Arkeologi » Seni dan Budaya » Thailand

Kepala Rupaka Buddha Kuno Ditemukan di Bendungan Korn, Thailand

Selasa, 7 Maret 2017

Bhagavant.com,
Chiang Rai, Thailand – sekumpulan tembikar kuno dan kepala rupaka Buddha berukuran besar telah ditemukan terkubur di dekat sebuah bendungan milik masyarakat setempat di Distrik Mueang Provinsi Chiang Rai.

Para warga setempat melakukan upacara tradisional Bai Sri untuk menyambut kepala rupaka Buddha yang ditemukan di sebuah bendung, di Distrik Mueang Provinsi Chiang Rai, Thailand.
Para warga setempat melakukan upacara tradisional Bai Sri untuk menyambut kepala rupaka Buddha yang ditemukan di sebuah bendungan, di Distrik Mueang Provinsi Chiang Rai, Thailand. Foto: posttoday.com

Benda-benda antik tersebut ditemukan pada tanggal 3 Maret oleh para pekerja kotapraja yang menggali dengan backhoe selama perbaikan Bendungan Korn.

Masyarakat dari daerah Ban Pa Tueng terdekat di Tambon (Sub-disttik) Pa Atau Donchai, pada Selasa mengadakan upacara tradisional sri bai atau upacara penyambutan untuk memberkati dan menyambut kepala rupaka Buddha tersebut.

Media Thailand melaporkan, mantan ketua komite pembangunan bendungan tersebut, Somphet Supamanee (64), mengatakan kota Sub-dsitrik Pa Or Donchai baru-baru ini mengirim para pekerja untuk memoerbaiki bendungan. Selapa pekerjaan tersebut, sebuah backhoe menemukan sejumlah bata merah di gundukan tanah dari area tersebut.

Para warga desa membantu para pekerja menyingkirkan tanah tersebut, yang kemudian mennampakan kepala rupaka Buddha berukuran besar. Penggalian selanjutnya menemukan sejumlah besar tembikar tua. Meskipun banyak di antara benda-benda itu yang rusak, beberapa masih dalam kondisi baik yang menggembirakan warga setempat.

Kotapraja sub-dristrik tersebut menyarankan departemen seni murni dan lembaga lain agar mereka mengirimkan para ahli untuk memeriksanya.

Somphet mengatakan bahwa kepala rupaka Buddha tersebut dipercaya berusia beberapa ratus tahun. Kemungkinan terdapat sebuah stupa kuno di area tersebut. Namun, tidak ada yang menyadari keberadaan benda-benda antik seperti itu di tanah di daerah bendungan tersebut.[Bhagavant, 7/3/17, Sum]

Kata kunci: