya sudah pernah mengikuti retret meditasi selama lima sampai sepuluh hari, sehingga mereka tidak baru dalam meditasi. Mereka belajar meditasi untuk tiga bulan di sebuah retret di Colorado bersama dengan B. Alan Wallace, salah seorang dari penulis peneliti dan seorang guru meditasi dan cendekiawan Buddhis.

Orang-orang tersebut mengambil bagian dalam beberapa eksperimen, dan salah satu hasilnya dipublikasi di Psychological Science, sebuah jurnal dari Asosiasi Sains Psikologis. Pada tiga hal pokok saat retret, setiap partisipan mengambil sebuah tes pada sebuah komputer untuk mengukur seberapa baik mereka dapat membuat perbedaan visual halus dan mempertahankan perhatian visual. Mereka menyaksikan sebuah layar secara penuh perhatian dimana ada garis melintang di dalamnya; yang sebagian besar memiliki panjang yang sama, tetapi setiap saat sebuah garis yang lebih pendek akan muncul, dan sukarelawan harus mengklik tetikus sebagai responnya.

Para peserta menjadi lebih baik dalam membedakan garis-garis pendek selama latihan meditasi berlanjut. Peningkatan persepsi ini membuat lebih mudah untuk mempertahankan perhatian, sehingga mereka juga meningkatkan kinerja tugas mereka selama jangka waktu yang lama. Peningkatan perhatian ini terus berlangsung selama lima bulan setelah retret, khususnya bagi orang yang terus bermeditasi setiap hari.

Tugas tersebut berlangsung selama 30 menit dan sangatlah menuntut. “Karena tugas ini begitu membosankan namun juga sangat netral, ini merupakan bentuk sebuah indeks yang sempurna dari latihan meditasi,” kata MacLean. “Orang-orang mungkin berpikir bahwa meditasi merupakan sesuatu yang membuat anda merasa enak dan pergi ke sebuah retret meditasi seperti pergi berlibur, dan anda bisa berdamai dengan diri anda sendiri. Inilah yang orang-orang pikir sampai mereka mencobanya. Lalu anda menyadari bahwa betapa menantangnya untuk hanya duduk dan mengamati sesuatu tanpa terganggu.”

Penelitian ini merupakan salah satu dari banyak penelitian yang telah dilakukan oleh Saron, MacLean dan tim peneliti yang berjumlah hampir 30 orang dengan kelompok partisipan yang sama. Ini merupakan studi meditasi intensif paling luas dan lengkap selama ini, menggunakan medote yang diambil dari bidang yang beragam seperti biologi molecular, neurosains, antropologi. Analisis ke depan terhadap para sukarelawan yang sama ini akan diamati dalam hal kemampuan mental, seperti sebaik mana orang-orang dapat mengukur emosi-emosi dan kualitas hidup mereka.

Kata kunci: , , , ,
Penulis: