Asia Oseania » Asia Tenggara » Travel

10 Situs Buddhis Masuk 25 “Landmark” Terbaik Asia 2017

Sabtu, 27 Mei 2017

Bhagavant.com,
Siem Reap, Kamboja – Tempat dan situs Buddhis mendominasi 25 landmark (markah tanah) terbaik di Asia tahun 2017 bahkan dua di antaranya masuk dalam 25 landmark terbaik di dunia tahun 2017.

Situs web perjalanan TripAdvisor, telah merilis data mengenai landmark terbaik di dunia tahun 2017. Data ini diperoleh dari survei yang dilakukan oleh para wisatawan pengguna situs web tersebut.

Dalam data yang masih dapat dilihat pada situs web tersebut pada Sabtu (27/5/2017), setidaknya ada 10 dari 25 landmark terbaik di Asia yang merupakan situs Buddhis yang di antaranya menduduki peringkat ke-1 dan ke-21 terbaik di dunia.

Berikut peringkat pertama hingga kesepuluh dari tempat dan situs Buddhis yang masuk dalam 25 landmark terbaik se-Asia tahun 2017 versi TripAdvisor.

1. Vihara Angkor (Angkor Wat), Kamboja

Angkor Wat, Kamboja.
Angkor Wat, Kamboja. Foto: wikipedia.org

Kompleks candi kuno yang beralih fungsi pada abad ke-12 dari pura Hindu menjadi vihara ini, menduduki peringkat pertama baik dari landmark terbaik di dunia maupun se-Asia tahun 2017. Salah satu bangunannya, Ta Prohm (Rajavihara) pernah digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar untuk film Tomb Raider (2001). Selain kompleksnya yang sangat luas, berbagai relief mengagumkan menjadi daya tarik dari candi yang bernama resmi Prasat Angkor Wat.

2. Vihara Pho (Wat Pho), Thailand

Rupaka Buddha Berbaring di Vihara Pho (Wat Pho), Bangkok, Thailand.
Rupaka Buddha Berbaring di Vihara Pho (Wat Pho), Bangkok, Thailand. Foto: orientalescape.com

Vihara yang memiliki nama resmi Wat Phra Chetuphon Vimolmangklararm Rajwaramahaviharn ini menduduki peringkat ke-4 sebagai landmark terbaik di Asia dan ke-21 terbaik di dunia. Pratima atau rupaka Buddha Berbaring setinggi 15 meter dan panjang 46 meter merupakan daya tarik utama situs ini. Di dalam kompleks vihara ini juga terdapat 400 rupaka Buddha yang terdapat di bangunan Phra Rabiang.

3. Stupa Shwedagon (Pagoda Shwedagon), Myanmar

Stupa Shwedagon di Yangon, Myanmar (Birma).
Stupa Shwedagon di Yangon, Myanmar (Birma). Foto: shwedagonpagoda.com.mm

Bernama resmi Shwedagon Zedi Daw, stupa yang dibangun dari batu bata dan dilapisi pelat emas ini diyakini menyimpan relikui berupa 8 helai rambut Buddha Gotama, sebuah tongkat Buddha Kakusandha, saringan air Buddha Koṇāgamana, dan sehelai jubah Buddha Kassapa. Stupa ini memiliki tinggi hampir mencapai 110 meter dengan di puncaknya bertatahkan berlian sebanyak 4531 buah. Situs ini menempati peringkat ke-7 terbaik di Asia 2017.

4. Vihara Kinkaku (Kinkaku-ji), Jepang

Paviliun Emas di Vihara Kinkaku (Kinkaku-ji), Kyoto, Jepang.
Paviliun Emas di Vihara Kinkaku (Kinkaku-ji), Kyoto, Jepang. Foto: wikipedia.org

Dikenal dengan nama Vihara Paviliun Emas, situs ini merupakan kompleks vihara yang di dalamnya terdapat paviliun yang kedua lantai atasnya dilapisi oleh lembaran emas murni. Paviliun tersebut berada di tepi kolam di dalam taman yang indah di vihara yang memiliki nama resmi Rokuon-ji (Vihara Taman Rusa). Situs yang merupakan bagian dari Monumen Sejarah Kyoto ini menempati peringkat ke-10 terbaik di Asia 2017.

5. Buddha Besar Tian Tan (Tian Tan Da Fu), Tiongkok

Tian Tan Buddha, Hong Kong, Tiongkok.
Tian Tan Buddha, Hong Kong, Tiongkok. Foto: Doc. Bhagavant

Menempati peringkat ke-11 terbaik, rupaka besar Buddha ini terletak tidak jauh dari Vihara Po Lin di Pulau Lantau, Hong Kong. Rupaka yang terbuat dari perunggu ini memiliki tinggi sekitar 33,2 meter. Sebanyak 268 buah anak tangga perlu didaki oleh pengunjung yang hendak mencapai dan masuk ke dalam singgasana lotus rupaka tersebut. Lelahnya menaiki anak tangga akan terbayar dengan keindahan pemandangan dari atas rupaka Buddha Tian Tan.

6. Vihara Phra Kaew (Wat Phra Kaew), Thailand

Vihara Phra Kaew (Wat Phra Kaew) di dalam kompleks Grand Palace, Bangkok, Thailand. Foto: wikipedia.org

Rumah bagi rupaka Buddha Zamrud ini merupakan bagian dari kompleks istana kerajaan Thailand, Grand Palace (Phra Borom Maha Ratcha Wang), Bangkok. Meskipun sering disebut sebagai vihara (wat) namun lokasinya yang berada di dalam kompleks istana dan tanpa adanya kuti (tempat tinggal bhikkhu), situs bernama lengkap Wat Phra Si Rattana Satsadaram, hanyalah sebuah cetiya. Situs ini menempati peringkat ke-14.

7. Vihara Kiyomizu-dera Kyoto, Jepang

Vihara Kiyomizu-dera, Kyoto, Jepang.
Vihara Kiyomizu-dera, Kyoto, Jepang. Foto: wikipedia.org

Terletak di lereng Gunung Otowa, sebelah timur Kyoto, situs yang merupakan bagian dari Monumen Sejarah Kyoto ini memiliki beranda yang luas yang ditopang oleh pilar-pilar tinggi, yang menonjol di atas lereng bukit sehingga memperlihatkan pemandangan kota yang mengesankan. Bernama resmi Otowa-san Kiyomizu-dera, vihara ini menempati peringkat ke-17.

8. Candi Borobudur, Indonesia

Candi Borobudur.
Candi Borobudur. Foto: wikipedia.org

Salah satu andalan pariwisata Indonesia ini menempati peringkat ke-22 sebagai landmark terbaik di Asia 2017. Candi Buddhis terbesar di dunia ini terletak di Jawa Tengah. Candi ini menyajikan pelajaran moral yang tertuang dalam ribuan pahatan di panel relief pada selasarnya.  Lokasinya yang dikelilingi oleh beberapa gunung menyajikan pemandangan yang sangat indah terutama saat matahari terbit dan terbenam.

9. Vihara Relikui Gigi Suci (Sri Dalada Maligawa), Sri Lanka

Vihara Relikui Gigi Suci (Sri Dalada Maligawa), Kandy, Sdri Lanka.
Vihara Relikui Gigi Suci (Sri Dalada Maligawa), Kandy, Sdri Lanka. Foto: unvesak2017.org

Seperti namanya, situs ini menyimpan relikui gigi Buddha Gotama yang terletak di dalam salah satu bangunan cetiya di kompleks istana bekas Kerajaan Kandy. Berkesempatan melihat dan memberi penghormatan kepada relikui suci menjadi daya tarik di situs ini. Sebagai  salah satu tujuan wisata religi di Sri Lanka khususnya di Kandy, vihara ini menempati peringkat ke-23 sebagai landmark terbaik se-Asia tahun 2017 .

10. Candi Ananda, Myanmar

Candi Ananda, salah sau situs Buddhis di Bagan, Myanmar (Birma).
Candi Ananda, salah sau situs Buddhis di Bagan, Myanmar (Birma). Foto: mustseeplaces.eu

Situs yang menempati peringkat ke-24 dari 25 landmark terbaik se-Asia 2017 ini berlokasi di Bagan, Myanmar (Birma). Di dalam situs ini terdapat empat rupaka Buddha dalam posisi berdiri yang dilapisi dengan lembaran emas. Keempat rupaka tersebut mewakili 4 Buddha yang masing-masing menghadap ke salah satu mata angin. Rupaka Buddha Gotama menghadap ke Barat, Buddha Kassapa mengahdap Selatan, Buddha Kakusandha menghadap Utara, dan Buddha Koṇāgamana menghadap Timur. Arsitektur yang mengesankan membuat situs ini disebut “Westminster Abbey dari Birma”.

Situs tambahan
Selain 10 situs Buddhis tersebut di atas, terdapat 2 situs dalam 25 landmark terbaik Asia 2017 yang tidak memiliki keterkaitan langsung sebagai situs keagamaan dilihat dari sejarahnya. Kedua situs itu adalah:

1. Choeung Ek, Kamboja

Cetiya beratap stupa di situs memorial Choeung Ek, Kamboja.
Cetiya beratap stupa di situs memorial Choeung Ek, Kamboja. Foto: wikipedia.org

Merupakan situs memorial kuburan massal dari para korban pembantaian oleh Khmer Merah. Untuk menghormati para korban, di situs ini didirikan cetiya. Cetiya beratap stupa tersebut memiliki sisi yang terbuat dari kaca akrilik dan diisi dengan lebih dari 5.000 tengkorak manusia. Beberapa tingkat bawah cetiya dibuka pada siang hari sehingga kumpulan tengkorak tersebut bisa dilihat secara langsung. Situs ini menempati peringkat ke-18.

2. Angkor Thom, Kamboja

Prasat Bayon, salah satu bangunan di Angkor Thom, Kamboja. Foto: wikipedia.org

Menempati peringkat ke-20, situs Angkor Thom merupakan ibu kota Kerajaan Khmer. Dibangun oleh Raja Jayavarman VII, di pusat kompleks ini terdapat candi atau cetiya kerajaan yang dikenal dengan nama Prasat Bayon, yang setelah Jayavarman VII wafat fungsinya kadang menjadi tempat pura Hindu atau cetiya Buddhis sesuai keinginan raja berikutnya. Seperti sebagian besar situs Angkor lainnya, Angkor Thom juga menampilkan relief-relief dari figur-figur dewa, dewi dan makhluk-makhluk dunia lainnya dari kebudayaan Hindu dan Buddhis.[Bhagavant, 27/5/17, Sum]

Kata kunci: